kisah seorang anak bangsawan bernama Anze yang terkena kutukan aneh saat berumur 3 tahun. Setelah terkena kutukan itu ia dipindahkan ke sebuah desa terpencil yang jauh dari perkotaan. Anze tinggal di sebuah mansion tua dengan para pelayan yang setia...
Saat itu kita bertemu di musim hujan, di bawah langit gelap. Kita bertemu saat umurku genap 6 tahun. Frey Vikone, puteri dari bangsawan Marquess Vikone. Frey pindah bersama keluarganya ke kota Drenthe setelah satu tahun berteman denganku.
Di tempatku berada selalu dilewati dengan musim hujan, aku hampir tidak pernah merasakan musim panas ataupun musim semi.
Namaku Anze Salma, aku berasal dari keluarga bangsawan Duke Salma. Tahun ini aku berumur 17 tahun.
Aku dipindahkan oleh ayahku di sebuah mansion tua yang berada di desa terpencil dan tempatnya sangat jauh dari perkotaan. Aku memiliki seorang Adik perempuan bernama Lizakiel Salma. Liza tinggal bersama ayah di kota Drenthe dan hidup bahagia layaknya keluarga pada umumnya.
Aku sudah tinggal di mansion tua ini dari saat aku berumur 3 tahun. Aku juga selalu merasa aneh saat melihat lukisan keluarga yang berada di ruang tamu.
Identitas keluarga Salma selama turun - temurun memiliki rambut berwarna hitam akan tetapi aku memiliki warna rambut berbeda yaitu putih, aku sangat berbeda dengan keluargaku yang lain.
Ayahku hampir tidak pernah mengirimiku surat atau sekedar bertanya kabarku, tapi Liza yang merupakan adik Perempuanku selalu mengirimkan surat kabar dan keadaan di kota Drenthe. Kami sering berbicara lewat surat yang di antar oleh burung merpati.
Saat ini aku melihat ke luar jendela kamar, hujan masih sama derasnya seperti biasa "Apa yang ku lakukan setelah ini....?" Aku berpikir untuk menghabiskan waktuku untuk membaca buku di perpustakaan mansion.
"Tuan Anze, tidak baik berdiam diri di rumah saja terus - menerus. Lebih baik setelah hujan reda anda jalan - jalan di luar dengan melihat taman"
Dia adalah kepala pelayan yang sangat dekat denganku, Kilian Asteria. Meskipun Kilian masih muda, dia merupakan pelayan yang sangat baik dan setia dengan ku.
"Kilian, kau bisa memanggilkan burung merpati pos kesini ?" "Tentu saja, tuan Anze"
Aku menulis surat untuk Lizakiel. Di surat itu aku mengatakan untuk tidak terlalu sering menghubungiku karena kak Frodium sebentar lagi akan pulang dari Paris.
~ Lizakiel P.O.V. ~
"Nona Lizakiel, ada kiriman surat dari tuan Anze" "Kak Anze mengirim surat !? Jarang - jarang kak Anze' mengirim surat lebih dulu. Apa isi suratnya ?" "Lebih baik kalau nona Lizakiel membacanya sendiri. Suratnya menggunakan stampel resmi keluarga Salma, jadi surat ini dikirim secara pribadi dari tuan Anze untuk nona Lizakiel"
Surat pribadi ? Apa yang akan kak Anze bahas dalam surat itu ? Apa undangan pesta minum teh ? Tapi kalo Anze bukan orang yang seperti itu. Kak Anze itu tipe orang yang tidak ingin ikut campur urusan orang lain, dia juga tipe orang yang malas untuk mengadakan dan menghadiri acara - acara pertemuan para bangsawan.
Aku coba buka saja suratnya siapa tahu kak Anze sudah berubah seperti putera bangsawan seperti pada umumnya.
Aku membuka suratnya dengan perasaan sedikit berharap dengan perubahan sikap kak Anze "Apa !? Kak Frodium akan pulang dari Paris !?"
Apa yang di pikirkan kak Frodium ? Apa yang dia rencanakan untuk kak Anze ? "Nona Lizakiel, tolong kecilkan suara anda. Akan berbahaya jika tuan Philip mengetahui bahwa anda sering menghubungi tuan Anze" "Yohan, siapkan kereta kuda. Besok kita akan pergi menemui kak Anze. Katakan kepada ayah kalau aku besok akan pergi untuk membeli daun teh yang baru sebagai alasan" "Baiklah nona Lizakiel"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.