PROLOG

2.3K 5 0
                                        

TUNGGU DULU!!
Aku yakin kalian ingin cerita yang lebih panas dari ini. Baca ceritaku yang lain dengan judul "Dibeli Sugar Daddy" tapi terbitnya di fizzo, yaa. Kalo mau yang lebih ahh mantap mending baca yang itu. Sii yuuu di sana babe 😘😋

"Menikahlah denganku, maka akan kubalaskan seluruh dendammu." Ray menatap Alexa tajam. Makan malam itu menjadi begitu serius. Alexa yang sedari tadi gelisah kini mengangkat wajahnya tidak percaya. Bagaimana bisa pria itu dengan mudah mengajaknya menikah?

"Kau bisa menjawabnya besok. Kita akan bertemu kembali disini. Atau kau bisa menghubungiku untuk menyampaikan jawabannya." Alexa bahkan belum selesai dengan rasa terkejutnya sosok Ray telah melengang pergi meninggalkan Alexa sendirian.

"Dia benar-benar gila. Bagaimana bisa aku menikah dengan pria tak bergairah sepertinya? Apa dia tidak berpikir dua kali saat mengatakan itu padaku?" Alexa menggerutu setelah tubuh Ray benar-benar hilang dari pandangannya.

Bagaimana dia tidak bingung? Sedangkan Ray adalah pria dengan gangguan disfungsi ereksi dimana dia tidak akan memiliki gairah untuk berhubungan seksual. Bagaimana dia akan menikahi pria yang tidak bisa diajak bersetubuh? Alexa sendiri wanita yang hypersex, dia bahkan seorang pelacur ternama yang tarif per malamnya saja paling mahal semalam. Bagaimana dia akan menikah dengan pria yang tidak bisa memuaskannya? Itu lucu sekali.

"Sepertinya kau tengah mengajakku bermain-main, Ray. Baiklah, kita lihat saja siapa yang akan menang?" desis Alexa seraya melengang pergi meninggalkan restoran itu. Dia punya rencana sendiri.

***

"Aku sudah punya jawabannya, Ray." Alexa mengangkat bibirnya, tersenyum nakal sembari menatap tubuh indahnya di depan cermin. Di seberang telepon, sosok Ray mengeluarkan smirknya yang khas. Ini menyenangkan.

"Kau yakin? Aku tahu kau tidak akan bisa menolakku, Alexa." Ray dengan nada percaya dirinya berusaha menahan rasa menang di hatinya. Baginya, jika Alexa menerima tawaran ini, maka semuanya akan berjalan lancar. Seperti dugaannya.

"Temui aku di apartemenku. Alamatnya akan kukirim via pesan."

"Ayolah, kau hanya tinggal menjawab mau atau tidak, kenapa aku harus pergi ke sana dulu untuk mendapatkan jawabanmu?"

"Pertemuan malam ini akan menguatkan jawabanku. Apa aku menerima tawaranmu atau tidak." Alexa berdiri sambil mengusap dadanya yang binal tanpa sehelai kain. Mahakarya yang indah.

"Baiklah, aku akan tiba dalam 5 menit. Porsche-ku akan melaju secepat kilat. Pastikan kau siapkan jawabanmu karena aku tidak suka menunggu." Alexa tersenyum miring, kita lihat, apa juniormu bisa menahan godaan pelacur termahal ini?

Alexa pergi ke bathup untuk merenggangkan otot, tubuhnya seperti remuk karena tadi sempat melayani pejabat penting. Dia brutal dan tidak tampan, tapi uangnya tidak pernah habis. Itu yang membuatnya tetap melayani pria tua itu tanpa mengeluh. Bahkan uang sakunya yang baru saja didapat bisa saja ia gunakan untuk membeli satu mobil sport.

Pikiran Alexa terus berputar soal tawaran Ray si konglomerat, dia tidak mungkin menolaknya. Siapa yang tidak mau menikah dengan CEO Muda nan kaya raya? Disfungsi Ereksi? Itu bisa diatasi, dia hanya perlu uang pria itu, untuk kepuasan? Dia bisa mencarinya sendiri di luar. Lagipula dia tidak akan berani melarangku untuk terus melanjutkan bisnis haramku.

Di tengah pikirannya yang melayang-layang, bel pintunya berdenting. Baiklah, si Ray memang selalu menepati janji. Dia bahkan datang sebelum 5 menit. Alexa yang baru saja merasakan kenikmatan segera mengambil handul berbentuk kimononya, menggerutu sebentar lantas segera membuka pintu.

