chapter 1

3 0 0
                                        

Suatu hari ada murid baru yang pindah ke SMA HARAPAN BANGSA murid tersebut bernama anya,
saat pertama dia memasuki gerbang sekolah ia mendapati sekelompok circle yang sedang menatapnya dengan sinis dan tatapan yang tajam
sedangkan murid - murid yang lain menatapnya dengan wajah penasaran
saat berada di tengah lapangan salah satu guru di sekolah itu memanggil anya dengan menggunakan mic

“perhatian kepada anya kelas X/IPS mohon segera ke ruang guru”

anya terkaget dan sempat bertanya - tanya mengapa dirinya dipanggil tetapi anya ridak menghiraukan hal tersebut ia pun langsung bergegas ke ruang guru

Sesampainya di ruang guru anya di panggil oleh seorang guru perempuan namanya Ibu Lita
“apa benar ini anya kelas X/IPS?” tanya guru itu kepada Anya

“i-iya benar bu saya Anya” jawab anya kepada bu lita

“kemari sebentar Anya saya mau bicara sesuatu” kata bu Lita

Anya pun langsung menghadap ke Ibu Lita atas permintaan bu lita
“jadi nak saya Ibu Lita wali kelas kamu nak, jadi ibu memanggil kamu kesini karena ingin membicarai sesuatu” kata bu lita kepada anya

“oh baik bu, mau membicarai apa ya bu?” tanya Anya

“jadi nak disekolah ini ada pembully handal yang sudah sangat - sangat tidak bisa diatur jadi ibu mohon kamu harus berhati - hati ya nak” kata bu lita

“oh iya baik bu” kata anya

“yasudah, ini sudah jam masuk kelas silahkan masuk kelas”

“baik bu terima kasih”

Saat berada di tengah perjalanan menuju kelas, anya berkata didalam hatinya

“apa jangan - jangan kelompok circle tadi yang ibu maksud si pembully handal itu?” sambil bertanya - tanya didalam hatinya

“yasudah biarkan saja yang penting aku jaga jarak sama mereka”

Sesampainya di kelas barunya anya disambut dengan teman - temannya yang super aktif, mereka menyambut anya dengan penuh semangat
“hallo anya”
“selamat datang anya”
“kamu yang namanya anya ya?”
“anak pindahan mana?”
“tinggal dimana?”
Berbagai pertanyaan ditanyakan ke anya namun saat hendak menjawab pertanyaan tersebut guru mereka datang dan berkata

“heh.. ayo ayo duduk semua sudah masuk kok ribut semuanya”

Akhirnya semuanya duduk kembali dan anya diajak gurunya untuk perkenalan terlebih dahulu didepan teman - temannya

“ hallo semua perkenalkan nama panjang aku Zievanya Kiara Vyrin
aku pindahan dari dandelions school
aku tinggal di jln.ame gw no 1/A
sekian dari aku terima kasih ”

Oke anya kamu boleh duduk sebangku dengan starla ya kata bu lita

“baik bu”

di sela - sela jam kosong starla dan sava menanyakan kepada anya

“anya maaf ya kalau kita berdua lancang tetapi apa benar kamu tinggal di jln.ama gw no 1/A?”

“iya benar memangnya kenapa?”

“An***g kita sekompleks dong cuyy” kata starla dan sava sambil tertawa riang gembira

<skip pulang sekolah>

Starla dan sava mengajak anya untuk pulang bersama dan anya menerimanya

saat hendak keluar dari kelas anya tak sengaja menyeggol ketua OSIS

“e-ehh maaf kak saya minta maaf saya gak sengaja tadi--”

“shuutttt.. sudah gapapa - gapapa lanjutkan”

“eh iya makasih kak t-tapi?”

