Prolog

6 1 0
                                        

Setiap kita akan menjadi cerita

Setiap momen akan menjadi kenangan

Setiap catatan akan berisi kisah

Lalu setiap kisah

Akan menjadikan setiap tokoh nya sebagai orang zaman dulu yang hidup di masa lalu.

...

Langit sudah menghentikan tangisanya. Air masih tampak menggenang di sisi jalan dengan aspal basah yang menandakan sempat terjadi hujan. Dari kejauhan tampak dua sejoli masih setia berdiri dengan keterpakuan penuh di depan satu kafe kopi pinggir jalan di Jalan Lingka, Jakarta Pusat. Pintu kafe klasik yang terpampang papan bertulis Close itu menandakan kafe sudah tutup. Suasana juga sepi sekali.   Jika dihitung menit, mungkin sudah lebih dari dua puluh menit mereka disana, dengan ekspresi yang susah untuk di deskripsikan.

"Apa yang udah kamu lakuin, Fra..."lirih sang laki-laki. Ia menatap gadis yang berdiri dihadapanya dengan sorot mata kecewa dan juga... sesak. Sedangkan yang diajak bicara masih terisak ketika laki-laki itu kembali mengeluarkan pertanyaan yang sama. Apa yang sebernarnya terjadi?

Perlahan gadis itu berjalan mendekat. Namun laki-laki itu sigap mengangkat tangannya, yang berarti menyuruh gadis dihadapanya berhenti. Tentu saja tangisan gadis itu semakin deras. Dulu, kekasihnya tidak pernah seperti ini.

"Rangga? dia orangnya?" tanya laki-laki berhodie abu-abu basah itu dengan air mata yang terus turun satu persatu.

"Jawab, Fra... Rangga orangnya?" tanyanya lagi. Namun, gadis itu masih sama. Ia hanya diam dan menangis.

"Oke... aku tahu jawabanya. Tapi kenapa?"

Kenapa kamu ngelakuin ini, Fra.... Laki-laki itu menyeka air matanya. Perlahan tangannya merogoh kantong celana, mengambil benda pipih berwarna hitam dan menelpon seseorang.

"Jo, tolong jemput Afra di depan kafe Lost, jalan Lingka," kata laki-laki itu dengan rahang mengeras, lalu langsung memutuskan panggilan sepihak.

Gadis yang dipanggil Afra itu terkejut, tentu saja. Baru kali ini kekasihnya memperlakukan dirinya seperti sekarang. Rasanya sesak dan perih.

"Go..."

"Cukup, Afra. Aku tahu siapa 'dia'. Yang aku nggak habis pikir, kenapa kamu seperti ini, Afra.... kenapa kamu Arghhhh!!!"

Laki-laki yang dipanggil Go itu merasa gagal menjaga gadisnya. Ini bukan maunya.

"Kamu tahu, Fra... aku sayang banget sama kamu... aku izinin kamu untuk sama dia... tapi nggak gini, Fra!"

Kali ini Virgo memukul batang pohon besar yang tumbuh subur di depan kafe itu. Afra ingin mendekat, tetapi ia takut.  Afra jatuh terduduk. Ia menangis. Tidak peduli entah nanti orang akan datang dan protes atau tidak, Afra tidak peduli. Dadanya sangat sesak sekali, ia butuh pelampiasan.

Afra tidak pernah merencanakan jalan cerita hidupnya yang seperti ini. Ia juga tidak percaya terhadap apa yang terjadi. Namun, dirinya bisa apa? Nasi sudah menjadi bubur, dan penyesalan menjadi pemenang di hidupnya.

"Go..." panggil Afra kesekian kali dengan lidah kelu.

"Maafin aku, Go...." lanjutnya lirih.

Virgo menyugar rambutnya kasar. Ia bingung harus melakukan apa, kejutan yang diberikan Afra terlampau luar biasa! Virgo mengalihkan pandangannya saat lampu dan suara motor mengarah ke tempat mereka. Virgo tahu siapa itu.

