• Daftar Isi.................................................. • Legenda Gajah Mada - Orientasi................................................. - Pengungkapan Peristiwa................... - Konflik.................................................... - Resolusi....................................................
Dikisahkan, ada seorang pendeta muda bernama Mpu Sura Dharma Yogi yang memiliki istri bernama Patni Nari Ratih. istri yang diberikan oleh gurunya yang bernama Mpu Raga Gunting atau yang dijuluki Mpu SuraDharma Wiyasa. Mpu Sura Darma Yogi membuat huma di sebelah selatan Lembah Tulis sedangkan Patni Nari Ratih tetap tinggal di pertamanan. Hanya sesekali, ia menengok suaminya di huma yang baru dibuat.
Dewa Brahma jatuh cinta kepada Patni Nari Ratih karena parasnya yang cantik. Sampai suatu hari, Nari Ratih diperkosa oleh Dewa Brahma di gubuk yang sepi.
Nari ratih mengadukan peristiwa tersebut pada suaminya. Akhirnya, mereka pergi mengembara selama berbulan-bulan. Ketiga bayi lahir, mereka sampai di Desa Mada yang terletak di Gunung Semeru.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Perjuangan Gajah Mada mencapai puncaknya pada zaman Pemerintahan Hayam Wuruk 1350-1389. Luas Majapahit hampir sama dengan luas Indonesia saat ini bahkan pengaruh Kerajaan Majapahit sampai ke negara-negara tetangga. Hal ini dibuktikan, Majapahit pada waktu itu mampu menguasai wilayah-wilayah Nusantara yang meliputi Melayu (Sumatera), Tanjungpura (Kalimantan), dan Semenanjung (Malaka). Kemudian, wilayah sebelah timur Jawa dan Nusa Tenggara, Sulawesi,Maluku, Irian Barat dan Jawa kecuali Kerajaan Sunda Galuh dan Sunda Pakuan.
Perang Bubat adalah perang antara Kerajaan Majapahit dan Sunda Pajajaran pada 1357 mengakhiri kejayaan Gajah Mada. Perang ini diawali dengan keinginan Raja Hayam Wuruk untuk memperistri putri Kerajaan Sunda bernama Diah Pitaloka Citraresmi. Namun, Gajah Mada menentangnya. Saat, terjadi iring-iringan Kerajaan Sunda menuju Majapahit terjadi konflik di persinggahan Bubat yang terletak di sebelah utara ibukota Majapahit. Raja Hayam Wuruk memiliki keinginan untuk menyambut tamu di persinggahan Bubat tetapi hal ini ditentang Gajah Mada. Saat pernikahan hendak dilangsungkan, Gajah Mada menginginkan Sunda takluk dan menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan. Akibatnya penolakan Sunda, terjadilah perang di Bubat, yang saat itu menjadi penginapan rombongan Sunda.
Oleh karena itu, Gajah Mada dicabut dari jabatan sebagai mahapatih. Gajah Mada meninggal pada 1364 karena sakit.
Dengan meninggalnya Gajah Mada, kebesaran Majapahit pun berakhir.