“udh gapapa santai aja namanya juga ga sengaja”

“oh iya kak terima kasih banyak kak”
Anya pun melanjutkan perjalanan mereka

Diperjalanan pulang>>

“eh anya mending mulai sekarang jangan deket deket si ketos yang tadi deh” kata sava

“eh emangnya kenapa?” jawab anya sambil terheran heran”

“mending jangan coba-coba soalnya  1 orang yang berani dekat sama kak xavier bakal di bully habis - habisan sama viera dan sekelompok circlenya”

“viera? siapa itu viera?” kata anya

“ nih orangnya ” sambil menunjukkan foto viera si pembully

“ oh ini? Pantesan tadi dia liat aku dengan tatapan tajam ” kata anya

“HAHH!! MEREKA LIAT LO PAKE MATA SINIS + TATAPAN TAJAM?? MATILAH LO ANYA SEMUA MURID BARU YANG MASUK KE SEKOLAH INI HARUS TUNDUK SAMA DIA KARENA DIA ANAK SI KEPALA SEKOLAH BJIRTTT!!” kata sava dan Starla sambil ketakutan dan wajah panik

“WHATT?? BERARTI GW KORBAN SELANJUTNYA DONG?” tnya anya sambil gemetar dan wajah yang pucat

dengan cemas starla berkata
“duhh udah gatau lagi gw hrus ngapain”

mereka pun melanjutkan perjalanan mereka>>

Ketika anya sampai dirumah ia pun bergegas mandi dan membersihkan dirinya setelah selesai pula ia bergegas membaca buku yang sudah menjadi hobinya dari kecil
ditengah - tengah ia mencari buku bacaannya ia tak sengaja membaca sampul buku yang bertulisan bullying
Dan ia pun mengigat perkataan starla dan sava tadi

“gw udah gak tau besok gw pasti di bully habis - habisan.. mati gw” dalam hati anya

Tepat saat itu pembantu di rumah anya masuk ke kamar anya

Tok!! Tok!! Tok!! Permisi dek anya
“ada yang mencari dibawah katanya namanya sava dan starla” kata bi lili

“Oh baik bi, terima kasih bi eh bibi istirahat aja nanti aku yang membuat mereka minum bi” kata anya sambil tersenyum tipis

“gapapa emangnya dek anya? saya takut tuan akan memarahi saya” kata bibi

“gapapa bi, nanti saya diam - diam aja bi”

“oh baiklah terima kasih banya dek anya”

Anya pun turun ke lantai bawah

Starla dan Sava tergesah - gesah mendatangi Anya

“ANYAA!! LO TAU GAK? LO UDAH BACA BERITA YANG ADA DI POSTINGAN AKUN SEKOLAH?”

“Belum ruh emangnya kenapa?”

“HABISLAH RIWAYAT LO ANYA LO BAKAL DIAJAK BESOK DARI VIERA DAN CIRCLENYA KE GUDANG BELAKANG SEKOLAH KAYAKNYA LO BAKAL DI SEKAP DISITU DEH”

“anjirr trus gw harus gimana??” muka anya pun pucat dan disitulah anya panik

“udahlah lo lapor aja ke papa mu” kata sava

“t-tapi, huffttt gimana ya, udahlah nanti gw pikirin apa yg hrus gw lakuin” muka amya semakin pucat
dan anya diam sebentar saat ia ingin membuat mereka minuman anya melamun dan ia tak sadar bahwa air yang dia gunakan untuk minuman adalah air dari aliran pencucian piring ia tiba tiba sadar dan mengganti gelas dan membuat teh hangat untuk mereka

“bodoh banget gw, duhh anya jangan melamun anya bodoh banget lo” kata anya didalam hati

skip udah malam>>

anya terus memikirkan apa yang besok akan terjadi padanya ia takut papa dan mamanya tau akan hal tersebut karena anya tak ingin membuat kedua orang tuanya meninggalkan pekerjaan mereka hanya karena anya, semakin anya memikirkan hal itu semakin ia merasa takut tiba tiba ayah anya masuk untuk mengecek apakah putri tunggalnya itu sudah tidur, anya yang mendengar langkah kaki tersebut pun bergegas tidur dan ia tak memikirkan hal apa yang akan terjadi besok biarlah Tuhan yang tau...

<<BERSAMBUNG>>

Bullying berujung menyesalWhere stories live. Discover now