Sweet Seventeen

10 3 4
                                        

hai hai semua, welcome back to me!!
hehe pasti semua pada nungguin yaa maap author capek+sibuk ngurusin yang lain
nah sekarang saatnya kalian baca
happy reading all❤❤
tandai typonya

Bandung, 07 November 2024
Saat ini di kota yang tenang, seorang pemuda terdiam dan menikmati malam yang tenang, baginya hari ini ialah hari yang paling ia tunggu-tunggu, yaitu sekarang malam pergantian usianya menjadi 17 tahun yang menurut orang lain sangat main, tetapi bagi pemuda itu tidak.

Malam ini malam yang sangat indah menurut galaksi, bulan sangat memancarkan sinarnya yang cantik, dan bintang bertaburan di langit malam ini, galaksi melihat loockscreen handphone-nya, jam tepat menunjukan pukul 00:00 AM, Galaksi tersenyum, tetapi hanya sebentar dan ia memalingkan pandangan keluar jendela kamarnya.

"happy birthday 17 years after I was born into the world"

Galaksi berkata sambil berjalan ke balkon kamarnya, Galaksi menghela napas panjang, dan ia mengeluarkan cairan bening yang dari tadi ia tahan, tiba-tiba tangisan itu menjadi sangat mendalam yang pernah Galaksi keluarkan.

"Hari ini apakah papa akan menyayangiku?? ya aku tau papa sangat sangat membenciku tapi apakah ada rasa kasih sayang kepadaku??? bulan, hari ini apakah aku sanggup melalui hari-hari ku yang gelap sendirian tanpa rasa kasih sayang kepadaku?? kau sangat beruntung bulan, kau sangat disukai banyak orang, tapi berbanding terbalik pada ku, tapi aku sangat bersyukur karna memiliki Abang yang sangat sayang terhadapku melebihi apa pun, terimakasih bulan karna sudah mendengarkan sampah yang tidak berguna ini".

Begitu perkataan dari Galaksi, sambil menghela napas panjang lagi, ia melihat X seorang pemuda yang berulang tahun sama dengannya yaitu Langit Bagantara Alam, seorang anak dari CEO yang terkenal di kota Galaksi, dan beruntungnya Galaksi satu sekolah dengannya.

"Langit punya kembaran??? kok aku baru tau??? semoga cepat di pertemukan" ujar Galaksi

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Langit punya kembaran??? kok aku baru tau??? semoga cepat di pertemukan" ujar Galaksi

abang dari Galaksi penasaran dengan adeknya langsung kekamar Leo penasaran sedang apa yang dilakukan adeknya ditengah malam begini, oh iyaa Leo baru ingat, kan sekarang Galaksi hbd ya, kejutin ah hihii, itu lah yang ada di pikiran Leo

"dorr, ngapainn dek malam-malam gini diluar, ntar ada yang nempelin kamu loh"

"ishh abang mahh ngagetin ajaa, gapapaa gala terbangun aja tadii makanya nyari angin diluar" ujar sang adik berbohong

" iya-iya maaf, gausah bohong dek, kamu hbd kan sekarang?? Happy birthday yaa, sebentar Abang punya sesuatu untuk kamu jangan kemana-mana dek ntar ilang" ujar Leo sambil berlari ke kamarnya .

"iyaa bang makasihhh yaa, iya iyaa galaa disini aja, cepet bang nantii ada kuntii!!!" ujar galaksi bercanda

Tidak butuh waktu lama Leo kembali ke kamar Galaksi dengan membawa kue ulang tahun yang tidak terlalu besar lengkap dengan lilin dengan peralatan yang lainnya.

"Happy birthday Galaksi adeknya abang, maaf ya cuma segini yang mampu abang ngasih ke kamu soalnya abang lagi bokek" ucap Leo sambil menghidupkan lilin diatas kuenya.

"iy abang makasih yaa, gapapaa bang ini sudah lebih dari cukup untuk kita berdua".

Dan mereka berdua menikmati kue dengan ketenangan malam yang indah.