Benar saja, dia Ray dengan pakaian kasual yang membuatnya terlihat semakin tampan. Ah, andaisaja dia pria normal. Mungkin Alexa sudah menggerayangi tubuh kekar itu.

"Masuklah," ucap Alexa yang membuat sosok Ray melangkah masuk. Apartemen mewah itu diberikan percuma oleh salah satu pria yang biasa menyewanya. Dia pengusaha besar.

"Kau mau minum?" Ray menggeleng, isyarat matanya menyuruh Alexa untuk duduk bersamanya. Alexa lamtas duduk sambil menatap mata elang milik Ray. Dia memang setampan itu.

"Bagaimana? Kau setuju dengan tawaranku?" Ray mengangkat alis. Alexa tidak menjawab, tubuh sexynya justru mendekat ke arah Ray. Lantas duduk di atas pangkuan pria itu. Ray menatap datar wanita berdada besar itu, dia tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

"Kau akan dapat jawabannya setelah bermain denganku," bisik Alexa di telinga Ray yang seharusnya membuat pria mana pun segera beringas memangsa Alexa dengan pakaian terbukanya.

Alexa yang nakal segera meraba dada bidang Ray yang tersaji di hadapannya. Ray, dengan mata elangnya hanya menatap Alexa tanpa ekspresi. Meski begitu, Alexa tetap melanjutkan aksinya. Wajahnya mendekat ke arah wajah tampan pria itu. Bibir mereka bertautan, Ray ternyata membalas ciuman Alexa dengan begitu ganas.

"Berhasil," batin Alexa senang. Ternyata di luar dugaannya, Ray bukan pria aneh, dia pria normal yang akan tergoda dengan sosoknya. Cukup lama bibir mereka bertaut, saling berbalas dengan gigitan-gigitan kecil. Tangan Alexa nakal mulai menjamah bagian bawah milik Ray. Dia menghentikan ciumannya saat menyadari bahwa junior Ray tidak mengeras.

Dengan tatapan nakal, Ray segera menggendong tubuh sexy itu ke arah ranjang. Alexa tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Ray. Bukankah pria itu tidak bergairah?

Dengan cepat ia melemparkan tubuh Alexa ke atas ranjang, lantas tangan kekarnya mengunci kedua tangan mungil Alexa. Membuat Alexa berada di bawah kendalinya. Ekspresi Alexa masih bingung, tidak mengerti dengan yang dilakukan Ray.

"Wanna play with me?" Tatapan Ray sedikit nakal, Alexa yang masih bingung segera dikejutkan dengan rangsangan yang diberikan Ray dari balik kimononya. Satu tangan Ray tidak dibirkan menganggur dan berusaha mengobrak abrik bagian intim milik Alexa. Wanita itu hanya bisa melenguh nikmat, saat tangan besar itu bermain di bawah. Lenguhan Alexa tidak bertahan lama karena bibir sensual itu segera membekap bibir mungilnya. Oh, tidak, Alexa tidak tahu kalau ternyata Ray sebrutal ini.

Lima menit berlalu, Alexa sudah tidak tahan dengan gerakan tangan Ray yang tidak beraturan. Tubuhnya menggelinjang hebat. Keringat mengucur dari tubuhnya. Durasi cepat yang menguras tenaga. Melihat Alexa yang sudah mencapai puncak, Ray segera melepas kungkungannya dan berjalan keluar dari ruang kamar Alexa, kembali ke ruang tamu.

Alexa masih berusaha mengatur pernapasannya yang berat. Dia jelas lelah sekali, perasaannya campur aduk. Dia tidak mengerti sama sekali dengan situasi yang dia alami. Banyak pertanyaan muncul di benaknya tentang Ray. Itu tidak mungkin.

Sedangkan Ray segera mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Duduk dengan santai sembari menunggu Alexa keluar ruangan.

Dia tahu jawaban wanita itu, dia juga tahu betul bahwa Alexa tidak akan menyangka alasan di balik Ray memintanya menikah dengannya. Itu jelas di luar kendali Alexa. Tapi, mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Alexa keluar dari kamarnya setelah beberapa menit. Ray hanya menatapnya datar. Tanpa menunjukkan ekspresi apa pun. Wajah wanita itu terlihat memerah.

"Jadi, bagaimana? Kau setuju untuk menikah denganku?"

21+ Hubungan Tanpa Gairah Stories to obsess over. Discover now