Suara sirine yang berbunyi saling bersahutan bagaikan musik latar dari serial drama tragedi, membuat beberapa pasang mata iba ketika melihatnya. Bersamaan dengan polisi yamg sibuk menstabilkan banyaknya orang yang berkerumun di sekitar kecelakaan tersebut. Mereka saling berbisik dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi.
Di tengah kerumunan, seorang anak kecil berdiri mematung menatap penuh kecemasan. Matanya berkaca-kaca, hatinya berdegup kencang, denyutnya semakin cepat ketika melihat mobil ambulans membawa seseorang dengan tandu. Dia melihat bagaimana mamanya menangis hebat di dalam ambulans itu, meninggalkanya sendiri yang sedang ketakutan. Rasa cemas itu membeku di dadanya, menghantui pikirannya tanpa henti. Dia menangis ketakutan hingga kemudian seseorang menggenggam tangan kecilnya dan membuat bayangan itu hilang seketika.
Erlan membuka matanya dengan cepat, tubuhnya basah kuyup oleh keringat dingin. Nafasnya terengah-engah, ia memegangi dadanya yang berdebar kencang, mencoba menenangkan diri. Namun, bayangan yang menakutkan masih membayangi pikirannya. Dalam bisiknya ia mengucap istighfar berharap kecemasan yang ada dalam fikiranya akan hilang.
Erlan melamun melihat atap-atap apartemennya, mimpi buruk masa lalunya kembali lagi. Dia tak tahu sampai kapan trauma ini akan menjadi teman hidupnya. Trauma di masa lalu yang telah mengubah hidupnya, menghancurkan kenangan indah masa kecilnya, dan mengubah seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Erlan menghembuskan nafas kasar dari mulutnya, berharap beban dalam fikiranya ikut keluar dari hembusan nafasnya. Erlan berdiri dari ranjang empuknya untuk bangun, hingga notifikasi dari ponselnya membuatnya menghentikan kegiatanya.
Kelinci kecil : Hey kutu buku bangun, ini sudah pagi.
Erland tersenyum membaca pesan singkat dari sahabat kecilnya itu. Tak jarang sahabat kecilnya itu akan selalu mengirimi pesan pesan singkat yang tidak ada gunanya untuk menghibur Erland, sebenarnya pesan-pesan itu hanyalah bualan Safiyyah untuk menghibur Erland. Karna ia juga tahu, jika trauma di masa lalu Erland selalu menghantuinya. Erland tak membalas pesan itu karna mulai sekarang ia harus mulai terbiasa tanpa kehadiran gadis itu. Tak akan berselang lama, dia harus mengubur rasa yang ada dalam hatinya mulai sekarang. Karna statusnya yang sudah di lamar oleh saudara kembarnya sendiri, Erfan.
YOU ARE READING
Luka
Teen FictionCerita ini mengisahkan tentang seorang pria yang terjebak dalam cinta yang rumit dan tak terduga. Pria ini mencintai seorang wanita dengan sepenuh hati, namun nasib buruk menghadangnya saat ia mengetahui bahwa wanita yang dicintainya akan menikah de...
