[1]-Bertemu

252 17 5
                                        

HALLO GASY! INI CERITA PERTAMA AKU, JADI MAAF YA KALO MASIH BERANTAKAN. MAKLUM MASIH PEMULA

HAPPY READING!

Azahra Nazhifa Shafia murid pintar yang baru saja memenangkan olampiade antar kabupaten. Wanita itu sedang terburu-buru karena sudah telat masuk sekolah karna mamahnya yang telat membangunkan nya.

Karena terlalu terburu-buru sampai pada akhirnya ia menabrak seseorang yang ia rasa mengenalinya.

Brak!

"Aduh kalo jalan tuh liat-liat dong! " ujar cowok yang baru saja ia tabrak.

"Heh, lu juga ngapain keluar jam pelajaran hah? Jangan-jangan lu mau bolos kan? " balas Zahra tak mau kalah. Padahal dia yang salah, tapi dia juga yang ngeggas, hadeuh.

"Enak aja, ya gue mau ke kantin lah" balas cowok itu.

Zahra merasa bingung dengan respon cowok itu, apa dia kata? Ingin ke kantin? Bukankah ini masih pelajaran pertama?.

"Alah palingan lo mau bolos kan? " tanya Zahra sekali lagi.

"Kepo aja lo sempak dora" balas cowok itu dengan sedikit nyolot.

Tanpa mereka sadari seorang guru sedang memperhatikan mereka yang keluar dari salah satu kelas.

"Kalian ngapain? Mau bolos hah" bentak sang guru.

"Enggak ko pak, justru saya menghentikan murid yang ingin bolos" jawab Zahra dengan santai.

Pak Gunawan yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik dua murid nya itu sontak berpikir heran,"kamu juga kenapa gak masuk kelas hah?" Tanya  Pak Gunawan.

"Maaf Pak tadi saya telat" jawab Zahra jujur.

"Yasudah kalian berdua ikut saya" ucap Pak Gunawan yang tak mau memperpanjang masalah.

Zahra dan Alvin pun mengikuti Pak Gunawan dari belakang, pria itu berhenti pada tengah-tengah lapangan, "kalian saya hukum karena membuat kesalahan" ujar Pak Gunawan.

"Tapi Pak, saya kan cuman telat bukan mau bolos" ucap nya sembari tersenyum.

"Sama saja! Memang nya sekolah ini punya nenek moyang kamu! "ujar Pak Gunawan yang penuh tekanan.

Zahra yang hanya terdiam pun tak mampu berkata-kata lagi. Memang benar apa yang Pak Gunawan katakan.

"Yasudah kalian saya hukum, hormat sampai jam istirahat tiba" tegas nya lalu beranjak pergi dari tepi lapangan.

"Ini semua gara-gara lo tau gak! "Ujarnya.

"Kok gue sih" kata Zahra tidak terima.

Alvin menarik napas kasar. Ingin sekali ia menendang wanita itu sampai ke kutub Selatan.

"Ya gara-gara lo gue di hukum kan" ujar nya yang sambil mengelap keringat di dahinya.

Merasa kesal. Zahra pun menginjak salah satu kaki Alvin dengan lumayan kencang.

"Sakit bangsat, galak banget lo jadi cewe" adunya kesakitan.

***

Jam istirahat telah tiba. Para murid bergerombolan menuju kantin yang jarak nya tak terlalu jauh dari sekolah.

"Zahra ayo jajan, gue lagi mau makan seblak, pempek, bakso. Ayo cepatan! Gue udah laper nih" ujar Aulia, sahabat dari Zahra.

"Yaudah ayo" pasrah Zahra.

Saat hendak menuju ke kantin langkah mereka berhenti ketika melihat adik kelas nya yang sedang di palak oleh kakak kelas.

Zahra yang melihat kejadian itu mengepalkan tangan nya erat-erat. Ya dia memang tidak suka melihat orang yang sok ke jagoan dan pada akhir nya.

ALVINWhere stories live. Discover now