"Jonathan akan antar kamu pulang. Aku pergi," ucap Virgo datar dan langsung menaiki motornya lalu pergi dari sana.

Sedangkan Afra yang ditinggal langsung terisak histeris. Dalam hati ia mengutuk 'dia', seseorang yang berhasil menghancurkan hidupnya. Disatu sisi ia meminta maaf sebesar-besarnya terhadap Virgo, kekasih yang ia khianati cintanya.

"Arghhh!!!"

Afra benci ini semua. Apa begini karma yang hanya cocok untuknya? Tidak adakah karma yang lebih baik? Semua menggelap dan tubuh Afra rubuh saat motor Jonathan sampai dihadapanya.

Otak Virgo sedang berperang. Ia mencengkram erat gas motor. Menancapkan kecepatan penuh menuju satu tempat, tempat yang berhasil menghancurkan segala-gala yang menjadi miliknya.

Virgo langsung turun dari motor saat melihat satu siluet manusia bumi yang dicarinya sedang duduk di depan kos. Orang itu menatapnya heran, namun Virgo tida"SIALAN LO RANGGA! APA YANG UDAH LO LAKUIN SAMA AFRA! BIADAB LO!" teriak Virgo dan menarik kerah kemeja Rangga lalu melempar tubuh itu ke atas tanah yang tentunya masih basah.

Virgo berjalan mendekat ke arah Rangga dan memukul laki-laki itu tepat di rahang.

"KENAPA LO NGELAKUIN HAL HINA KAYAK GITU BRENGSEK!"

Virgo memukul Rangga kesekian kali dengan membabi buta. Sungguh ia sangat marah pada laki-laki dihadapanya sekarang!

Rangga hanya diam. Rangga mengerti kenapa Virgo bisa semarah itu, Afra pasti sudah menceritakannya. Jauh di lubuk hati Rangga, sebenarnya ia juga menyesal atas semuanya.

"GUE NYESEL ENGGAK JADI BUNUH LO WAKTU ITU! SEHARUSNYA GUE BUNUH LO SETAN!"

Virgo menendang perut Rangga, tidak peduli dengan kondisi Rangga yang sudah babak belur, bahkan mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Lo tahu? Afra sayang banget sama lo, sialan! Tapi apa yang lo lakuin ke dia? Lo argghhh!!"

"Brengsek!"

Virgo menghajar tanpa ada niatan untuk berhenti. Setelah cukup puas, ia langsung berjalan ke arah motornya berdiri. Bagaimanapun Rangga tidak boleh mati, karena Virgo harus membuat Rangga merasakan 'setengah mati' berkali-kali. Harus! ungkapnya dalam hati.

"Gue nyuruh lo jaga Afra sialan! Gue udah baik-baik ngasih lo kesempatan, tapi apa yang lo lakuin! Kali ini, kalau lo berani deketin Afra lagi dan lagi, jangan salahin gue, kalau ancaman gue yang dulu benar-benar jadi kenyataan."

Virgo meludah, ia menaiki motornya dan pergi dari sana.

Rangga yang ditinggal masih terbaring tak berdaya. Tubuhnya sangat remuk, hatinya juga. Ia meneteskan air mata saat ingat perbuatan yang sudah ia lakukan pada gadis itu. Rangga menyesal, sungguh. Namun, Rangga tidak tahu harus bagaimana.

Jangan mengatakan jika Rangga tidak menyayangi Afra. Afra adalah satu orang yang benar-benar berhasil mendapatkan kasih sayangnya. Namun, keadaan memaksa dirinya untuk musnah. Rangga takut, jika ia bersama Afra... gadis itu juga akan musnah. Rangga tidak mau hal itu terjadi.

Rangga lantas terduduk dan memeluk kakinya sendiri. Ia menangis, rasanya semua masalah yang terjadi sudah seperti bom atom yang siap meledakkan kepalanya. Rangga lelah dengan semuanya.

TBC+

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 16, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

30 Detik (Segalanya Mulai Berubah)Stories to obsess over. Discover now