Suasana libur semester kini dirasakan oleh seluruh santri. Sibuk dengan pendaftaran masuk kuliah membuat Nadia, si gadis malang berpikir keras nanti akan melanjutkan study nya kemana. Nyatanya dua bulan belum cukup untuk kabur dari rutinitas pendaftaran masuk kuliah.
Nadia merapikan bukunya di rak kelas dan bersiap untuk kembali ke Asrama.
"Nad, udah mau langsung ke asrama?" tanya zara, Satu-satunya teman dekat di angkatannya.
Hanya mempunyai satu teman, bukan berarti ia tidak berteman dengan yang lain. Nadia mengenal semua teman teman angkatan nya, hanya saja sifatnya yang pendiam membuat ia tidak gampang berbaur dengan banyak orang.
Tetapi itu hanya penilaian orang lain, karena menurut zara, Nadia orang yang menyenangkan untuk di ajak berteman dan berbincang. Jika sudah mengenal dekat, maka kebiasaan kebiasaan yang belum pernah diperlihatkan Nadia kepada orang lain akan ditunjukkan cuma cuma.
Nadia mengangguk "iya, soalnya kepalaku pusing".
" mau aku anter ke asrama?" tawar zara
"Engga gausah ra aku bisa sendiri kok,"Jawab Nadia santai.
" yaudah deh, syafaakillah laba'sa thohuurun in syaa Allah nad, " pasrahnya.
"Syukron ra aku duluan ya, Assalamu'alaikum,"pamit nadia.
"Eh iya Wa'alaikumussalam hati-hati", jawab zara.
Perasaan kalang kabut dan bingung kini dirasakan lagi oleh Nadia. Karena ini menjadi bulan kedua yang seharusnya dia sudah mendaftar kuliah di bulan ini. Tapi perasaan bingung yang tidak tau harus melanjutkan study sesuai ekonomi keluarga, dan harus mengikuti perkataan kaka nya membuat dia tidak ingin kuliah lagi.
****
YOU ARE READING
Gadis Malang Yang Kehilangan Arah
Teen FictionTentang apa? 𝗜𝗻𝗶 𝘁𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴. Seorang anak perempuan yang sedang menyembunyikan kepahitan yang dia rasakan dalam dirinya, anak perempuan yang tengah berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja. Padahal dia sendiri ingin melarikan diri dari...
