Bab 1

12.6K 339 3
                                        

Happy Reading..



KRRIIINNNNGGGGG!!!!!!

tepat jam 06.00 alarm berbunyi, membuat gadis cantik yang nyaris sempurna ini terganggu dari mimpi indahnya "duhh, ganggu banget sihh.. arrghhh!" gadis itu dengan cepat mematikan alarm yang menggangunya, kemudian melanjutkan tidurnya.

TOK TOK TOK!!

"KAK SHANII!!! BANGUUNNN!! KATANYA JANJI PAGI INI MAU AJAK AKU JALAN-JALAN KE ALUN-ALUN KIDUL?!!" Mutiara yang kerapkali dikenal dengan panggilan Muthe, gadis berusia 16 tahun yang tak lain merupakan adik perempuan kesayangan Shani itu berteriak sambil menggedor-gedor pintu mengganggu tidur Shani.

"ASTAGA DEEKKK.. IYA IYA BENTAARRR" teriak shani dari dalam kamar "duh.. ner bener ya! punya adek gabisa dikasi janji, langsung aja di tagih kek debt kolektor" gumam Shani sembari bangkit dari kasurnya, ia bergegas turun ke dapur, merasa tak ada siapa² didapur, Shani pun melanjutkan langkahnya ke ruangan tengah, duduk di sofa yang menghadap tv dengan wajah yang sangat kusut.

"emangnya Shani harus banget ngajak Adek ke alun-alun sepagi ini ya Mah?" tanya Shani kepada Yona sang Mamah

"Iya sayang.. kalo ga pagi ini ya mau kapan lagi? toh besok pagi Mamah, Papah sama Adek harus berangkat pulang ke Jakarta, kesian Koh Henri sama Krishna kalo kelamaan nunggu" jawab Yona yang tersenyum mengarah kepada Shani .

"tapi kan Shani bisa ajak Adek nanti sore?" bujuk Shani kepada Mamahnya, Yona terkekeh melihat gadis kecilnya yang sudah beranjak dewasa itu, kini membujuknya karna harus menemani sang adik untuk sekedar jalan-jalan ke tempat yang mengesankan bagi para pendatang, namun sudah sangat biasa bahkan nyaris membosankan dimata Shani.

"kamu lupa kalo sore nanti kamu ada janji ketemu sama temennya?" seketika Shani tersentak, ia lupa kalau sore hari ini Shani harus menemui temannya yang sedang ada kunjungan di Jogja dan berusaha menyempatkan waktu untuk menemui dirinya, untung saja dirinya sudah mempersiapkan beberapa hal untuk menemui teman lamanya itu..

"iya iyaa.. yaudah deh, Shani siap² sekarang" ucap Shani lemah sembari menuju kamar untuk bersiap, membuat Muthe sang adik mengangkat kedua sudut bibirnya menunjukkan alangkah bahagia dirinya hari ini karena sang kakak mau menemaninya, sekalipun sang kakak terpaksa? tentu saja Muthe tidak memedulikan hal itu, yang terpenting adalah ia jadi pergi ke tempat yang sangat ingin ia kunjungi.

Diperjalanan..

"Kak Shani.." panggilan Muthe yang hanya dijawab Shani dengan berdehem tanpa menoleh kepada sang adik yang memanggilnya "Kakak gamau ikut tinggal di Jakarta? seru lohh" lanjutnya, yang membuat Shani terkekeh kecil hingga menampakkan lesung pipi nya

"emang ada apa sih di Jakarta? ga bosen ngajak Kakak buat tinggal di Jakarta terus?" jawab Shani yang justru melemparkan pertanyaan kembali kepada sang adik

"yaa.. pasti seru aja gitu, kalo kita bisa tinggal sama² di Jakarta, ngumpul bareng sama Papah, Mamah, Koh Henri, Kakak, Koh Krishna, sama Muthe. kek keluarga orang² gituu.." jawab Muthe jujur.

