Pernahkah kau melihat hantu? Apa pendapatmu tentang itu?
ntah mengapa, sejak aku bangun dari koma. Aku dapat melihat mereka.
Tapi yang satu ini berbeda, dia... hantu tertampan yang pernah kulihat.
Nb: terinspirasi dari kisah nyata yang ditambahkan...
Peringatan!!!! Jangan baca malam2 bagi yang penakut. Terdapat gambar serem!
Kau percaya hantu?
Kau bisa melihatku?
Tolong aku!
Awalnya aku tidak percaya...
Hei kau bisa melihatku bukan?!
Hihihi anak muda yang tampan. Mau membantuku menemukan tanganku?
Sampai aku melihatnya sendiri!
Kekeke, kau bisa melihatku bukan? Kenapa kau pura-pura tidak melihatku??
Hei, aku disini. Bantu aku! Badan ku masih ada di bawah reruntuhan!
Aku bukan orang yang terlahir punya indra keenam atau semacamnya.
Aku hanya orang biasa..
Sampai kejadian itu!
"Tolong siapapun panggil ambulance!"
" Kasihan sekali anak itu. Ibunya melindungi dengan tubuhnya."
Aku melihat orang-orang berkumpul. Tatapan mereka...
Tatapan iba dan menyayangkan.
Ibuku yang memelukku sampai akhir. Aku, sudah tidak bisa mendengar detak jantungnya lagi.
Pandanganku kabur saat orang datang membopong kami keluar mobil.
Berita terkini!!!
"Telah terjadi kecelakaan Lalu lintas dipusat kota. Dimana korbannya adalah sepasang suami istri dan satu anaknya. Saat ini korban dilarikan kerumah sakit. Diduga pelaku menyetir dalam kondisi mabuk sehingga kehilangan kendali dan menerobos lampu merah. Belum ada pemberitahuan tentang kondisi korban saat ini."
Aku tak ingat apapun lagi setelahnya. Mereka bilang aku tidur cukup lama.
" Berapa lama aku tertidur paman?"
" Kau koma selama 2 bulan nak. Paman hampir putus asa, jika kau tidak bangun paman tidak punya siapa-siapa lagi."
Dia paman Orochimaru, sahabat ayah.
Dia hanya sebatang kara. Dia selalu menganggap kami keluarganya.
Dan sekarang mungkin aku juga... sebatang kara.
" Jangan bersedih, Itu semua bukan salahmu. "
Itu yang selalu dia katakan. Kalimat penghibur mungkin.
Tapi aku tau, jika aku tidak memaksa mereka keluar ditengah malam hanya untuk membeli kue kesukaanku, ini semua tidak akan terjadi. Kalau ibu, tidak memilih melindungiku, ini semua tidak akan terjadi.
" Kenapa kalian pergi sendiri dan tidak mengajakku?"
" Jangan begitu, ibumu melindungimu bukan untuk membuat mu bersedih."
Kulihat paman yang menangis tersedu sambil memelukku.
Aku bahkan tak bisa lagi menangis. Air mataku tidak mau keluar.
Saat paman pergi, rasanya kembali sunyi. Aku melihat langit sangat indah.
"Hei apa kau melihatku?"
Pertama kalinya aku melihat hantu. Dia bergelayut dijendela. Dengan leher yang hampir putus.
" Kau sedang sedih ya? Apa ibumu pergi kelangit?"
Mata bolong, mulut robek, bahkan badan yang penuh ulat. Itu menyeramkan.
Tapi bahkan aku tak bisa berteriak.
Aku takut.
Tapi aku tidak bisa mengekspresikan apa-apa.
Aku hanya melihat Tampa ekspresi.
" Ingin ku bantu bertemu mereka lagi?"
Apa dia bisa melakukan itu?
" Kemarilah. Aku ajak kau bertemu mereka."
Ntah yang dia katakan benar atau tidak.
Aku hanya mengikuti.
Tampa sadar aku sudah berdiri dipinggir jendela.
" Melompatlah. Ayo kita bertemu mereka segera."
Dia ingin aku melompat?
Yah, lagian aku juga sudah tidak ada semangat hidup. Apa bedanya aku hidup atau mati?
Aku merentangkan tanganku.
Merentangkan tanganku, merasakan hembusan angin yang menyapu wajah ku.
Melihat kelangit berbintang...
" Ayah, ibu, aku datang.."
" Kekeke, meloncat lah manis. Meloncat lah...
Meloncat lah!
Kau ingin bertemu mereka bukan?
Ayo meloncat
Meloncat!!
MELONCAT
MELONCAT
MELONCATLAH!!!!"
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
"SASUKEEEE!!!!!!!"
Kudengar suara langkah kaki mendekat. Tapi bahkan kaki ku sudah tidak menapak.
Aku melihat kebawah..
Sepertinya tinggi, apa akan sakit? Ah bahkan aku sudah tidak merasakan sakit.