bab:1

8 0 0
                                        

"takdir tidak akan sesuai dengan apa yang kamu rencanakan"

***

Terdengar suara langkah dari anak tangga,kedua orang yang sedang melaksanakan sarapan pun tak heran dan bisa menebak siapa yang yang sedang menuruni anak tangga tersebut.

"Good morning everyone!"ramah gadis yang baru saja turun dari tangga tersebut.

"Huh,alana.bunda sudah pernah bilang,kamu itu gadis sayang.kenapa mesti selalu bangun kesiangan?"Tegur wanita paruh baya itu.

"Maaf Bun,Alana banyak tugas mangkanya sampai begadang dan berujung bangun siang deh"

"Alana..,kamu udah mau selesai kan S1 nya?"tanya pria paruh baya itu.

"Bukan urusan Lo!"judes Alana lalu pergi menuju pintu luar.

"ALANA!?,JANGAN MENTANG-MENTANG KAMU BUKAN ANAK KANDUNG SAYA,MANGKANYA KAMU TIDAK MAU MENGHORMATI SAYA YA!?"teriak pria paruh baya itu,yang tanpa dibalas hanya melanjutkan jalannya saja.

"Ck, dasar pria gak tau diri!"maki Alana lalu memasuki mobilnya itu.dan mulai keluar dari area taman rumahnya itu.

'drt-drt'dering ponsel milik Alana yang sengaja ia taruh di bangku tengah.

Tangan kanan yang masih fokus menyetir dan tangan kiri yang mulai meraba-raba keberadaan benda pipih itu tanpa melepas pandangan dari depan.

"Duh!,dimana si ni ponsel. Nyusahin banget"maki Alana lalu menoleh ke arah belakang.tanpa ia sadari truk sudah dihadapannya dengan rem yang blong,dan hanya bisa membunyikan klakson saja.tapi takdir kali ini tidak berpihak kepada alana,mobil Alana terpental jauh hingga hancur.

"Hei kayanya sih itu mahasiswa"
"Ayo cepat di tolong sebelum mobil terbakar"
"Cepat!?,mobil sudah banyak sekali mengeluarkan bensinnya!?"
"Waktu kita tidak lama"
Hingga perkataan mereka yang di luar mobil hanya samar-samar Alana dengar.terdengar samar-samar suara sirine ambulans dan damkar mulai mendekat.mungkin salah satunya telah berhasil membuka pintu kemudi.tapi sayangnya Alana sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Aroma mint dan ruangan yang bernuansa putih.itulah yang pertama kali Alana lihat ketika ia sadar dari kecelakaan yang hampir merenggut nyawa nya itu.

"Argh-,apa ini.gak mungkinkan gue mati sekarang?"ujar Alana lalu melihat sekitarnya.ia dapat melihat alat elektrokardiograf telah menayangkan detak jantung miliknya yang makin lama makin melemah.

"Siapa Lo?"kejut Alana Karna kehadiran seorang pemuda yang memakai Jas bernuansa dokter itu.

"Detak jantungmu makin melemah,jadi jangan banyak bicara"tegas pemuda itu lalu memeriksa keadaan luka-luka Alana yang terlihat parah.

"Kamu masi mahasiswa?"tanya pemuda itu lirih.

"Ya"

"Dimana orang tuamu?,biaya operasi mu ini belum ada yang nanggung loh"canda pemuda itu lalu tubuhnya kembali tegap seperti semula.

"Apakah orang-orang yang telah menyelamatkan ku membawa tas berwarna abu-abu?"

"Ya,itu disana"

cerita tentang kitaStories to obsess over. Discover now