Pagi itu seorang pria sedang sibuk bersiap-siap untuk pergi melakukan pentas barongan.
Ini pun bukan kali pertamanya ia melakukan pentas barongan. Dia memang sudah mengenal barongan sejak SD. Dan kini pun membarong sudah menjadi hobinya.
"Ayah, aku berangkat membarong ya?" ucap alfin sambil menyium punggung tangan ayahnya.
"Iya nak, hati-hati" sahut Dino-ayahnya.
Alfin pun mengendarai motornya menuju ke tempat dia melakukan pentas barongan.
Setelah sekitar 15 menit melakukan perjalanan, alfin pun sampai. Ia pun segera bersiap-siap untuk pentas.
10 menit kemudian musik berbunyi, pentas barongan dimulai. Banyak pengunjung yang menonton pentas barongan ini.
Di balik barongan...
"anjirr ada temen smp ku yang pernah aku sukai datang melihat pentas barongan ini, aku harus tampil yang terbaik kali ini agar aku bisa mendapatkan hatinya" ucap alfin dalam hati.
Alfin pun melakukan aksi membarong dengan sangat bagus hingga mendapatkan uang saweran dari orang-orang tak terkecuali ibu dari teman smp yang ia sukai.
setelah selesai pementasan..
Alfin pun menghampiri teman yang dia sukai itu.
"Halo salsa, apa kabar?" ucap alfin.
"Loh, alfin kamu liat barongan juga disini?" jawab salsa.
"Aku ikut pementasan barongan, yang tadi melakukan aksi itu" ujar alfin.
"Loh jadi itu tadi kamu? wihh keren banget" gumam salsa.
"Hehehe biasa lah, oiya kamu disini sama ibumu ya? dimana ibumu?" tanya alfin.
"Oh iya itu ibuku lagi beli minuman, katanya lagi haus" jawab salsa.
"Oh gitu, eh iya kamu ganti nomer ya? kok kayak ngga aktif gitu nomermu?" tanya alfin karena memang ia kerap mengirimi salsa pesan namun selalu saja pesannya dia centang 1.
"Iya soalnya nomerku yang lama udah hangus" ujar salsa.
"Oh gitu, boleh ngga aku minta nomermu? ya buat menyambung silaturahmi aja" ucap alfin dengan harapan ia bisa mendapatkan nomer orang yang dia sukai itu.
"Boleh kok, catat ya 082335678901" ujar salsa memberikan nomernya.
"Oke noted, makasih ya" jawab alfin.
"Salsa, ibu udah selesai beli ini. ayo pulang" ujar ibu salsa yang muncul tiba-tiba sambil membawa es teh.
"Loh temennya salsa ya, kamu?" tanya nina-ibu salsa kepada alfin.
"Iya bu, saya teman smp nya salsa" jawab alfin.
"Oalah gitu, namanya siapa nak?" tanya nina.
"Saya alfin, bu" jawab alfin.
"Oiya bu, makasih ya uang sawerannya tadi"
"Uang saweran? loh itu tadi kamu yang ngelakuin aksi waktu pentas mbarong tadi?" tanya nina.
"Iya bu, hehehe" ujar alfin.
"Wah kamu ini masih kecil tapi udah hebat lho, udah bisa cari uang sendiri. Ibu kagum sama kamu" ucap nina.
"Ah ibu bisa aja, saya begini karena ingin meringankan beban orang tua saya bu" ujar alfin.
"Wah bagus itu, punya tujuan meringankan beban orang tua. Salsa kamu harusnya mencontoh alfin, mau membantu orang tuanya" ucap nina.
"Iya iya bu, kan aku juga lagi berusaha meringankan beban ibu" jawab salsa.
"Yaudah, saya sama salsa pamit pulang dulu ya nak alfin. Kapan-kapan main ke rumahnya salsa juga boleh loh" ujar nina.
"Oh iya bu, hati-hati ya" jawab alfin.
"Duluan ya fin" ujar salsa sambil melambaikan tangan kepada alfin.
"Iya, hati-hati" jawab alfin dengan membalas lambaian tangan dari salsa.
"Demi apa, gue dapat nomernya salsa mana bisa ngobrol lagi sama ibunya" gumam alfin.
Awan menghitam. Alfin pun segera pulang ke rumahnya sebelum hujan turun.
"Ayah, aku udah pulang" ucap alfin sesampainya di rumah.
"Habis darimana kamu? kok ngga ngajak aku" tanya alfan-kembaran alfin.
"Lah lo kan tadi keluar sama temen lo, ya gue pergi sendiri lah" jawab alfin.
"Iya juga sih, lo habis mbarong ya?" tanya alfan.
"Iya, mumpung lama ga dapat job" ujar alfin.
"Wih dapat duit berapa lo, traktir gue bisa kali" ucap alfan.
"Ga mau ah, uangnya mau aku tabung" ujar alfin meninggalkan alfan.
Alfan hanya menggerutu karena sikap kembarannya itu.
