[01]

1K 149 37
                                        

Udara pagi menyelimuti halaman rumah dengan kesejukan yang masih terasa lembut

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.



Udara pagi menyelimuti halaman rumah dengan kesejukan yang masih terasa lembut. Embun menempel di ujung daun kamboja yang tumbuh di sudut taman, sementara sinar matahari perlahan menyusup di antara tirai putih ruang keluarga. Rumah dua lantai bergaya modern itu belum sepenuhnya ramai, tetapi dapur sudah lebih dulu di penuhi aroma mentega dan roti panggang yang baru matang.

Di meja island dapur, Alea sedang menuangkan susu hangat ke dalam gelas kecil bergambar beruang. Gerakannya tenang dan teratur, sama seperti kebiasaannya setiap pagi. Sesekali ia menoleh ke arah panci kecil yang berisi sup krim jagung, memastikan apinya tidak terlalu besar. Rambut hitamnya yang panjang diikat sederhana ke belakang, memperlihatkan wajah cantiknya yang nyaris tidak tersentuh riasan. Ia hanya mengenakan kemeja linen berwarna putih gading dan celana panjang rumah berwarna krem.

Tidak ada yang menyangka kalau perempuan yang kini sibuk menyiapkan sarapan itu pernah menjadi salah satu perempuan paling di perhitungkan di dunia arsitektur.

Empat tahun lalu, nama Alea Maheswari hampir selalu muncul dalam proyek-proyek bergengsi. Desainnya beberapa kali memenangkan penghargaan, sementara jadwalnya penuh oleh pertemuan dengan klien dari dalam maupun luar negeri. Namun setelah  hamil Naura, Alea mengambil keputusan yang membuat banyak orang terkejut.

Alea mengundurkan diri.

Bukan karena dipaksa. Bukan pula karena Reynard melarangnya. Melainkan karena itu adalah keinginannya sendiri.

Alea ingin menikmati setiap proses tumbuh kembang sang putri tanpa merasa kehilangan momen-momen kecil yang tidak akan pernah terulang.

Keputusan itu pun sempat di tentang oleh banyak orang.

"Sayang sekali."

"Kariermu sedang berada di puncak, Al."

"Alea, kamu yakin mau berhenti?"

"Bagaimana kalau nanti menyesal?"

Alea hanya menjawab semuanya dengan senyum.

"Karier bisa aku bangun lagi suatu hari nanti. Tapi masa kecil anakku hanya datang sekali."

Dan sampai pagi ini, Alea belum pernah menyesali pilihannya.

Suara langkah kecil yang tergesa-gesa dari lantai dua membuat Alea spontan menoleh.

"Mama!"

Naura berlari sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya. Rambut panjangnya masih sedikit berantakan karena baru bangun tidur, sementara piyama berwarna kuning yang ia kenakan tampak sedikit kusut.

"Selamat pagi, tuan putri." Alea tersenyum hangat.

Naura langsung memeluk pinggang sang ibu.

"Apa Papa sudah pulang?"

"Papa dari semalam memang di rumah, sayang."

"Oh iya..." Naura menggaruk kepalanya sendiri sambil terkikik malu. "Naura lupa, Mama."

    RETAK || VSOOStories to obsess over. Discover now