Happy reading ^^
_____________________________________
"VINATA!!"
PLAKK!!
"SUDAH CUKUP!! AYAH KETERLALUAN! AKU SUDAH MUAK!!!"
PLAKK!!
BRUGH!
"ANAK KURANG AJAR!! DIMANA SOPAN SANTUN MU HAH?! BERANI NYA KAU BERTERIAK PADA AYAHMU?!"
Gadis yang tersungkur di lantai itu terkekeh miris, melihat orang yang disebut 'Ayah' tadi dengan tatapan sendu namun terdapat kebencian yang mendalam.
"Ayah? Hahaha.. apakah ada seorang ayah yang tega menyakiti putri kandungnya sendiri hanya demi orang asing?? Jangan bercanda tuan Gabriel Garcia Marquez."
Tangan Gabriel semakin mengepal dengan urat yang menonjol diwajahnya. Dengan amarah yang meluap-luap Gabriel menyeret putri semata wayangnya itu, Vinata Garcia Marquez, menuju ruang hukuman. Dan dengan tega Gabriel memukul Vinata dengan tidak manusiawi.
Sedangkan dibelakang Gabriel terdapat wanita yang usianya sekitaran 30tahunan, sedang menatap dengan seringai kemenangan, betapa menyedihkan nya anak tirinya itu diperlakukan oleh ayahnya.
Vinata, menatap wanita tua itu penuh dendam dan kebencian. Dia begitu membenci ibu tirinya itu, karena dia lah Vinata bisa sampai seperti ini.
"Grr... DASAR WANITA ULAR!! INI SEMUA SALAH MU!! INI SEMUA KARENA ULAH MU!! MATI KAU SIALAN!!" ucap Vinata sambil berlari menuju ibu tirinya itu dengan amarah dan kebencian yang sudah memuncak.
Vinata mendorong nya hingga tersungkur ke belakang lalu menjambak wanita ular itu dengan kuat. Sangat kuat! Hingga rasanya mungkin kulit kepala wanita itu akan terlepas.
"VINATA!! HENTIKAN!! APA YANG KAU LAKUKAN ANAK SIALAN?!"
"MENURUT AYAH APA? TENTU SAJA MEMUSNAHKAN JALANG SIALAN INI!!!" balas Vinata dengan jambakan nya yang semakin kuat hingga sang korban menangis kesakitan.
"Hiks... Vina tolong lepaskan ibu nak, hiks... Sayang tolong..hiks..."
"JANGAN BERSANDIWARA DASAR JAL-"
BUGH!!
Tubuh Vinata terhempas hingga menabrak dinding yang begitu keras akibat tendangan dari Gabriel. Yang membuat Vinata sudah tak berdaya lagi dan hanya terkapar lemas dengan darah segar yang berasal dari kepala nya.
"Mery kau tidak apa-apa? Apakah ada yang terluka?" Tanya Gabriel kepada istri nya atau lebih tepatnya istri keduanya, setelah ibu kandung Vinata meninggal saat Vinata berusia 12 tahun.
"Hiks... Sayang.. a-aku takut.. hiks.." Isak Mery didalam dekapan Gabriel yang berusaha menenangkan nya.
"Shhh... Tidak apa.. semuanya akan baik-baik saja.. tidak akan ada lagi HAMA PENGGANGGU dalam keluarga kecil kita.." ucap Gabriel sambil menatap tajam ke arah Vinata yang sudah mengenaskan.
Apakah Gabriel merasa bersalah? Merasa menyesal? Merasa kehilangan? Jawabannya adalah tidak. Gabriel telah dibutakan oleh cinta nya kepada Mery.
Mery menyeringai sambil tertawa jahat didalam hati.
"Hahaha, lihat lah bajingan kecil. Aku telah menang."
"A-ayah..." Gumam Vinata lemas dengan air mata yang mengalir dan sekujur tubuh yang sudah tidak bisa di gerakkan lagi.
"Bunda... Ata kangen Nda..." Batin Vinata dengan senyuman lembut sembari menutup kedua matanya perlahan dan mulai kehilangan kesadarannya...
______________________________________________________________
TO BE CONTINUED...
*****
Hai readers^^!!
Thank you udah mau baca cerita viraa(◍•ᴗ•◍)❤
Maaf kalau banyak typo nya TvT~~
Jangan lupa vote dan komen~hehe(・∀・)
24, Desember 2023
ESTÁS LEYENDO
DI TEMPAT YANG SAMA
De TodoTransmigrasi seorang Vinata yang berumur 17thn setelah tewas dibunuh oleh ayahnya sendiri. Bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis yang lebih muda dari nya yang berusia 15 tahun, dan disinilah takdir akan berubah...