Selang beberapa menit karena tak kunjung menjawab pertanyaan sang adik, Shani pun memecah keheningan "kalo Kakak tinggal di Jakarta, kuliah Kakak gimana? yang handle kerjaan papah di Jogja juga siapa coba? masa ditelantarin gitu aja?" tanya Shani membuat Muthe berpikir sejenak lalu mengiyakan apa yang dimaksud oleh kakaknya

"iya juga sih.." jawab Muthe sambil menghembuskan nafasnya kasar lalu menyandarkan punggung dan kepalanya ke jok mobil milik kakaknya

"lagian Kakak juga udah nyaman tinggal di Jogja, dari masih SD tinggal dirumah bareng Oma Opa sampai udah kuliah sambil kerja dan bisa tinggal sendiri diapartemen sekarang" lanjut Shani

"kenapa ga netap bareng Oma Opa aja?" tanya Muthe

"pengen lebih mandiri aja sih" singkat Shani.

terlalu larut pada obrolan singkat mereka, tak terasa Shani dan Muthe telah sampai ditujuan mereka yaitu Alun-alun Kidul Yogyakarta yang sangat ingin Muthe kunjungi. Disana Shani menemani sang adik untuk berfoto", berkeliling" sambil jogging, makan zuppa soup, hingga terik matahari mengenai kulit tubuh Shani dan sang adik.

"Kak, kita balik aja yuu.. udah mulai panas niihhh, Muthe gamau iteemmm" rengek Muthe seperti anak kecil yang membuat Shani terkekeh karena adiknya kini terlihat sangat menggemaskan

"haha apaan sih sok imut begitu, iya iya yauda buruan sana lari masuk mobil, ntar Kakak nyusul" jawab Shani menyerahkan kunci mobilnya pada Muthe, Muthe pun bergegas lari menuju mobil meninggalkan Shani ditengah lapangan alun-alun

Shani melihat isi ponsel genggamannya, melihat pesan" email yang masuk dari perusahaan ayahnya sambil berjalan menuju mobilnya dengan santai

BRUKK!!!

tak sengaja Shani menabrak seorang gadis yang ternyata sedang berbungkuk untuk membenarkan ikatan tali sepatunya yang terlepas, sepertinya gadis itu terlihat lebih muda dari dirinya

"awsshhh! KALO JALAN PAKE MATA BIAR FOKUS!" bentak gadis itu kepada Shani

"salah sendiri jongkok ditengah jalan." jawab Shani datar

"dih? bantuin gw bangun cepet!!" ucap gadis itu yang disambut uluran tangan oleh Shani, membantu agar gadis itu dapat bangkit dari duduknya

tubuh gadis itu tersentak saat melihat orang asing yang telah menabraknya justru malah membungkuk kebawah mengikat tali sepatunya dengan erat, belum habis gadis itu tersentak karena tali sepatunya diikatkan, kini kekagetannya bertambah saat tangan halus dan lembut yang tadi telah membantunya bangkit dari duduknya itu menepuk" kecil lutut gadis itu, menghilangkan sedikit kotoran debu yang mengotori celananya

"lain kali kalo mau berenti jangan ditengah jalan, kan ga lucu kalo yang lewat malah truk" tegur Shani datar kepada gadis itu

belum sempat gadis itu mengucapkan terimakasih, Shani bergegas meninggalkan gadis itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun sambil berlari kecil menyeberangi jalan

sesampainya Shani di mobil, Shani langsung masuk ke tempat duduk pengemudi

"kok lama?" tanya Muthe kepada Shani

"habis kesandung batu." jawab Shani terkekeh

Shani dan Muthe pun kembali meninggalkan tempat yang sangat berkesan menurut Muthe..

__________

hai!! ini cerita pertama aku, semoga kalian suka yah!! jangan lupa vote dan komen biar aku rajin up next chapter nya♡

Only You - GreShan Where stories live. Discover now