malam ini

4 1 0
                                        

di suatu desa, seorang laki-laki duduk bersila dan merenungi nasipnya. dia duduk di teras depan rumahnya. dia menghirup cuaca yang segar, dan angin mulai menerpa seketika. kali ini dia bersama impiannya di masa lalu. dan dia, dan dia tak peduli apa yang dia hadapi kini, yang dia tau hanya bercia-cita. sekelebat awan menggulung sore menjadi malam. namun teh di hadapannya masih saja segar. 

9. 17 dia mengobrol bersama ibunya tentang   cita-citanya di masa depan. dan dia kini, tak tau jalan apa yang harus dia tempuh untuk menjalani harinya. ibunya sibuk memikirkan keadaan masa depannya. dan dia,  tak tau apa yang harus di lakukan. ibunya mendengar desus-desus dan pemuda kampung bahwa di salah satu kota banyak lowongan pekerjaan. 

"nak, apa kamu tak ke kota aja mencari pekerjaan." mereka ngobrol berhadap-hadapan. 

"Iya mak. aku juga mau ke sana. dan ingin melihat indahnya awan di kota".

dia ingin melihat keindahan para pelancong kota  yang ada di depan matanya. 

malam makin larut, namun obrolan mereka masih saja menggantung. ingin di selesaikan. namun kaki masih kesemutan. 

"apa yang menjadi motiasimu ke kota nak?"

aku ingin menjadi sang saudagar yang menjadi pemilik kota. 

"jangan terlalu sombong nak."





malam menjelang. sudah dua hari laki-laki itu mengobrol dengan emaknya. kali ini bus dua hari sekali  yang berangkat ke kota  berangkat dari tempatnya. 

dia pergi ke kota seorang diri, namun tak memberi tahu ibunya. 

awanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang