Beruang Galak

186 7 0
                                        

Salma POV

"Oh my god, Ronyy I hate youuuu" teriak Salma frustasi setelah sambungan telepon dari seberang terputus seiring berakhirnya amukan dan makian dari wanita tua menyebalkan itu.

Brag, pintu terbuka dan menampilkan manusia yang baru saja di maki oleh Salma yang membuat perempuan itu semakin menekuk mukanya dan bersiap untuk menerkam.

"Semlikum" Rony Arham si pembuat onar dengan santainya memasuki ruangan kantor tanpa rasa bersalah.

"Mau nenek lampir ini yang maki, atau gue yang bakar lo?" tanya Salma sambil menyodorkan handphone kantor kepada Rony. Rony hanya menghela nafas dan mengambil handphone di tangan Salma lalu membalas chat Whatsapp dari customer.

Tak pernah ada hari sepi di kantor ini, sebuah perusahaan penyedia jasa service handphone dan laptop ini selalu ramai dengan amukan masa. Yaa amukan masa, selama Covid 19 menyerang sangat banyak sekali complain yang datang baik itu secara langsung maupun melalui telepon atau whatsapp.

hampir 6 bulan berlalu sejak Covid 19 pertama kali menyerang indonesia, dan sudah 6 bulan juga kantor ini ribut dan susah dikendalikan. adanya covid membuat pengiriman barang terhambat dan tentu saja membuat pengerjaan service menjadi lama.

Salma Nindya yang bertugas sebagai admin dan logistik yang merangkap sebagai customer service ini menjadi sasaran empuk bagi pengguna jasa perusahaan ini. setiap hari puluhan bahkan ratusan telepon masuk dari para customer. Dari yang awalnya masih mengikuti SOP sebagai customer service sampai akhirnya menjadi beruang galak yang berapi api.

jam sudah menunjukan pukul 12.00, jam makan siang para karyawan. baru saja Salma akan memasukkan sesuap nasi padang ke mulutnya dering ponsel kembali berbunyi.

"Ini bisa ga sih WIFInya mati dulu atau apa kek gitu, gue mau makan anjir" ucap Salma pada handphone kantor yang tidak berhenti berbunyi

"Makan dulu aja kali, stress lo lama lama ngeladenin customer hahha" celetuk seseorang sambil menepuk pundak Salma.

"Udah buka stress lagi Nab, bentar lagi gue masuk rumah sakit jiwa ini" Jawabku sambil mengangkat telepon dan mulai berbicara

"Hallo selamat siang, dari Gadget Service Center ada yang bisa saya bantu" sapa Salma pada customer di seberang sana dengan nada halus khas customer service.

"Kalian mau maling HP saya ya? ini sudah mau sebulan kok ga selesai selesai. setiap di hubungi susah sekali selalu saja berada di panggilan lain. kalian ga tau saya siapa, saya ini istri polisi saya bisa bilang sama suami saya untuk mempermasalahkan ini ya. saya ga mau tau alasan apapun saya mau sore ini HP saya sudah bisa saya gunakan" cerosos wanita di seberang sana yang membuat Salma menjauhkan telepon dari telinganya dan menghela napas geram.

Salma menghembuskan napas perlahan sebelum memulai berbicara.

"Mohon maaf sebelumnya ibu, untuk unit ibu saat ini kita masih me...."

"Menunggu apa lagi mbak, ini udah mau sebulan lo. Masa iya selama itu hanya untuk pengiriman barang. Udah saya ga mau tau, kalau sore ini ga bisa juga saya minta ganti aja hpnya sama yang baru. lagian hp baru beli sehari masa udah rusak aja" cerocos wanita itu memotong pembicaraan Salma dan langsung mematikan telepon. 

"Arghhhhhhhh beneran masuk rumah sakit jiwa gue lama lama kayak gini. auk ah mau resign aja" teriak Salma mengeluarkan kata kata andalannya.

Resign adalah kata yang selalu keluar dari manusia manusia diruangan ini. Tapi ya tetap saja itu hanya kata kata. Besok pagi semuanya tetap masuk seperti biasa. Pandemi yang membuat semua berantakan dan akan sangat sulit untuk mencari pekerjaan baru menjadi penguat mereka untuk tetap bekerja agar tetap dapat penghasilan.

"Udah udah, mending lo makan dulu deh. sini handphonenya gue bawa dulu" Nabiya berjalan keluar sembari membawa handpone bedebah itu.

Aku memulai makan dengan mood yang sudah berantakan. 

"Sal, part buat code A359 mana? ini statusnya udah repair tapi pas gue cari nggak ada barangnya" Pertanyaan Rony bersamaan dengan suapan terakhir masuk kedalam mulutku.

"Anjir Ron, minum aja belum gue coookkk" maki ku padanya

"Siapa suruh lo naro barang sembarangan, kan udah ada tempatnya" Katanya tanpa melihat wajahku

"Gue taro di tempatnya, awas aja kalo gue cari tu barang ada ya" kataku padanya

Aku beranjak dari tempat duduk ku dan menuju tempat penyimpanan part untuk mencari apa yang di minta sama Rony.

Baru mengangkat barang pertama dan aku sudah menemukan apa yang Rony cari. Aku mengambil barang itu dan melemparkan kepada Rony lalu pergi ke meja ku tanpa mengatakan apapun.

"Eh kok ada, tadi nggak ada sumpah" katanya sambil mengangkat tangannya menandakan piss.

"Lo nyari pake mulut, sampe kiamat juga ga akan nemu" jawabku ketus kepadanya.

"Hehe sorry, yaudah sih emang tugas lo ini" katanya yang semakin menyebalkan.

memang si Rony manusia paling tidak mau kalah. aku hanya diam dan melanjutkan minum yang sempat tertunda.

 aku hanya diam dan melanjutkan minum yang sempat tertunda

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


ICE BEARStories to obsess over. Discover now