SATU

13 2 1
                                        

Hari ini begitu cerah, Sinar Matahari yang menyilaukan itu masuk kecelah-celah jendela rumah Alexa, Ya! gadis yang sedang tertidur lelap diatas kasur dengan selimut yang menyelimutinya membuatnya tak bergeming sedikitpun, padahal suara berisik dari rumah dan gemuruh suara kendaraan yang sibuk berlalu lalang itu adalah tanda semua makhluk didunia ini sangat sibuk.

Tok,Tok,Tok

"Ya Ampuunn Alexaa Bangunn!" Teriak seseorang dibalik pintu tersebut, Alexa tak mengetahui bahwa seseorang yang teriak itu adalah Ibunya yang sudah beberapa kali bolak-balik untuk membangunkan Alexa tapi ternyata ia tak kunjung merespon, ibunya sudah kesal karena jika tidak seperti ini, yang disalahkan dia juga pastinya. "Dasar Kebo, masa anak gadis jam segini belum bangun juga sih?" Sambungnya masih dengan teriakannya, sambil menggedor-gedor pintu tersebut.

Kreeekk...

Pintu itu langsung terbuka dengan lebar, Alexa berdiri disana dengan wajahnya yang syok dan menepuk jidatnya sambil berteriak "BU! ya ampuun kok ga bangunin aku dari tadi sih!" Ibu Alexa yang masih di posisinya itu langsung menunjukan ekspresi kesal ingin sekali ia menjitak kepala anaknya itu.

"kamu tuh yah, dari dulu sampai sekarang ga ada berubahnya kesiangan mulu, nyalahin ibu lagi."  Ucap ibu Alexa sambil mengacungkan telunjuknya kedepan muka anaknya itu dan langsung pergi dari hadapannya untuk menyiapkan sarapan buat Alexa, Alexa yang tak menghiraukan ucapan ibunya itu pun langsung menutup pintu dan buru-buru untuk berangkat kerja.

"Ya ampun ini sudah jam berapa? bisa-bisa kena semprot nih." Sambil tergesa-gesa Alexa mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja, tak lama setelah itu, Alexa langsung lari ke arah dapur untuk sarapan, tapi saat ia melihat jam yang melingkar dipergelangan tanganya yang sudah menunjukan Pukul 08:20 WIB ia urungkan niatnya untuk sarapan di kantor saja, tapi saat Alexa sudah di dapur ia tak melihat ibunya, kemana dia?

"Buu Alexa berangkat dulu yaah, sarapannya aku bawa saja." Teriak Alexa sambil berlarian kecil untuk mengejar waktu, ibu Alexa yang sedang menjemur di ruangan laundry mendengar anaknya pamit langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, ini bukan sekali dua kali Alexa kesiangan terlalu keseringan.

"Hati-hati jangan lupa sarapannya dimakan yah." Ucap Ibu Alexa

"Okeeyy." Teriak Alexa sambil menutup pintu rumah dan langsung menuju garasi untuk menghidupkan mobilnya. Alexa mengehela nafas panjang dan langsung melajukan mobilnya, di perjalanan ia sesekali mengecek penampilannya di mobil karena berdandan pun sudah tidak ada waktu dia mengernyit ngeri melihat mukanya yang pucat ia lupa mengoleskan lipstik ke bibirnya tersebut, buru-buru ia mengoleskan lipstik tersebut dan merapihkan rambutnya.

Dering ponsel Alexa berbunyi, Alexa langsung melihat Handphonenya yang ia simpan di jok sebelahnya, sambil melihat situasi didepannya Alexa meraih Handphone tersebut dan menjawab telpon tersebut. "Alexaaaa matilah kaauuu Mr. Pratama sudah datang!" Alexa melotot sekaget-kagetnya ia panik "Seriussss?" Jawab Alexa "gimana inii? kamu dimanaa? berkasnya amaan? Ya Tuhaann kamu tuh yah sudah diancang-ancang untuk jangan terlambat, tetap aja seperti itu."  Suara panik tersebut membuat Alexa kesal juga.

"Isshh kamu jangan panik gitu doong aku juga ikutan panik niih, ini aku lagi dijalan Ra, bentar lagi nyampe, Okey? pliss aku mau fokus nyetir dulu dan kamu kasih tau aja kalau aku sedang menyiapkan berkasnya yah." Ucap Alexa sambil meringis ia juga sangat panik, karena kebiasaan buruknya yang suka kesiangan ini kerjaanya jadi berantakan.

"Yasudah Cepetan Yah."  Ucap yang ditelpon, sambil menutup telponnya. Alexa mengehela nafas berat ini benar-benar hari paling penting, gimana tidak di Perusahaan tempat ia bekerja sekarang akan mengadakan rapat proyek yang sangat besar apalagi kolega-kolega bisnis dari Mr. Pratama akan datang untuk melihat presentasi proyek tersebut, belum lagi Perusahan yang terlibat didalamnya, matilah akuu, batin Alexa.

Tidak lama setelah itu, Alexa sudah sampai di tempat ia bekerja, gedung yang menjulang tinggi itu dilapisi oleh kaca keseluruhannya, interior maupun eksteriornya pun sangat modern dan juga gedung itu sangat luas, orang yang pertama kali kesini tanpa dibimbing pasti akan tersesat, dan Alexa pun sering sekali mengalaminya walau dia sudah lama bekerja disini, Aneh Bukan? Perusahan tempat ia bekerja bisa dibilang sudah sangat sukses banyak yang ingin berlomba-lomba ingin masuk ke sini, mau itu bekera atau kerjasama antara perusahaan dan masih banyak lagi, kolega bisnisnya pun juga sudah mendunia.

Alexa buru-buru kelantai yang sekarang mungkin rapatnya sudah dimulai, Ya Tuhan lindungi aku dari segala kesialan, Alexa berdoa agar ia dapat mukjizat dan tidak ada acara dimarahi oleh atasannya itu, sambil  berdoa dalam hati Alexa juga sambil mengecek kembali berkasnya yang ia bawa dan juga segera berjalan cepat ke arah ruangan tersebut.

"Alexa!" Alexa menengok ke arah yang memanggilnya tersebut dan langsung mengehela nafas lega itu sahabatnya yang tadi menelponnya, ia buru-buru ke arah sahabatnya dan menyapanya balik, "Clara, Mr. Pratama sudah masuk? rapatnya sudah mulai kah?" Tanya Alexa dengan rasa khawatir. Yep! Clara Evania ia adalah sahabat Alexa sejak kuliah dulu, sampai saat kerja pun mereka selalu bersama dan mendapatkan kerjaan di Perusahaan ini.

"Kamu Nanya?" Ucap Clara sambil nada yang mengejek "Kamu itu yah untung aja pak Mr. Pratama lagi ada tamu jadi rapat belum dimulai." Sambungnya sambil menyubit tipis ke arah Alex, Alexa meringis atas cubitan sahabatnya itu sambil menghela nafas lega, akhirnya kayaknya ini adalah keberuntungan Alexa.

"Terimakasih Ya Tuhan kamu memang yang terbaik."  batin Alexa

"ini adalah keberuntungan aku." Ucap Alexa sambil mengibaskan rambutnya dengan bangga.

"Keberuntungan apa?" tiba-tiba saja suara tajam itu langsung membuat bulu kuduk Alexa berdiri, dibalikan badannya dan Alexa sangat-sangat terkejut melihat Mr. Pratama berdiri tegap di hadapannya sambil mentap dengan tajam dan dingin ke arah Alexa. Tamat sudah riwayatku batin Alexa sambil menunduk dan menutup matanya rapat-rapat saking kagetnya tidak sadar bahwa sahabatnya Clara sudah meninggalkannya disana.

"Sialan kau Ra, awas aja yah kamu!" Alexa kesal dan tidak tahu harus bagaimana lagi.

"Apakah kau mengetahui kalau setiap pegawai disini harus menaati semua peraturan yang ada apalagi yang namanya Disiplin, aku tau kamu mengetahui itu." Ucapan Mr. Pratama yang begitu dingin membuat Alexa gugup dan ia tak bisa berkata-kata lagi karena saking syoknya di peringati oleh atasannya apalagi di depan banyak karyawan seperti ini, pasti sekarang dia menjadi pusat perhatian, Alexa hanya mengangguk pelan tidak berani menatap Mr. Pratama yang kini mungkin menatapnya begitu tajam.

Wajar emang Mr. Pratama melakukan hal ini untuk memperingati karyawannya yang lalai dan tak Disiplin dalam pekerjaan apalagi di hari yang sangat penting, Ketahuilah Alexa kini sudah keringat dingin dan takut kalau tiba-tiba saja bossnya itu akan mengeluarkan kalimat-kalimat yang Alexa tidak ingin dia dengar, kalian pasti tau kalimat "Mulai hari ini kamu sudah ku bebaskan dalam pekerjaan." atau ga "Hari ini aku pecat kau." duuhh, mengingatnya juga sudah membuat Alexa lemas.

Clara yang melihat sahabatnya itu hanya meringis ketakutan dan cuman mampu berdoa saja, ia juga tidak bisa berbuat banyak kepada sahabatnya itu, karena ia sendiri pun takut "Maafkan aku ya Alexa." ia hanya bisa melihat sahabatnya itu dari jauh.

>>>>>>>>

HAi GUYS SETELAH HIATUS LAAMAA BUANGEET, AKU AKHIRNYA INGIN KEMBALI KE DUNIAKU HAHAHA, KALAU BOLEH TAU ADA YANG KANGEN GA SAMA AKU? AKU JUGA LAGI MEREVISI I'M YOUR MATE GUYSS JADI JANGAN LUPA YAAH BACA JUGA CERITA AKU YANG FANTASY

TAPI AKU INGIN MULAI BUAT CERITA GENRE TERBARU WKWK MUDAH-MUDAHAN KALIAN SUKA YAAH, JANGAN LUPA DI VOTE DAN JUGA DI KOMENNYA YAH AKU JUJUR SUKA BANGET NGEBACA KOMENAN KALIAN HIHIHI.


SEE U GUYS :*


You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 16, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ProblemWhere stories live. Discover now