"Hari itu kuliat dirinya berdiri dengan tegar dibawah langit yang gelap. Dirinya menangis tiada henti meminta tolong kepada ku "
Rintikan hujan pagi itu terasa berbeda dari biasanya, udara nya tak segar bagaikan air danau yang terpapar limbah. Pepohonan berteriak riuh seolah memberi isyarat tentang keberadaan nya.
Terlihat suasana ramai dan ricuh di lapangan sekolah kami. Kuperhatikan dari lantai 2 . Melihat dari kejauhan tentang apa yang terjadi.
Sebagian dari mereka hanya mencaci maki, dan sebagian lainnya terdiam menikmati tontonan yang tak layak tersebut.
Tanpa sengaja Mata ku bertemu dengan mata mu. Hari itu aku sadar kau melihat ku seakan meminta pertolongan ku , mata mu dipenuhi dengan kepiluan dan kesengsaraan.
Sedangkan aku terbungkam tak bisa melakukan apa pun terhadap mu. Mungkin hari itu adalah sebuah penyesalan yang ingin aku perbaiki seumur hidup ku.
Aku mengacuhkan pandangan ku dari mu dan kembali menatap sosok yang lain. Namun lagi lagi kau menatap ku sambil melambai dan berteriak. Seolah kau mengenal ku dengan dekat.
"Hei " Ucap mu tersenyum kepada ku. Padahal saat itu kondisimu babak belur di pukul oleh siswa siswi lain. Namun senyum mu saat itu senyum tulus yang dapat mengalihkan dunia ini.
Aku tak tau kesalahfahaman apa yang terjadi diantara mereka, aku tak inggin ikut terjun kedalam sesuatu yang dapat membahayakan potensi bagi masa depan ku . Karena aku berharap ingin meluluskan sekolah menengah ku berjalan mulus dan lancar tanpa adanya perselisihan dan juga konflik.
"Help me pleaseee! " Teriak mu kepada ku . Membuat yang lain juga melihat ku dengan tatapan bingung.
Namun aku lagi lagi menghiraukan mu dan masuk ke kelas untuk memperbaiki catatan ku. Aku tak tau saat itu bahwa luka terlalu menumpuk tak tau mau di tuang kemana. Aku tak tau saat itu bahwa itu adalah awal dari kejangalan ku dimulai.
Ku lihat ke arah pintu, suara yang tadi ribut tiba tiba menjadi sunyi dan diam ,
Suara hentakan kaki mulai terdengar ke telinga ku. 1,2,3 batin ku.
Sosok mu Tampak di hadapan ku , saat aku menatap ke arah jendela kau merapat ke dinding penbatas yang dibuat dilantai 2 ketika ku menatap ke arah mu kau tersenyum dan lagi berkata "Hei, aku bulan" Ucap mu dan kemudian tanpa ki sangka kau menjatuhkan diri mu dari lantai 2 ke bawah . Aku yang melihat hal iu tentaunya kaget bukan main. Kejadian yang terjadi didepan mata ku membuat nafas ku tertahan dan sesak dengan rasa bersalah yang tak bisa ku tafsirkan lagi.
Tiba tiba semua menjadi jadi riuh dan banyak yang berlarian ke atas.
" Bulan meninggal " Teriak salah satu dari mereka.
Aku berjalan menuju koridor dari tempat kau terjatuh, semua orang menatap ku dengan mata bertanya
tanya
" Apa yang sebenarnya terjadi " .
Seolah kejadian ini terjadi karena aku.
Aku mengelengkan kepala unruk memberi isyarat bahwa bukan aku yang melakukan nya .
Namun tatapan mereka seolah tak percaya dan seakan berkata kepada ku
"Kau lah pembunuhnya"
****
.
.
.
.
.
.
.
Halo semuanya jangan lupa kasi komen dan support ya , Terima kasih telah membaca dan Happy reading 🍓🍓
YOU ARE READING
Moon And Star
Teen FictionIni kisah tentang bintang yang beredar di dekat bulan, yap ini kisah ku bintang argantara , dan seorang cewe yang bernama Bulan Alexa. konon katanya manusia hanya bisa mencintai sekali seumur hidup, walaupun mereka berpisah Seseorang tersebut teta...
