🧀🧀🧀
Attention!
- Cerita murni hasil pemikiran saya!
- Maaf jika ada kesalahan penulisan
- Typo bertebaran
- Tidak suka ceritanya? silahkan pindah lapak!
- Ini adalah cerita pertama saya
🧀🧀🧀
16:45 pm
Di sebuah rumah sakit di jakarta, seorang gadis tengah duduk berhadapan dengan dokter psikolog.
"kenapa akhir- akhir ini saya sering pingsan dan tiba- tiba panik ya dok?" tanya gadis itu
Dokter psikolog bernama 'Vania' itu menghela nafas dan berkata
"kamu mengalami anxiety."
Jawaban singkat dari dokter vania itu cukup membuat gadis di hadapannya itu terpaku.
"A-anxiety dok?"
"Ya, anxiety adalah gangguan kecemasan dan rasa takut berlebihan dan terus menerus yang disebabkan oleh lingkungan sekitar atau orang-orang terdekat." jelas dokter vania
Nayara, gadis itu terdiam mendengar penjelasan dari dokter vania, jadi selama ini orang tuanya menjadi penyebab ia memiliki gangguan mental?.
"A-apakah penyakit ini bisa sembuh dok?."
"Anxiety tidak bisa sembuh dengan sendirinya, tapi kamu tidak perlu khawatir, kamu cukup mengontrol emosimu yang membuat kecemasanmu berkurang. Dan jika kamu tidak bisa mengontrol emosimu, maka penyakit ini akan bertambah parah."
"Baik dok sebisa mungkin saya mengontrol esmosi saya."
"Kalau boleh tau, kenapa kamu bisa seperti ini? maaf saya lancang telah bertanya apa yang seharusnya tidak saya tanya."
"tidak apa-apa dok."
"Jadi kenapa kamu bisa seperti ini?"
"kemungkinan besar ini terjadi karena orang tua saya dok, sejak kecil orang tua saya tidak pernah menganggap saya anaknya, saya selalu di kasari oleh ayah saya, dan ketika ibu saya sedang marah dengan ayah saya, saya selalu di jadikan pelampiasan emosi ibu saya." Jelas naya dengan air mata yang menetes
Dokter Vania yang mendengar cerita Yara itupun hanya terdiam. Walaupun ia sudah sering menangani penyakit seperti ini, tetapi tidak ada satupun pasiennya yang separah yara.
Bagi Vania penyakit mental yang terjadi pada Yara ini sudah parah.
"Baik, saya akan meresepkan obat penenang dan kamu bisa menebusnya di apotek" Ucap dokter Vania sembari menulis resep obat
"Ketika penyakitmu kambuh, minumlah obat ini. Tapi jangan sampai berlebihan".
"B-baik dok, kalau begitu saya pamit dulu. Permisi"
Yara pun segera meninggalkan ruangan dokter Vania dan bergegas ke apotek dekat rumah sakit untuk menebus obatnya.
•••
17: 40 pm
Yara sampai dirumah nya dan langsung masuk tanpa mengucap salam.
Yara melihat ada seorang wanita paru baya dan seorang laki-laki yang sedang makan bersama di meja makan.
Wanita itu sadar akan kehadiran Yara "Eh ada Yara, sini kita makan bareng-bareng"
Yara yang sadar akan ucapan ibunya itu langsung melangkah ke meja makan
"D-dia siapa bu?" Tanya yara dengan sedikit gemetar
"Oh ya kenalin ini om bagas, pacar ibu dulu sewaktu SMA"
Yara yang mendengar itu pun langsung menolehkan pandangannya ke arah Bagas
"Perkenalkan saya bagas mantan pacar ibumu dulu" Bagas mengulurkan tangannya
Yara melihat uluran tangan itu dan langsung menjabatnya "Nayara om"Ucap Yara sembari tersenyum.
Bagas membalas senyuman Yara. Dan ia berfikir bahwa Yara akan marah ketika ibunya membawa mantan pacarnya, ternyata tidak.
"Kalau begitu Yara ke kamar dulu ya bu"
Yara melirik ke arah bagas yang sedang makan dengan tenang.
"Y-yara permisi o-om"
Bagas mengangguk sebagai balasan ucapan yara
🧀🧀🧀
S
ampai di kamarnya, Yara merebahkan tubuhnya yang sangat lelah itu di ranjang putihnya.
Sejenak yara menikmati keheningan dan kesunyian kamarnya, ia berfikir dimana ayahnya sekarang? apakah ayahnya mengetahui bahwa ibunya membawa mantan pacarnya kerumah?
"Huftt"
Yara menghela nafasnya, ia sudah sangat lelah dan tidak ingin memikirkan itu semua.
Yara beranjak dari tidurnya mengambil handuk dan langsung masuk ke kamar mandi.
Yara menghidupkan kran wastafel. ia lebih memilih untuk mencuci muka saja.
Setelah mencuci mukanya, ia keluar dan mengganti pakaian.
Setelahnya yara mencari obat yang ia beli di apotek tadi.
Yara membuka satu persatu bungkus obat dan meminumnya. Tenang itu yang Yara rasakan.
Perlahan ia membaringkan tubuhnya dan menaikkan selimut sebatas dada.
Sebelum terlelap yara sempat bergumam semoga besok lebih baik dari hari ini. Kemudian dia mulai memasuki alam mimpinya.
🧀🧀🧀
TBC
Hai, gimana prolognya? gajelas ya? maaf banget, baru pertama kali nulis.
Jangan lupa Follow, Vote, and Komen ya!
See you next part👋
YOU ARE READING
NAYGARA
Teen Fiction[Harapp follow sebelum membaca] [Terimaksih telah membaca cerita ini] Bercerita tentang seorang Nayara Athalia Tamara, gadis cantik, lemah lembut yang memiliki kepribadian ganda atau disebut juga "Multiple Personality Disorder", yang disebabkan oleh...
