01

1.4K 31 0
                                        

Di sebuah trotoar terdapat gadis yang sedang mengerutu karna terlambat pergi ke sekolah, gadis itu mengusap peluh yang mengalir di dahi nya. kepala nya mendongkak menatap ke langit gadis itu sedikit menyipitkan mata nya karna sinar matahari yang sangat menyengat.

"Huft ini semua gara gara Aqilah, gara gara dia gue jadi telat ke sekolah,coba aja gue nurutin kata bunda mungkin ga akan kayak gini"

Gadis itu terus mengerutu hingga tak menyadari ada mobil yang akan melintas "pokoknya ini semua salah Aqillah" ucap Ayla dengan menghentakan kaki nya kesal.

Tin

Tin

Tin

Tubuh Ayla tergelonjak kaget, Ayla menoleh menatap sebuah mobil berwarna hitam yang ada di sebelah nya tak lama menyembul kepala seorang pemuda dari pintu mobil, pemuda itu melepaskan kacamata hitam nya lalu menatap kearah Alya yang masih terdiam.

"bisa minggir"

Ucapan itu membuat Ayla tersadar lalu Alya menatap kesal ke arah pemuda itu "heh gue udah jalan di pinggir, kan disana disitu ada jalan selebar jidat elo kok malah ngelakson gue sih" ucap Ayla.

Muka gadis itu yang semula putih berubah menjadi kemerahan akibat rasa kesal apalagi terkena paparan sinar matahari, pria itu menaikan satu alis nya "terserah gue dong mau lewat mana aja"

Sungguh Ayla ingin sekali mencakar wajah pria itu,setelah kepergian mobil itu dan kejadian yang membuat Ayla kesal,sungguh Ayla tidak ingin bertemu dengan pria itu lagi"sumpah gw ga mau ketemu sama tu pria nyebelin,semoga aja dia bukan jodoh gw"ucap nya.

*******

Setelah kejadian dimana Ayla terlambat ke sekolah dan bertemu dengan pria yang menurut Ayla menyebalkan,Ayla putuskan untuk pulang saja untuk beristirahat dan pasti bunda dan ayah Ayla marah kalau Ayla tidak sekolah.

Setelah beberapa menit kemudian Ayla sampai di rumah mewah bernuansa klasik milik keluarga Rasyid Putra Al-Akbar yaitu ayah Ayla Dan Arrannisa Dea Fatimah yaitu bunda Ayla

Ketika memasuki pekarangan rumah Ayla terlihat sunyi tidak ada siapapun di sana.tanpa berpikir panjang Alya pun masuk kedalam rumah tersebut.

Sekarang Ayla berada di depan pintu untuk masuk kedalam rumah tersebut.kemudian ia membuka pintu dan mengucapkan"Assalamualaikum bunda Ayla pulang"ucap nya dengan pelan.

"Huft, untung sepi kalo ada bunda bahaya gw"ucap nya.kemudian Ayla pun menutup pintu kembali.tanpa ia sadari dari lantai 2 ada seseorang pria paruh baya yang mengawasi Alya dari atas siapakah dia ya itu adalah Rasyid Putra Al-Akbar Ayah Ayla.

Ketika Alyaberjalan ke kamar nya di lantai 2 Ayla dikejutkan dengan Ayah nya yang berada di tangga tersebut sambil bersikedap dada.

Ayla pun terkejut dengan Ayah nya yang berada di tangga itu.kemudian Ayah nya pun mendekat ke arah nya dan menyuruh Ayla untuk duduk di ruang tamu.

"Ayla ikut Ayah ke ruang tamu sekarang!"ucap nya dengan tegas kepada Ayla

"Iya"ucap Ayla lemas karena ia takut jika ayah nya marah kepada nya.kemudian Ayla pun mengekori Ayah nya untuk ke ruang tamu.

Ketika sampai Ayah di ruang tamu Ayah Ayla pun duduk di kursi tersebut dan menyuruh Ayla untuk duduk di hadapannya.

"Duduk Ayla Ayah ingin bicara dengan mu serius"ucap nya kepada Alya

"Iya Ayah"dengan nada khawatirnya dan duduk dihadapan sang Ayah dengan memainkan tangan nya agar menghilangkan rasa cemas nya.

Setelah beberapa menit kemudian diruangan tamu yang di duduki Ayla dan sang ayah masih sunyi, sang Ayah terdiam dengan mata yang terus menatap Ayla sedangkan Ayla menundukan kepala nya takit dengan tatapan sang ayah.

Tak lama kemudian sang Ayah membuka suara "Ayla sudah beberapa kali Ayah bilang ke kamu tapi kamu tidak mau menurut, Ayah tadi di telfon oleh pihak sekolah kenapa kamu tidak ada di sekolah Ayla"ucap Ayah Ayla dengan tegas sungguh putri nya ini sangat susah untuk dibilangin.dan bahkan ia sudah menegur nya beberapa kali tapi Ayla tetap saja melakukannya bahkan dengan ucapannya bahwa tidak akan mengulanginya lagi.

"Maafin Ayla Ayah,tadi malem Ayla maraton drakor Ayah sampai Ayla lupa bahwa besok Ayla sekolah"ucap nya dengan lesu

"Bunda sama Ayah kan selalu ngingetin Ayla jangan begadang tapi Ayla gak dengerin ucapan Bunda sama Ayah"ucap Ayah Ayla

"Ayla dengerin kok ya,tapi ini bukan sepenuhnya salah Ayla yah,Ayla di ajak nonton drakor sama Aqila ya udah Ayla nonton sampai lupa besok Ayla sekolah"ucap Ayla

"Jangan bawa-bawa orang Ayla lagi pula ngapain kamu ngikutin ucapan Aqila,seharusnya kamu itu sadar bahwa besok itu sekolah bukan malah asik sendiri dimalam hari sampai lupa buat ke sekolah dan terlambat ke sekolah"ucap Ayah Ayla

"Iya Ayah Ayla salah Ayla minta maaf"ucap nya

"Ayah maafin kamu tapi kali ini Ayah ga segan-segan bakal bawa kamu ke pondok pesantren Darussalam"ucap Ayah Ayla dengan tegas agar putri nya ini berubah dan tidak seperti ini.

Ayla pun kaget dengan perkataan sang ayah bahwa ia akan dibawa ke pondok pesantren.
"Yah jangan bawa Ayla ke pesantren dong ya Ayla janji ga bakal mengulangi lagi"ucap Ayla

"Gak Ayah bakal bawa kamu ke pondok pesantren,titik ga pakai koma" ucap nya

"Ih Ayah Ayla ga mau yah di pondok pesantren,nanti kalo Ayla ga dapat temen gimana"ucap Ayla meyakinkan sang Ayah agar tidak membawa nya ke pondok pesantren.

"Pasti ada temen kok Ayla ga mungkin di sana kamu diem-diem an"ucap nya

"Ayah Ayla gak mau mondok yah"ucap Ayla dengan lesu

"Gak kamu bakal di pesantren"ucap sang bunda yang baru saja dari dapur.

"Bener itu Ayla kata bunda kamu"ucap sang Ayah yang setuju dengan pendapat sang istri.

"Mau ya sayang di pesantren"ucap sang Ayah meyakinkan sang anak bahwa dia akan ke pesantren milik sahabat nya yang berada di Bandung.

"Hutf,iya deh demi Ayah sama Bunda Ayla mau di pesantren"ucap Ayla dengan lesu.

"Alhamdulillah"ucap kedua orang tua Ayla.

"Oke besok Ayla berangkat ke pesantren"ucap ayah

"HAH,besok apa ga kecepetan yah"ucap Ayla sungguh kaget bahwa ia akan berangkat ke pesantren besok

"Iya sayang lebih cepat lebih baik"ucap sang bunda

"Terus gimana sama baju aku kan belum aku packing"ucap Ayla

"Kalo masalah itu udh bunda masukin semua baju kamu ke koper jadi besok tinggal berangkat deh,ya gak ya"ucap sang bunda kepada Ayah

"Yap,bener buat bunda"ucap sang ayah sambil menunjukkan jempol nya.

"Terserah Bunda sama Ayah deh Ayla ikut aja"ucap Ayla lesu

"Ya Udah kalo gitu Ayla mau ke atas dulu,Assalamualaikum Ayah Bunda"ucap Ayla,

"Waalaikumsalam" ucap mereka berdua

sebelum ke atas Ayla berhenti dan berbalik ingin menanyakan soal sekolah lama Ayla kepada sang Ayah"yah Ayla mau tanya soal sekolah Ayla gimana"ucap Ayla pasalnya ia besok akan pergi ke pesantren

"Udah Ayah urus semua tinggal besok berangkat ke sana"ucap Ayah

Sungguh sekarang Ayla pasrah dengan keadaan,dan ia juga tidak menyangka bahwa besok ia pergi ke pesantren yang sebelum nya ia tidak ingin ke pesantren tapi karena paksaan sang Ayah dan sang Bunda ia setuju akan masuk ke pesantren.dan ia tidak membayangkan hal ini akan terjadi pada dirinya.

Gimana untuk bagian pertama seru ga?kurang puas?atau gimana?kalo ada typo tolong tandain ya!

Dan kalau ada yang salah dalam penyampaian tolong di ingatkan,karena juga masih belajar,ini juga cerita pertamaku jadi mohon dimaklumi ya

next?

Sampai ketemu di next selanjutnya
Semakin banyak vote insyaallah up date

Assalamualaikum

03 November 2023

Zaujati Milik Gus Agam Stories to obsess over. Discover now