Pagi hari, seorang wanita bersurai biru tua sedang berjalan menyusuri kota. Mata merah nya terlihat menyala di bawa sinar matahari yang terik. Baju nya yang berwarna hitam membuat dirinya terlihat suram dan terkesan seperti seorang penyendiri.
Ia adalah Tevisha Zirzina Chanzi. Seorang iblis? Yang kini sedang berada di ibu kota kerajaan yang terkenal akan pendidikannya. Kerajaan itu bernama Eldoria.
Sepanjang jalan yang Tevisha lewati sangatlah ramai. Banyak peserta dari seluruh negeri yang memiliki tujuan sama seperti dirinya. Hal tersebut membuat kota yang awalnya ramai menjadi jauh lebih ramai dari biasanya.
Setelah berjalan dengan waktu yang cukup lama, Tevisha akhirnya sampai di Akademi yang terletak di pusat ibu kota. Sebuah Academy yang sangat diidam idamkan banyak orang. Academy itu bernama Academy Eternia. Academy yang paling bergengsi dan terkenal pada saat itu.
Tevisha yang sudah berada di depan gerbang Academy Eternia sama sekali tak memiliki pilihan lain, selain merasa takjub dengan apa yang ia lihat. Bangunan tinggi dan terlihat megah sekaligus mewah terpampang dengan jelas di depan matanya. Selain itu, ukuran dari Academy membuat Tevisha tak habis pikir.
'Setidaknya ada lebih dari 10.000 orang di sini... Atau bahkan lebih... Tapi, Academy ini bahkan tak terlihat sempit... Luas biasa!' pikir Tevisha sambil terdiam menatap takjub kearah Academy di depannya.
Namun, karena Tevisha sadar jika ia akan kehabisan waktu ketika terus berdiam diri, Tenvisha segera berjalan memasuki gerbang Academy itu dan mulai berkeliling sambil menunggu intruksi selanjutnya.
"Kalo ga salah... Para pendaftar hanya di suru berkumpul tanpa penjelasan apapun..." ucap Tevisha dengan suara kecil sambil berjalan melewati para pendaftar lainnya.
"T̷e̷s̷"̷
"̷ T̷e̷s̷"̷
"̷ H̷-̷ h̷a̷l̷o̷?̷ "̷
Suara tak jelas mulai terdengar di seluruh Academy. Suara lembut khas seorang wanita dewasa itu terus mengecek suaranya sehingga terdengar jelas.
" T̷e̷s̷?̷ a-apa kah kalian mendengar dengan jelas?"
Kali ini, suara itu benar benar jelas tanpa gangguan sedikit pun. Para pendaftar menoleh ke kanan dan ke kiri dengan bingung namun para peserta sama sekali tak menemukan pemilik suara itu.
"Hahahha, berhentilah mencari ku anak anak manis~ kalian hanya harus fokus dengan apa yang kalian dengar loh" tawa lembut terdengar dari suara itu seakan ia melihat para pendaftar seperti kucing kecil yang kebingungan.
"Baiklah! Waktunya serius anak anak. Tak ada waktu memperkenalkan diri, aku hanya akan memberikan kalian waktu selama 10 menit untuk mencari tim. Tim yang kalian buat akan berjumlah 3 orang. Jika ada yang tak memiliki tim saat waktu habis, kalian akan secara otomatis berteleport ke luar kawasan Academy" berbeda dari sebelumnya, suara itu kali ini terdengar serius menjelaskan tugas para peserta.
Mendengar hal tersebut, banyak protes yang mulai berdatangan. Banyak orang yang menganggap tes ini tak adil dan justru membuat keributan.
"APA APAAN INI?! KENAPA KAMI HARUS MEMBUAT TIM DENGAN ORANG YANG KAMI TAK KENAL SECARA TIBA TIBA?!" teriak salah satu peserta lelaki yang menggunakan setelan rapi.
"BENAR! APA INI ADIL?! BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG TAK MEMILIKI KENALAN DI SINI?!" kali ini, seorang wanita dengan setelan berantakan berteriak kepada suara itu.
Karena hal tersebut, satu persatu pendaftar mulai berteriak marah pada suara itu. Suara tersebut sama sekali tak merespon protes para peserta. Justru, seseorang di balik suara tersebut malah tersenyum licik melihat 'kucing kucing' tak tau diri itu.
"Aturan pertama yang harus kalian ingat adalah jangan pernah membantah intruksi dari guru dengan tak sopan seperti itu~ jadi, maaf sekali para kucing manis... Kalian semua harus keluar!"
Baru saja suara itu selesai berucap, orang orang yang berteriak memprotes menghilang tanpa jejak dari Academy meninggalkan bekas bekas gelang yang hancur.
"Maaf atas ketidak nyamanannya anak anak, aku akan kembali menjelaskan tugas kalian~ saat masuk ke sini, aku yakin kalian semua mendapatkan gelang yang di berikan oleh panitia. Nah, gelang itu harus digunakan dengan cara membuat nya bersentuhan dengan gelang orang lain, dengan begitu kalian resmi berada di kelompok yang sama! Keren kan? Jika kalian sudah mengerti, silahkan mulai ujian pertama ini~"
Para peserta mulai kebingungan melihat situasi sekarang. Hampir setengah dari mereka menghilang atau bisa di bilang didiskualifikasi ditambah lagi kebanyakan tak memiliki kenalan di sana.
Sementara itu keadaan Tevisha sendiri cukup menyulitkan. Banyak orang yang menghindarinya karena tanduk dan mata merahnya.
"Sial... Jika seperti ini, aku harus apa..." ucap Tevisha yang kini sedang kebingungan karena tak tau harus berbuat apa.
Tevisha yang bingung, kini memutuskan untuk berjalan keliling berharap ada peserta yang mau membuat tim dengannya. Selain itu, Tevisha juga sedang meyakinkan diri untuk mengajak orang lain berbicara, namun niat nya itu selalu ia batalkan.
"Yang benar saja! Masa sih aku gagal di tes pertama!!" gerutu Tevisha dengan penuh kekesalan.
Di tengah gerutuan Tevisha, seorang wanita dengan telinga elf dan rambut biru secara sengaja menabrakkan bahunya pada Tevisha. Saat bersentuhan dengan Tevisha, ia diam diam tersenyum senang.
Sementara Tevisha yang ditabrak justru ingin protes pada sang pelaku. Namun niatnya tersebut ia batalkan karena melihat sang pelaku berbalik pada Tevisha sambil tersenyum.
"Maafkan saya nona, saya hanya terburu buru hingga tak sadar dengan keberadaan anda..." ucap wanita itu dengan ekspresi tak enak.
"Tch! Setidaknya gunakanlah matamu dengan baik!" balas Tevisha dengan jutek.
"Saya benar benar minta maaf.... Begini saja deh, kamu sekarang sedang mencari tim kan? Bagaimana jika kita membuat tim? Dengan begitu kita tinggal mencari satu orang lagi dan kita akan lolos di tes pertama ini!" jelas wanita itu sambil tersenyum semangat dan mengulurkan tangan kanannya yg memiliki gelang khusus dari Academy.
Tevisha menatap curiga orang di depannya. Tevisha mulai memikirkan cara agar dapat menolak ajakan wanita di depannya ini. Namun, ia juga memikirkan mendapatkan teman setim itu sulit. Karena hal itu, Tevisha kini sedang mengalami dilema di dalam pikirannya sendiri.
Karena tak ingin membuang waktu, wanita itu segera membuat gelangnya bersentuhan dengan gelang Tevisha. Hal tersebut membuat kedua gelang tersebut mengeluarkan sedikit aura sihir.
Tevisha yang melihat hal tersebut secara refleks menjauhi wanita di depannya. Sementara wanita itu malah tersenyum ceria sambil mengamati gelang di tangannya.
"Apa yang kau lakukan?! Sejak kapan aku setuju sekelompok dengan mu hah?!"
Karena merasa marah, Tevisha malah membentak wanita di depannya. Sementara wanita itu malah tersenyum santai sambil menatap Tevisha dengan ramah.
"Karena kita sudah jadi tim, perkenalkan! Aku Kalista Firsha Nersha!"
Bukannya menanggapi amarah Tevisha, wanita itu malah memperkenalkan diri dengan santainya. Tevisha yang melihat hal tersebut sampai tak bisa berkata kata melihat kelakuan orang aneh di depannya.
"Hei!! Aku kan sudah memperkenalkan diri... Kamu gimana? Ga mau memperkenalkan diri?"
Kalista bertanya pada Tevisha seakan akan ia tak pernah melakukan apapun sebelumnya. Sementara Tevisha hanya bisa menghela nafas kasar dan pasrah dengan nasib 'sial' yang ia dapatkan.
"Aku Tevisha Zirzina Chanzi, kamu bisa memanggilku Visha saja"
Tevisha pada akhirnya memperkenalkan diri dengan sangat terpaksa pada Kalista. Sementara Kalista sendiri justru tersenyum senang sambil memeluk erat Tevisha yang sudah pasrah.
Kini, 8 menit telah berlalu. Tim Tevisha dan Kalista kekurangan satu orang. Sementara semua orang di sekitarnya sudah menyelesaikan pembentukan tim mereka masing masing.
YOU ARE READING
Change Destiny
FanfictionPertemuan tiga orang dengan jalan takdir yang berbeda membuat segalanya menjadi rumit. Kejadian menyenangkan hingga berbahaya sering kali terjadi menimpa mereka. Takdir mereka yang awalnya seakan tersusun rapi, kini menjadi sangat kacau seakan benan...