Tidak terasa pagi sudah menghampiri bumi dan seisinya, Galaksi sedang bersiap-siap pergi ke sekolah, ia dan Leo terpaut usia 5 tahun sekarang Leo 22 ganjn sedang berkuliah di Yogyakarta

Baru saja dia mau keluar dari pintu kamarnya, papanya sudah menunggu didepan pintu, dengan wajah marahnya ke arah galaksi, dan galaksi menunjukan wajah datar, galaksi bertanya.

"ada ap---"

Belum sempat galaksi bertanya dirinya sudah mendapat tamparan dari papahnya.

"apa lagi kesalahan Galaksi kali ini??" ucap Galaksi kepada papahnya.

"bertanya lagi kamu!!!, vas kesayangan mamah, kamu yang mecahin kann!??? jawabb jangan diam aja kamu!!!

Yaa, lagi dan lagi dia difitnah oleh adeknya yaitu Nathan dan mendapat cacian dari papahnya, beginilah makanan Galaksi sehari-hari

"iya, Galaksi yang mecahin."

"bener-bener ya kamu, tidak tau cara berterimakasih anak si*lan*

"betul pan dia anak pembawa sial di keluarga ini" ucap si pengadu domba

papa Nathan, siap-siap dengan peralatannya mulai memukul Galaksi berkali-kali sampai" Galaksi kehilangan kesadaran

"ayo Galaksi berdiri, orang lemah kagak kamu harus dikasih pelajaran hahahaha" ucap Lorenzo sambil diiringi dengan tawa

bugh

bugh

bugh

bugh

"Bagus nak, kamu semakin kuat.. papah nggak kuat melihat ini, maafkan papa ya gala?? papa harus melakukan ini demi keadaan, dan suatu saat nanti kamu akan mendapatkan kasih sayang yang luar biasa". Gumam papahnya Galaksi

dan terakhir kali papanya memberi pukulan dia sudah tumbang dengan kesakitan yang luar biasa dia sudah tidak sadar, tapat saat itu Leo sudah pulang berjalan-jalan keluar rumah.

"GALAKSI!!!!! APA APAAN INI!!!! NATHAN?? PAPA?? KALIAN APAIN GALAKSI??? PAH! DIA JUGA MANUSIA BUKAN HEWAN, KALAU DIA KENAPA MENAPA AWAS KALIAN!!!"

"Halah, lebay kamu, dia tidak apa apa itu masih kuat, serah kamu mau ngapain sama anak beban itu saya tidak mau bawa dia kerumah sakit"

"kak Leo apaan sih kok malah bela anak jelek itu, yaudah serah sih, siapa suruh ikut campur di keluarga ini" ujar Nathan dengan keras tetapi sangat ragu untuk mengatakannya

"apa sih pahh?? dia terluka karena papa.." ujar Leo dengan tatapan yang sendu

"DIAM!"

"papa?? kenapa papa sekarang berbeda??"

"maaf...Leo papa akan memberitahukannya setelah keadaan sudah membaik, maaf..." ucap Lorenzo dengan mata yang berkaca-kaca

"keadaan apa paaa!??? jawabb?? padahal papa dulu orangnya humoris.." ucap Leo

"... Leo huh, sekarang papa tidak bisa memberitahukannya tunggu saja ga nak??, papa minta tolong jagain Galaksi yaa???" diam Lorenzo, dia tidak bisa membantu Galaksi, karena ada hal yang melarangnya.

"yaudah pa,, kalo itu pasti, Leo akan menjaga Galaksi"

"bertahan ya, Abang akan mengobati lukamu itu yaa???" ucap sang kakak sambil berlari ke kamarnya dan mengambil kotak p3k yang selalu tersimpan di kamarnya

setelah mengobati lukanya galaksi, Leo kembali memeriksa keadaan adeknya itu

"galaksi?? sanggup kamu kesekolah?? kalo ngga sanggup dirumah saja yaa?? Leo sangat khawatir sehingga memengaruhi emosinya yg sedikit posesif

"iya bang, gala sanggup, tapi Abang mau antarin gala?? ucap galaksi menahan rasa sakit

"iya gala boleh, ayo"

"oke bang"

Mereka berdua ke sekolah galaksi dengan motor kesayangan kakaknya

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 17, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Galaksi dan lukanyaStories to obsess over. Discover now