Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Ketemuan!

410 19 1
                                        

"sring!" Terdengar sebuah lantunan gesekan pedang.
"sring!" Terdengar tidak hanya sekali, membuat seorang bersurai biru tosca dengan mata biru laut itu menoleh ke arah asal.
"sring" suara itu kembali berbunyi, pria dengan ciri khas birunya itu langsung mengubah pose duduknya menjadi berdiri tegak, yang tadinya sedang menikmati kesunyian alam justru malah mendengar suara gesekan pedang, bukannya terganggu justru dia malah penasaran.
Dalam sekejap dirinya tiba-tiba menghilang dilanjutkan muncul ke asal suara pedang tersebut, perlahan ia mengintip dari balik bebatuan, dilihatnya seorang lelaki bersurai hitam bermata hijau jika gua gak salah namanya saryu.. yang kelihatannya tengah sparring dengan bocah berambut coklat dengan sedikit helai putih.

"hmm?, oalah sparring, gua kira apa coba!, oh yaampun,bocah itu gak bisa kah dia ngegunaiin teknik lain selain bertahan kah??" Gumamku yang masih asik melihat mereka berlatih, singaktnya beberapa menit kemudian pria bernama Saryu itu pergi meninggalkan bocah prik itu, jujur gua pengen langsung nyamperin tuh bocah,
Gua kira sih dia bakalan ngerengek soalnya kalah sparring tapi ternyata dia malah lanjut latihan meski seorang diri, ini membuat ku semakin tertarik, jadinya yaaa ku putusin buat tetep ngintipin dia diem diem.

sampe gak kerasa udah menjelang malem, disini gua mutusin buat keluar terus nyamperin tu bocah deh, bosen lama lama kalo cuman ngintipin.

"Masih Frustasi?" Ucap gua sebagai pembukaan.

"Frustasi apaan?"Bocah itu malah kembali bertanya.

"Gara gara kalah mulu ama Saryu" Jawabku pelan.

"Enggak, gua gak frustasi!"Jawab bocah itu, serius tidakkah dia bisa lebih sopan? Padahal disini jelas gua lebih tua darinya.

"Nih, biar gua kasih tau ya, tarung pakai pedang bukan sekedar gerakan yang bagus"Ucapku pelan.

"Maksudnya?" bocah itu kemudian mengambil dia langkah maju.

"Dalam pertarungan, memang gerakan dan teknik yang sempurna itu penting, tapi gak sepenting cara lu adaptasi ditengah pertarungan"Gua mencoba menjelaskan.

"Gua gak paham.., maksudnya?" bocah itu kembali bertanya.

"Nih gua tanya deh, lu udah sparring ama Saryu berapa kali?" Kini giliranku yang bertanya.

"Gak tau.., puluhan kali mungkin?, gak ngitung gua. . "

"Dan lu sama sekali gak pernah coba untuk beradaptasi dan improvisasi, kalo lu pake teknik yang sama terus, yaudah pasti gak bakal bisa menang lah dari dia"
"Coba litain ke gua semua teknik pedang yang lu bisa"Ucapku berniat mengajari bocah itu.

" Omong omong, siapa namamu?"bocah itu bertanya.

"Nama gua Azrealon, panggil aja Azre"

"Gua Genah".

________________________________________
Paginya~~

Disini seperti biasa gua gabut cuman bisa ngeliatin laut luas (sambil mancing sih) pengen ketemu Genah tapi khawatir malah ganggu latihannya, gua yakin dia bakal lanjut Sparring ama si Saryu.
Tenang banget disini, hanya ada gua yang lagi duduk nyantai dipinggir laut sambil nungguin ikan datang makan umpan, cuacanya sedang hangat, perlahan lahan gua memejamkan mata sampai gak nyadar ketiduran dengan sedikit menurunkan topiku hingga menutupi seperempat wajah, gak lama sih ketidurannya cuman 3 jam itupun gegara Genah tiba tiba dateng.

" A-Azre itu lu?"Suara familiar, lantas membuatmu sontak menoleh,

"Oalah Genah, sini!, omong omong kenapa lu tiba tiba dateng kesini lebih tepatnya gimana caranya lu tau gua ada disini?" Tanyaku yang masih fokus dengan pancingan.

"Aah, gampang itu mah, gua gabut aja sih, bosen jadinya yaudah pengen ketemu lu tapi gak tau ada dimana"
"Abistu gua keinget, pas tadi malem kita ketemuan pertama tuh, gua inget lu sempet bilang kalo lu hobinya mancing, jadi yaudah gausah cari ditempat tempat orang biasanya mancing" Jawab Genah santai yang kemudian duduk tepat disamping gua.

Vivan Au!!Stories to obsess over. Discover now