Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

01 ; weirdo

178 21 5
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
























Bandung, April 2025.

"Tempat ini masih sama ya, nggak banyak yang berubah."

Setelah keheningan yang cukup lama terjadi, akhirnya salah satu diantara mereka memutuskan untuk membuka suara, guna menghilangkan suasana yang terasa menyesakkan itu.

Sementara gadis di depannya hanya diam, enggan merespon ataupun berbicara barang sepatah kata- ia hanya asyik mengaduk kopi yang sudah dingin itu, tanpa berniat menatap sang lawan bicara.

"Kuliah kamu gimana? Lancar kan?"

Hening. Tak ada jawaban.

"Kabar kucing kamu Mily gimana ya, kangen deh."

Masih hening.

Perempuan yang lebih tua itu benar-benar tak tahu harus apa sekarang, pasalnya gadis di hadapannya ini hanya diam bahkan setelah ia berkali-kali mencoba membuka obrolan untuk mereka. Hanya senyum kikuk yang bisa ia tampilkan di wajah indahnya.

Tangan kanannya terangkat untuk meraih cangkir kopi milik si gadis bermata kucing, membawa cangkir kopi itu ke arahnya, dimana tindakannya itu sukses mendapatkan atensi dari sang gadis di depannya.

"Udah lama nggak ketemu, masa kita mau diem-dieman gini? Banyak yang perlu kita omongin, kan."

"Iya."

Akhirnya, gadis di depannya itu merespon ucapannya. Sungguh, sudah lama sekali sejak terakhir ia mendengar suara Haerin, sangat rindu. Ia tersenyum senang, setidaknya ia mengetahui bahwa Haerin juga ingin berbicara dengannya. Syukurlah.

"So... How's life, Haerin?"

"Lo ngajak ketemu cuma buat ngomongin hal nggak penting kaya gini?"

Bukannya jawaban seperti yang ia harapkan, Perempuan itu- Minji, malah mendapat kalimat sarkas yang keluar dari bibir mungil milik Haerin. Senyumnya sedikit memudar, tapi tak hilang. Ia menggeser kembali cangkir kopi kepada pemiliknya, membuat Haerin mengernyit bingung melihat tingkahnya.

"Maaf ya, aku bingung harus mulai jelasin ke kamu dari mana. Tapi, aku beneran pengen tau kabar kamu selama ini. Kamu baik-baik aja kan?"

"Better than ever." Jawabnya singkat.

Haerin kini menatap lekat manik hitam milik Minji, tanpa ekspresi di wajahnya. Menantikan ucapan apa yang akan keluar dari mulutnya, mengingat begitu banyaknya hal yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Jadi, darimana ia harus memulai semua ini?


















・・・・☆・・・・☆ ・・・・
















Hiraeth Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang