Seorang anak laki laki berusia sekitar tujuh tahun pulang dari sekolah dengan baju basah dan menangis sesenggukan. Dari wajahnya, terlihat ia sangat sedih hingga yang melihat bisa merasakan sesak di dada.
"Ibu, " panggilnya kepada seorang wanita yang terlihat hendak menghampirinya.
"Nath, kenapa sayang? Kok nangis? Ini bajunya basah lagi, "
Dari raut wajahnya terlihat sekali kalau wanita yang di panggil ibu itu sangat khawatir melihat putranya yang pulang dalam keadaan menangis, pipi putihnya terlihat memerah dan baju yang benar benar basah.
"Nathaniel, coba lihat mata ibu!"
Wanita itu mengusap pelan kepala putranya, kemudian dengan halus menyingkirkan tangan mungil yang menutupi wajah basah sang anak, baru kemudian pecahlah tangisan pilunya.
Dengan lembut, dipeluklah tubuh bergetar putranya. Mencoba membagi rasa sakit yang di rasakan oleh buah hatinya.
"Ibu, teman nath pada jahat," adunya setelah tangisnya mereda.
"Memang kenapa?"
"Mereka bilang, nath anak haram, nath anak pembawa sial karena nggak punya ayah." Sang ibu masih mendengarkan dengan seksama meski hatinya merasa perih.
"Nath bales jawab, tapi nath punya ibu yang sayang sama nath."
"Setelahnya pipi nath di pukul, terus nath di siram air pel punya mang kebun." Air matanya kembali menetes,
"Nath sakit, pipi nath sakit, hati nath juga sakit"
Sang ibu kembali mendekap anaknya dengan erat, membiarkan tangis anak tercintanya pecah. Berharap rasa sesaknya berkurang.
"Nathaniel anak kesayangan ibu, coba lihat ibu!"
Nathaniel menatap wajah orang yang telah melahirkannya itu, terlihat senyuman indah yang selalu di tunjukan kepadanya.
"Nath tahu? Nggak ada yang lebih berharga bagi ibu selain kamu, "
"Nath adalah anugerah terindah yang tuhan berikan pada ibu, dan ibu sangat sangat sangat menyayangi nathaniel"
"Nath memang tidak punya ayah, tapi nath punya ibu yang akan selalu ada untuk nath, ibu yang akan selalu menyayangi nath dan menjadi tameng untuk nath."
"Jadi anak kesayangan ibu, jangan sedih lagi, besok ibu jewer temen nath yang jahat itu, oke?!"
"Hm! Tapi ibu janji ya... kalau ibu akan selalu sayang nath!"
"Iya, ibu akan selalu sayang nath!"
