Babysitter (1)

1.2K 54 13
                                        

🐱🐰🐱🐰



Kim Jisoo adalah seorang gadis pengangguran yang baru menyelesaikan studinya beberapa minggu yang lalu, dia hanya masih ingin menikmati masa mudanya setelah bergelut dengan materi materi kuliah yang membuatnya pusing, belum lagi jika dia sudah bekerja, mengerahkan waktu dan tenaga yang pastinya akan membuatnya stress.

Setidaknya untuk saat ini dia hanya akan bersenang senang dengan kemalasannya--menikmati setiap detik berharga yang tidak bisa dia ulang lagi.

Jisoo harus rela mengangkat kepalanya dan kembali menegakkan tubuhnya saat bel apartment yang dia tempati terus berbunyi. Dengan langkah ogah-ogahan, dia terpaksa meninggalkan para oppa kesayangannya untuk membuka pintu.

Kebiasaan yang akhir-akhir ini dilakukan Jisoo, sekadar menikmati kebahagiaan lewat layar laptop dengan menonton drama Korea, atau music video dari idola kesukaannya.

Baru saja dirinya menyelesaikan sebuah drama dengan akhir cerita menyedihkan hingga kembali menjelang pagi, membuat lingkaran hitam terlihat jelas di bawah matanya.

"Yaa, sabarlah!"

Jisoo membuka pintu dengan segera, mendapati pasangan suami istri di depannya dengan seorang gadis balita di gendongan sang ibu. Dia, Kim Junmyeon, sang kakak tertua Jisoo yang datang bersama istri yang dinikahinya tiga tahun lalu, hubungan harmonis yang mereka jalani memang membuat orang lain begitu iri hingga melahirkan seorang anak lucu dan menggemaskan.

"Eoh ... Oppa, Unnie. Masuklah,"

Jisoo sedikit menyingkir dari pintu, mempersilakan pasangan itu menuju ruang tamu sederhana miliknya. Memang selama dia berkuliah, Jisoo memutuskan untuk tinggal dan menetap di salah satu apartment milik keluarganya, selain karena jarak yang tidak terlalu jauh untuk ditempuh, dia juga merasa bukan hal yang berbeda karena orangtuanya lebih sering meninggalkan rumah untuk mengurusi bisinis. Terlebih, setelah sang kakak menikah dan lebih memilih tinggal bersama istrinya--di rumah yang dibeli sendiri hasil keringatnya, dia menjadi kesepian. Sebabnya dia lebih nyaman tinggal sendirian di apartment yang ukurannya lebih kecil dari rumah mereka.

Junmyeon memandang adiknya dengan ekspresi serius, meliriknya dengan tatapan tajam. Jisoo tahu benar, kakaknya itu tidak suka hal-hal yang mengganggu kesehatannya.

Junmyeon berdecak melihat adik perempuannya yang penampilannya seperti seorang Tarzan. Rambut acak-acakan dan kantong mata yang terlihat jelas, "Kau melakukan kebiasaanmu lagi, Jisoo-yaa," dia berdesis sinis "Kau lihat itu?" Junmyeon menunjuk ke bawah mata Jisoo yang terlihat ada lingkaran hitam yang cukup jelas. "Lagi-lagi karena menonton drama tengah malam?"

Jisoo hanya bisa cengengesan mendapati kekesalan kakaknya, "Oppa, bukan seperti itu... Aku hanya menonton drama sebentar saja," jawab Jisoo, mencoba meredakan suasana. Junmyeon memandangnya dengan tatapan tak puas.

Dia melihat kakak iparnya yang mencoba duduk dengan anak kecil yang terus bergelantungan di tubuhnya membuat ia sedikit kesulitan, mencoba melangkah untuk membantunya, tapi ternyata Johyun sudah berada pada posisi nyaman.

Alasan kenapa Junmyeon tidak cukup peka pada istrinya, adalah karena dia sedang menaruh barang-barang di sudut ruangan, dengan gerutuan yang masih ditujukan untuk Jisoo tentunya. Pria itu tidak akan pernah tenang melihat adik satu-satunya ini melakukan hal sia-sia yang menurutnya hanya membawa penyakit akibat kurang tidur. "Jisoo, kau harus lebih menjaga kesehatan. Lihat, matamu sudah hitam begini. Jangan biarkan kebiasaan itu berlanjut terus, kau baru selesai kuliah. Jangan sampai begadang jadi kebiasaan...."

"Kalian ingin minum sesuatu?"

Jisoo mencoba mengalihkan perhatian Junmyeon yang bisa saja tidak akan ada habisnya jika diberi waktu untuk memarahinya. Dia bahkan lebih parah dari orangtua mereka.

Ruang Cerita KitaStories to obsess over. Discover now