"Karena kamu adalah bintang bagi hidupmu sendiri."
PROLOG ;
Kini, di bawah langit malam yang gelap, ada dua insan yang sedang duduk bersebelahan sambil menatap lekat langit, memandangi langit yang sangat luas, dan memperhatikan setiap elemen-elemen kecil yang tertampil di sana.
"Lo tahu nggak, kenapa Tuhan menciptakan bintang padahal ada bulan yang memancarkan cahaya lebih terang dari pada bintang?" Arash menolehkan pandangannya sekejap ke arah perempuan di sebelahnya yang pandangannya masih tertuju pada langit malam ini.
Perempuan di sebelahnya menggelengkan kepala tanpa mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Enggak tahu," ucapnya. Pria berkacamata dengan kaos hitam yang melekat pada tubuhnya itu tersenyum.
"Narumi, Tuhan itu menciptakan semua yang ada di dunia ini bukan tanpa alasan. Meskipun ukuran bintang terlihat lebih kecil dari pada ukuran bulan dan cahaya yang dipancarkan oleh bulan itu 100.000 kali lebih terang dari pada cahaya yang dipancarkan bintang, tapi bulan hanya bisa memantulkan cahaya dari matahari. Sementara bintang bisa memancarkan cahayanya sendiri." Arash mengehentikan ucapannya sejenak, menolehkan pandangannya ke samping, dan melihat sejenak reaksi dari lawan biacaranya.
Perempuan yang memiliki nama Narumi itu hanya tersenyum tipis. Sementara Arash melengkungkan senyum kepada Narumi. "Dia menyinari kegelapan malam dengan usahanya sendiri, Rum. Walau ukurannya kecil dan cahayanya nggak seterang bulan, dia bisa memberikan cahaya tanpa bantuan dari yang lain."
Narumi menghela napas seraya menolehkan pandangannya kepada Arash lalu tersenyum singkat.
"Narumi, apapun yang lagi lo alami sekarang, sesulit apapun yang lagi lo hadapi saat ini, segelap apapun jalan yang lagi lo lewati, jangan pernah lupa kalau Tuhan telah menciptakan semua hal di dunia ini dengan sangat detail dan sempurna."
"Tuhan nggak akan menciptakan obat kalau Tuhan nggak menciptakan rasa sakit. Tuhan nggak akan menciptakan cahaya kalau dunia akan selalu terang benderang."
Netra Narumi kembali kepada langit gelap malam ini dengan beberapa bintang yang berkilauan di sana. Pandangannya mulai kabur, terasa seperti akan ada air yang terjatuh dari matanya.
"Lo bisa lihat bintang setiap lo merasa mau menyerah, Rum. Supaya lo bisa menyadari bahwa dunia lo nggak akan selalu gelap, bahwa suatu hari nanti lo akan menemukan bintang untuk menerangi gelap yang lo alami."
"Atau lo yang akan menjadi bintang itu, Rum. Memancarkan cahaya untuk setiap dunia yang gelap." Arash mengakhiri ucapannya dengan tatapan yang menatap Narumi dalam. Senyumnya pelan-pelan terukir manis di wajahnya.
Pada akhirnya Narumi meneteskan air mata yang sedari tadi ia tahan agar tidak terjatuh. Kini ia sudah tidak bisa membendung lagi air matanya. Kepalanya tertunduk membiarkan air matanya terjatuh dengan leluasa. Rasanya, Narumi ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya. Namun pada kenyataannya ia hanya bisa terisak dalam pilu.
"Maka, aku mau. Aku mau menjadi obat untuk segala rasa sakitmu. Aku mau menjadi cahaya yang selalu menerangi gelapmu. Aku pun ingin mengajakmu berburu banyak bintang yang berhasil memberikan kilauan cahayanya kala malam gelap, aku ingin kamu menyadari bahwa akan ada banyak bintang yang terus menerangi jalanmu yang gelap, dan ketahuilah bahwa aku akan menjadi satu dari banyaknya bintang itu untukmu."
-----------------
Hello! Thank you for coming to my story ^^ !!!
Salam kenal ya, aku Ami<3
Di awal cerita ini aku tidak menyiapkan pesan yang ingin aku sampaikan, tapi semoga kalian bisa menikmati ceritaku dengan baik yaa. Mohon maaf apabila akan ada banyak kesalahan di depan nanti, tolong bantu ingatkan aku yaa. Entah itu salah ketik, salah penyebutan, salah tanda baca, ataupun kesalahan penulisan lainnya.
Selamat berkelana bersama Narumi dan Arash~
Salam hangat penuh cinta,
- Author, Ami.
YOU ARE READING
1.000 Bintang untuk Narumi
RomanceTentang rasa sakit, semua manusia yang berada di muka bumi ini pasti pernah merasakan sakit. Tentang kehilangan, semua manusia yang hidup di dunia ini pasti akan mengalami yang namanya kehilangan. Rasa sakit dan kehilangan adalah dua hal yang selama...
