01

10 1 0
                                        

Diwaktu subuh dini hari,tepatnya pukul empat sebuah alarm berbunyi yang menandakan akan dimulainya aktivitas para penghuni kamar gadis santriwati yang ditempati oleh delapan orang.

"Huaahh,waktunya bangun barudak."ucap gadis cantik yang bertubuh mungil.

"Hari apa ini teh?"ucap gadis yang bernama Elis,dia gadis yang tinggi.

Gadis mungil itupun berdiri dan menoleh kepada temannya yang bertanya.

"Ini hari Senin tau,Ayok pada bangun!hari ini kan upacara."dia berucap sambil berjalan ke kamar mandi.

Itulah awal mula dari kisah seorang gadis yang memiliki bentuk tubuh kecil dan mungil,yang sekarang menjadi sosok santriwati yang bernama Hanindiya Arum. Seorang gadis dari desa dan keluarga petani.

Setelah tiba dikamar mandi ternyata Hanin harus mengantri dengan santriwati yang lain,yang pasti bangun lebih awal dari dia.

Hanin hanya berdiri sambil menyenderkan kepalanya ke tembok samping dia berdiri. Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menepuk pundaknya.

"Teh Hanin?"ucap orang itu,Hanin pun berbalik melihat siapa yang memanggilnya.
"Eh kamu sif,kirain siapa ngagetin."ucap Hanin. Ternyata orang itu adalah adik kelas Hanin yang bernama Sifa Ayunia.
Sifa hanya cengengesan"hehe iya teh"

Setelah selesai berwudhu dan rutinitas dikamar mandinya,Hanin kembali ke kamar untuk mengambil mukena dan tentunya barang-barang untuk kegiatan pagi ini. Semua santriwati melaksanakan sholat subuh berjamaah , setelahnya dilanjutkan dengan mengaji Al kitab.
Tepat pukul enam pagi para santri selesai semua dan pergi kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap berangkat sekolah. Termasuk Hanin yang baru menginjak kelas 11 SMA.

"Nin,sarapan dulu"panggil teman Hanin yang bernama Sri . Dia satu kelas dengan Hanin. Hanin hanya mengangguk sebagai jawaban.

gadis desaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang