"Annnaaa bangunnn!!"
gadis itu pun terbangun dengan wajah yg di penuhi air karna di siram oleh ibunya.
"Kenapa sihh maaa." Jawab Anna.
"Kamu gak liat sekarang jam
brapa?,kamu kan harus kerja Anna".
Anna pun melihat jam yang ada di handphonenya yang menunjukkan pukul 07.45.
"Aduhhh Anna telat mama, mama kok gak bangunin Anna sihh?".
"Terus dari tadi mama ngapain,kan mama bangunin kamu dari tadi tapi kamunya gak bangun-bangun".
Anna pun berlari untuk siap-siap ke kantor.
Anna sampai di kantor tempat dia bekerja dengan tergesa-gesa, dia pun berjalan masuk ke dalam menuju meja kerjanya.
Tiba-tiba Anna dikejutkan oleh pak Bagas yang berjabatan kepala manajer.
"Kamu terlambat lagi Anna". Sapa pak Bagas
"Maaf pak tadi di jalan bus yang saya naikin mogok". bohong Anna, padahal dia telat karna kesiangan. pak Bagas melihat Anna dengan wajah datar.
"Maafin saya pak, saya janji ini yang terakhir, pleasee". Mohon Anna dengan mengeluarkan puppy eyes andalannya.
"Huh,sudah sana masuk banyak berkas yang harus kamu kerjakan di meja". Balas pak Bagas.
"Aaaa makasih pak kepala manajer yang paling ganteng dan baik".
"Lu kenapa telat terus sih An?". Jawab seorang perempuan, dia adalah rekan kerja Anna sekaligus sahabat Anna dari SMP yang bernama Mora.
"Biasalah kesiangan". Jawab Anna santai.
"Eh lu tau gak cucu pak Aditama yang bakal gantiin dia di perusahaan ini udah Dateng".
Anna yang sedang sibuk mengerjakan berkas yang di bilang pak Bagas tadi hanya menjawab,"ohh".
"Ohh?.heh oon,"jawab Mora dengan jari telunjuknya yg menyentuh dahi Anna. "Kalau sempat dia tau lu telat, apa lagi sering telat Lo pasti di hukum, mungkin juga di pecat, asal Lo tau tadi aja dia ngeliat ada karyawan yang bajunya agak sedikit kusut Langsung di sembur sama dia".
"Untung lu selamat,kalau enggak gue gak tau nasib Lo bakal gimana".
"Tapi walaupun dia galak, dia ganteng banget anjirrr. gue aja Sampek pangling ngeliatnya".
Mora melihat Anna yang sibuk dan seperti tidak mempedulikan dia yg bercerita panjang lebar pun menatap Anna dengan kesal.
"Anna lu denger gue gak sihh?". Marah Mora.
Anna mendengus sambil melihat ke arah Mora " morr, ini masih jam kerja , emang lu gada yang harus di kerjakan apa?".
"nanti lanjutin lagi, lu gak liat berkas yg harus gue kerjain sebanyak ini, dan harus selesai sebelum jam istirahat".
"Anna, kalau sudah selesai hantarkan ke ruang pak boss".bilang pak Bagas kepada Anna.
"baik pak."jawab Anna
Anna membawa berkas yang sudah dikerjakannya ke tempat fotocopy untuk di serahkan ke pak CEO yang baru.
Tiba-tiba ada yang menabraknya dan berkas yang di bawanya berhamburan ke lantai.
"Jalan pakek mata dong,gak liat saya lagi Bawa berkas banyak gini".tanya Anna yang sambil membersihkan berkasnya yang berhamburan tanpa melihat siapa yang menabraknya.
pria yang menabraknya hanya melihat Anna yg lagi mengumpulkan berkasnya,dengan wajah datar tanpa ekspresi sedikitpun.
Setelah membersihkan berkasnya Anna pun berdiri dan menatap pria yang menabraknya.
Anna menghela nafas.
"Kenapa ngeliat saya begitu, kamu mau saya minta maaf?". Si pria membuka suara.
"Kamu yang dari tadi jalan gak ngeliat jalan dan hanya fokus ke kertas itu doang". jawab si pria sambil melenggang pergi meninggalkannya.
Anna yang lagi menatapnya kesal."ih dia juga salah".kesal Anna.
"Saya dengar?". jawab si cowok dengan berbalik badan menatap Anna sebentar dan pergi.
siapa sih dia?, perasaan gak pernah ngeliat dia di kantor, wajahnya datar banget kayak tembok". Anna pun berlalu pergi ke tempat yang mau dituju.
To be continued
Jangan lupa vote dan komen ya☺️
YOU ARE READING
Touch Your Heart
Teen Fiction[SEBELUM BACA JANGAN LUPA FOLLOW DULU YA] Happy reading
