Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Duda Incaran

48.2K 386 4
                                        

Hai, Aku Oki. Cowok berumur 20 tahun yang sekarang berstatus mahasiswa di salah satu universitas ternama di kotaku.

Ya. Aku gay. Aku pemuja kontol. Walaupun aku suka kontol, aku tetap saja pemilih. Aku punya tipe cowok dengan kontol idaman.

Aku juga belum pernah ngentot dengan cowok mana pun karena aku masih ragu. Selama ini aku hanya bermain dengan buah mentimun dan terong besar. Ya walaupun aku tidak suka makan mentimun dan terong tapi kalau soal menusuk lubang boolku cuma sayuran itu yang selama ini memuaskan birahiku.

Aku ingin boolku diperawani oleh seseorang yang perkasa, namun itu tidaklah mungkin.

Selama ini ketika aku sedang coli aku sering membayangkan boolku dientot oleh bapak pemilik kost-ku yang gagah. Namanya pak Romi. Dia duda tanpa anak. Istrinya meninggalkannya ntah tak tahu kenapa. Dia bekerja sebagai mandor di salah satu pembangunan gedung kampus baru di kotaku.

Dilihat-lihat pak Romi sepertinya memiliki tinggi sekitar 170-an. Kulitnya gelap seperti bapak-bapak pada umumnya. Aku sangat ingin diperawani pak Romi karena kontolnya yang besar dan hitam. Kalian pasti bertanya, 'emang kamu pernah lihat kontolnya?' jawabannya tidak. Hanya saja saat dia ingin mandi di kamar mandi luar aku sering memperhatikan tubuh bagian bawahnya. Walaupun tertutup celana kolor tetap saja kontolnya yang bobo manis itu masih tercetak jelas dan besar.

Aku selalu bermimpi untuk bisa dientot oleh pak Romi. Saat aku memasukkan terong besar ke dalam lubangku, aku sering membayangkan bahwa aku sedang dientot pak Romi dengan kasar. Ku bayangkan terong yang sedang keluar masuk di lubangku adalah kontol pak Romi. Bahkan aku bisa langsung keluar hanya dengan membayangkan tubuh telanjangnya. Aarrrgghhh aku jadi horny!!!

***

Saat ini aku sedang menjemur pakaian di depan kost-ku. Hari ini tidak ada jadwal kuliah jadi aku menghabiskan waktu pagiku menonton film sampai siang lalu sorenya ku gunakan untuk nge-gym. Ya aku suka pergi ke gym untuk membentuk badanku supaya semakin bagus, namun alasan utamanya adalah untuk membentuk dada dan pantatku agar semakin montok dan menggoda para pejantan tangguh.

"Sore, Ki. Mau dibantu jemur baju tidak?" saat aku sedang asik menjemur baju aku dikejutkan oleh sapaan dari orang di belakangku. Aku menoleh ke asal suara tersebut dan ternyata itu pak Romi. Pak Romi berada di teras rumahnya, sepertinya baru selesai mandi. Itu dapat dilihat dari keadaan rambutnya yang masih sedikit basah dan sebuah handuk yang terlilit di pinggangnya menutupi perut bagian bawah tanpa atasan apapun.

"Ehh... ternyata bapak. Saya kira siapa tadi." Aku tersenyum ke arah pak Romi dengan masih melakukan kegiatan menjemur pakaian.

"Memang kamu pikir siapa lagi bapak-bapak di kost ini selain saya? Kost ini saja isinya cuma anak muda seusiamu."

"Ehehe... Saya pikir ada orang lewat terus manggil saya, pak."

"Kamu ini ada-ada saja. Jadi kamu perlu bantuan menjemur baju tidak?"

"Ah... tidak usah, pak. Saya bisa sendiri kok, pak. Lagian ini tinggal sedikit.'

"Ah ya sudah kalau begitu saya saja yang minta tolong ke kamu."

"Mau minta tolong apa pak?"

"Habis pulang kerja badan saya capek banget rasanya. Bisa tolong panggilkan tukang pijit untuk saya? Tukang pijit depan itu loh, si... Jamal."

"Mas Jamal sepertinya sedang pulang kampung, pak. Dengar-dengar sih istrinya mau melahirkan di kampung."

"Waduh... Badan saya pegel banget ini. Kamu kenal tukang pijit lain nggak, Ki?"

DICKyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang