Prolog

8 2 0
                                        

  

 

  Seorang gadis yang membawa sebuah kue tersenyum kearah kedua orang tuanya yang berada di sebrang jalan. Dengan semangat gadis itu menyebrang ke sebuah jalan raya, karena terlalu semangat gadis itu tidak menyadari jika ada sebuah truk yang melaju kencang ke arahnya

  Clara membulatkan matanya ketika truk tersebut meng-klaksonnya. Tubuhnya mematung di tempat hingga kue yang ia bawa terjatuh.

"CLARAAAA!!!"

BRAAAAKKK

  Tubuhnya ambruk di trotoar, ia membuka matanya dan sedikit meringis kesakitan karena tubuhnya terdorong. Ia bangkit dan mengedarkan pandangannya, hingga pandangannya tertuju pada sosok wanita yang terkapar penuh darah yang jaraknya lumayan jauh darinya.

  Matanya terbelalak ketika mengenali sosok wanita itu. Jantungnya seakan berhenti berdetak, air matanya luruh begitu saja. Dadanya terasa sesak seperti tertimpa besi berton-ton

  Gadis itu bangkit dan menghampiri tubuh bundanya yang tergeletak tak berdaya

"BUNDAAAAAA!!!"

"Bunda! Bangun bunda, jangan tinggalin Clara bun!" Ucap Clara dengan menggoyangkan tangan sang Bunda

"Apa yang kamu lakukan kepada istri saya!" Bentak suami dari wanita itu yang tak lain adalah Ayah Clara sendiri

  Clara tersentak kaget, Ayahnya menarik kasar tangannya hingga Clara hampir terjengkang.

"Res! Resti! Bangun, sayang!"

  Ayah Clara memeriksa denyut nadi sang istri. Tapi ternyata.... Hilang. Seketika tubuh ayah membeku, air matanya luruh

  Sang ayah menggeram marah, ia berbalik dan menatap tajam Clara

"LIHAT! APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN! GARA-GARA KAMU, ISTRI SAYA MATII!"

Deg

  Tubuhnya terasa lemas, air matanya turun semakin deras. Pikirannya kalang kabut, berharap ini semua hanya mimpi buruknya

"E-engga, eng-engga mung-kin" ucapnya terbata-bata

"DASAR PEMBUNUH!"

"A-aku pem-pembunuh?" 

  Ia menggeleng pelan, "Engga! Aku bukan pembunuh!"

"Enggak! Bukan aku!"

"ENGGAKK!"

  Gadis itu langsung terduduk dari tidurnya serta membuka matanya lebar, nafasnya memburu, dan keringat dingin sudah membasahi tubuhnya. Air matanya luruh begitu saja, membasahi pipi chubby nya itu

"DASAR PEMBUNUH"

"DASAR PEMBUNUH"

"DASAR PEMBUNUH"

  Ia memegang kepalanya yang berdenyut seakan mau pecah. Sekelibat kata-kata yang pernah dilontarkan oleh sang Ayah menggentayangi pikirannya. Dadanya terasa sesak, bibirnya terus meracau

"Enggak! Aku bukan pembunuh"

"Bukan aku. Bukan aku. Bukan a-"

  Kepalanya terasa sakit bukan main sehingga belum selesai mengucapkan kalimatnya, gadis itu sudah kehilangan kesadarannya. Dan tanpa gadis itu sadari, ada seseorang yang memperhatikannya dari celah pintu kamar yang sedikit terbuka itu

  Seseorang itu sudah berdiri di posisinya cukup lama, hanya memperhatikan gadis itu tanpa ada niatan untuk menemui ataupun menenangkan gadis itu

  Matanya menatap tajam kearah sang gadis, terdapat aura kebencian terhadap sosok yang sedang tak sadarkan diri tersebut

"Kamu memang pembunuh!"








. Hallow kawan-kawan, apa kabar? Semoga sehat selalu yaaw <3
. Ini cerita pertama Miduyy, mohon maaf kalo seandainya ada kata yang kurang tepat😄 Miduyy juga masih belajar^^ bantu support Miduyy yaaw, sekian terima aku apa adanya. Lupyu❤️

• Tandai typo
• Spam vote+coment

. See you bye"!

Mati Rasa!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang