bab .1

12 0 0
                                        

"apa?! Gimana bisa jadi kayak gini?!, kerja kayak gini aja kalian ga bisa urusin! Masa iya saya yang harus turun tangan buat kerja ini?! Hahhhh?!," teriak gadis itu dengan amarah nya sambil melemparkan kertas-kertas laporan itu,

"Maaf nona, atas kegagalan saya, tolong beri kesempatan ke saya untuk selesai kan ini," ujar pria itu dengan menundukkan badanya dia tidak ingin melihat mata majikannya yang lagi emosi,

"Apa? Kesempatan? Andra saya udah kasi banyak kesempatan ke kamu untuk memegang jawatan kamu itu, saya menghormati kamu sebagai menajer di sini, mendiang papa kasi kamu jawatan itu kerna dia percaya kamu bisa lebih sukses, and now why is did! Hahh?!," ujar shita dengan masih penuhi emosi,

ARSHITA AFENA 27: ceo di perusahaan elba salah satu perusahaan terbesar di Jakarta,

Shita menghela nafasnya lalu kembali buka bicara,

"Gini aja, besok pagi kamu andra ama mary ikut saya berangkat ke bali' ga ada alasan dan bantahan ngerti!," ujar shita masih cuba buat menahan marahnya,

Ingin aja mereka nolak tapi melihat kondisi majikanya mereka terpaksa turutin,

"Iya nona," ujar andra ama mary serentak,

Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam saat mereka masih bicara,

"Shi ini dokumen yang har....hari...itu," ujar seorang pria dengan berpatah-payah ayatnya,

"Shanz masuknya bisa ga sih diketuk dahulu pintunya," ujar shita yang masih di kawal emosi,

"Sorry, aku keluar dulu," ujar shanz dengan melangkah keluar tapi langkah nya berhenti saat shita memanggil nya,

"Shanz ada apa?," ujar shita kelihatan nya udah tenang,
"Kalian keluar dulu dan siapkan kerja yang harus dibawa besok ngerti," ujar shita dengan duduk di kerusinya,

"Inih dokumen nya, aku udah selesaikan nya dengan sepenuh tenaga aku," ujar shanz dengan merasa bangga terhadap dirinya,

"Shanz, kamu ga pulang yah kemarin?," ujar shita sambil tutup hidung,

"Iyah lah aku selesaikan lima dokumen ini dari semalam," ujar shanz merasa aneh ama sahabatnya,

"Shanz, ih kamu mah, pantasan bau kamu sampai ke sini, udah ambil ini kasi mary dan kamu pulang aja," ujar shita udah ga tahan ama bau sahabatnya,

SHANZ 27: teman baik shita dari SMA dan juga anak buahnya shita,

"Ehh apaan sih, iya iya aku pulang sekarang," ujar shanz dengan kesal ama temannya baru aj mau dapatkan pujian darinya malah di suruh pulang,

Setelah selesai namun emosi shita masih aja tergangu,
Kertas yangnya itu masih aja bertaburan ke lantainya,

Tiba-tiba,

Tokkk...

Tokkk...

Tokkk...

"Permisi nona cafe nona udah datang," ujar seorang perempuan yang sebaya ama shita,

"Jess, thanks," ujar shita dengan tersenyum sambil ambil cafe yang dibuat oleh jess,

Jessica atau lebih dikenali jess pengurus perusahaan dan juga teman baik shita,dia ke sini setelah dapat tahu yang sahabatnya lagi marah-marah ama para karyawan,

"Shi kalo marahnya itu bisa ga dikurangin hah?, udah sampai ke atas kamu tahu ga, aku yakin ntar kakak kamu pasti panggil," ujar jess dengan tenang,
"And one, kalo marah atuh disini juga harus diberesin shi, astaga kamu mah," ujar jess sambil mengutip kertas di depan meja besar shita,

"Jess, kalo mau datang ituh, bisa ga dikasi semangat atau ketenangan ini ga, malah nambahin amarah aku," ujar shita dengan kesal ama sahabatnya seorang lagi nih,

"Ok ok fine, aku diam ok, udah, nikmati aja cafenya ok," ujar jess dengan tenang,

Setelah selesai lalu dia duduk di kerusi depan shita,

"Aku udah tahu soal pembinaan di bali ada masalah dan juga soal kamu yang akan ke sana besok pagi," ujar jess dengan wajah serius,

"Iyah perkara kayak gini lah yang bisa bikin aku pusing, punya karyawan banyak satupun ga bisa dipake," ujar shita dengan meluahkan kepusingan nya,

"Udah tenang aja, jangan di ambil pusing hal kerja sayang," ujar jess dengan cuba tenangkan sahabatnya,

"Gimana ga diambil pusing jess, hal kayak gini bukan baru aja terjadi, bahkan udah berkali-kali," ujar shita lagi dia menundukkan kepalanya ke mejanya,

"Maksud kamu andra kan," ujar jess dia udah bisa tebak seseorang dari wajah sahabatnya,

"Emmm ga tahu kenapa dan apa yang istimewa sangat dirinya sehingga mendiang papa aku kasi jawatan penting kayak gitu mending kasi ke kamu," ujar shita yang kelihatan lemas,

"Shi, kamu tahukan aku ga peduli banget soal jawatan kayak gini, jawatan yang aku pegang sekarang pun udah bikin pusing, gini aja, kamu pikir yang baik aja, kerna aku yakin kenapa mendiang om kasi jawatan yang sepenting ini ke dia yah," ujar jess lagi sambil memegang tangan sahabatnya,

"Emmm akan ku cuba," itu aja balasan dari shita,

"Emmm gimana gini aja, aku hubungi thar untuk ikut kamu ke bali, gimana," ujar jess tiba-tiba dapat idea bernas,

"Jess, kan thar sekarang ada di china?," ujar shita,

"Iyah aku tahu, tapi pagi tadi udah aku periksa dan aku dapat tahu yang thar udah pulang dari china kemaren malam, gimana mau ga. Kalo mau aku ke sana temui itu anak terus ngomong soal ini mau ga," ujar jess, dengan tersenyum.

Ok see you next part ok
Jangan lupa komen vote dan follow ok

Putih And Hitam (on going) Stories to obsess over. Discover now