SATU

9 1 0
                                        

Adella Lauren harus merasakan kehilangan yang teramat menyakitkan tepat di hari kelulusanya. Adella benar benar tidak tau harus melakukan apa saat mengetahui kedua orang tuanya mengalami kecelakaan dan tidak bisa diselamatkan lagi. Seakan penderitaanya belum cukup, Adella harus terpaksa menikah dengan laki laki yang tidak dia kenal.

Itu semua dia lakukan demi bisa melunasi hutang perusahaan yang terancam bangkrut. Atau mungkin sudah bangkrut.

Tepat setelah acara akad dilangsungkan, Adella langsung diboyong ke rumah keluarga Giovano Orlando, suaminya sekarang.

Kalau orang melihat sekilas, mungkin mereka akan berpikir kalau Adella sangat beruntung memiliki suami dengan paras yang mendekati sempurna.

"Pasti capek ya sayang, langsung istirahat di kamar Gio aja ya" ujar Emma pada Adella

"Iya tante.."

"Mami dong sayang"

Adella mengangguk kikuk. "Bang, anterin istrinya sana" ujar Emma pada Gio

"Ikut gue" ucap Giovano dingin

Setelah pamit dengan Emma, Adella langsung mengikuti langkah Gio ke atas.

..............

Setelah sampai di kamar, Adella mengamati setiap inci kamar yang dipenuhi dengan warna hitam. Adella sedikit merinding menatap lukisan di pojok kamar.

"Untuk sekarang lo bisa tidur di tempat gue, tapi jangan harap gue mau tidur di sebelah lo" ujar Gio dingin

"Geer banget sih, gue juga ogah kali tidur sama om om kayak lo" batin Adella

Adella tidak ingin menanggapi ucapan Gio, dia lebih memilih masuk ke kamae mandi. Dia sudah merasa sesak menggunkan gaun ini terlalu lama.

Bagi Gio, pernikahan ini sungguh konyol. Bagaimana bisa di dinikahkan dengan gadis yang baru beberapa hari lalu lulus SMA. Sedangkan dia sudah berumur 26 tahun. Terlebih lagi, Gio memiliki kekasih.

"Ehem... bang, bisa minta tolong?"

Gio menoleh ke arah kamar mandi, Adella hanya mengeluarkan kepalanya.

"Apa?"

"Bisa lepasin resleting gaun gue?" Tanya Adella ragu

Gio berjalan ke arah kamar mandi, lalu mendorong pintu hingga dia sekarang sudah berada di dalam kamar mandi.

"Nyusahin" ujar Gio

"Yakan gue gk bisa.."

"Nggak usah ngejawab" sinis Gio

Gio menelan ludahnya susah payah saat melihat punggung Adella yang terpampang nyata di hadapanya.

"Shit"

"Lo kalau gk ikhlas mending gk usah, harus banget apa ngomong kasar gitu" gerutu Adella sambil membanting pintu cukup keras

...............

Malam harinya Giovano langsung mengajak Adella pindah ke apartmenya. Sejak tadi mereka sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun. Adella benar benar tidak yakin dengan pernikahan ini.

You & IWhere stories live. Discover now