HAPPY READING
Seorang gadis yang di didik keras sejak kecil, bahkan dia selalu mendapatkan pukulan keras dari kedua orang tua nya.
Gadis itu berumur 14 tahun, sekarang dia masih duduk di bangku kelas 9 SMP.
Ia selalu gagal dalam pertemanan, selalu di bully di rendahkan tidak di hargai.
Dari SD gadis itu sudah merasakan bullying, hanya karena fisik.
"Gue emang gak secantik kalian tapi tolong, gue juga punya perasaan".
Bahkan keluarga nya pun tidak se harmonis itu.
Dulu waktu Kiara masih duduk di bangku SD, sempat nilai nya turun drastis.
Dia harus mendapatkan pukulan dari kedua orang tuanya.
Dia benar-benar capek menghadapi semuanya, dia juga manusia biasa yang punya rasa lelah.
Gadis itu juga pengen seperti anak-anak lain pada umumnya, yang selalu beruntung dalam semua hal.
Cita-cita kiara ingin menjadi dokter.
"Gue pengen sembuhin orang-orang yang menderita penyakit, gue pengen mereka sembuh".
Ucap gadis itu yang mungkin ragu, apakah cita-cita nya itu bisa tergapai atau tidak.
★★★★
Waktu kecil ada kejadian yang berhasil membuat kiara sedih.
Saat itu dia masih berusia 8 tahun.
"Ra, kamu ga boleh nangis kalau kamu nangis aku juga ikut sedih" kata bocah laki-laki yang saat ini sedang menepuk-nepuk pucuk rambut gadis itu.
"Kenapa mereka selalu pentingin nilai, sa"
Aksa Delvin Arion, dia lah sosok laki-laki yang selalu menyemangati kiara saat gadis itu sedang tidak baik-baik saja.
"Iya Aksa tau kok kiara pasti capek"jeda bocah itu " tapi kiara harus bangkit lagi, kiara kan pantang menyerah" ucap bocah itu lagi.
Gadis itu hanya diam memandangi Aksa, dia benar-benar bersyukur masih memiliki Aksa yang selalu ada untuknya.
"Makasih ya sa, untung ada kamu yang selalu nyemangatin aku" ucap gadis itu.
"Senyum dong ra, kamu jelek kalau kayak gini"
Kiara yang awalnya sedang menangis, dia menjadi geram dengan sahabat nya itu.
Kenapa saat dia sedang seperti ini tetap saja menggoda gadis itu.
"Ihh Aksa, nyebelin" ucap gadis itu yang sekarang memukul lengan cowok itu.
"Aduh ra, ampun!"
Kini kiara tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.
Jujur walaupun Aksa nyebelin tapi dia selalu berusaha buat menghibur nya saat ia sedang sedih.
"Nah gitu dong, kan tambah cantik" ucap Aksa tersenyum ke arah kiara.
"Apaan sih, sa"
Seperti nya gadis itu malu, kini pipinya memerah seperti udang rebus.
"Gue juga bisa capek, kenapa dunia sangat tidak adil..mau nyerah? Lemah banget si,, kebahagiaan gue belum sampai jadi gue harus sampai di titik itu".
Kiara Mackenzie
*gimana awalnya, buat kalian tetep semangat ya*
*inget tuh kata-kata aku*
*karakter Kiara itu bisa di bilang diri aku sendiri*
*dan semua nama yang ada di cerita ini sudah aku samarin semua, aku hanya ingin berbagi kisah ku saja*
*jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya*
* jangan lupa follow, nanti aku follback*
Bye💐
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kamu follow aku back.
YOU ARE READING
KIARA [END]
Short Story"Ra, are you okey?" tanya Aksa. "I'm fine" "Gak usah bohong, maaf kalau kesannya gak sopan" jeda Aksa "tadi gue sempet denger kata-kata bokap lo". "Udah biasa kok" "Kalau mau nangis.. Nangis aja, ra" jeda Aksa "lo anak baik, lo udah berusaha. Janga...
![KIARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/355113398-64-k588706.jpg)