Jalanan ibukota pagi itu tampak masih sepi dengan beberapa kendaraan saja yg berlalu lalang,seorang gadis tengah terlihat memandangi lampu lalu lintas itu berubah warna menjadi merah agar ia dapat menyebrangi jalan itu
Setelah menyebrang, ia berjalan santai menuju halte untuk menunggu bus yang akan ia tumpangi menuju sekolah barunya,sesampainya di halte ia mengeluarkan handphonenya kala mendapatkan sebuah notif
Ayyara
Sye,gue masih nunggu angkot kalo semisal lo mau duluan,duluan aja gapapa kok
Gue tunggu lo aja jangan sampe telat ya ra,gue canggung kalo dateng sendiri
Setelah mengirim balasan itu ia pun mengecek tasnya kembali apa ada perlengkapan yang lupa ia bawa,sebelum menutup tasnya ia meraih dompet dan mengeluarkan kartu untuk melakukan pembayaran dibus nanti
Beberapa menit berlalu ayyara tak kunjung datang yang membuatnya merasa cemas karna sebentar lagi bel akan berbunyi,berbarengan dengan itu sebuah panggilan masuk dari ayyara tertera pada layar handphone yang membuatnya bergegas mengangkatnya
"Duluan aja sye,gue barusan ketinggalan bus jadi harus nunggu lagi,ikutin aja anak sekolah yang make batik hitam ya" ucap ayyara yang membuatnya menarik nafas dalam pasalnya sudah beberapa bus yang ia lewati sedari tadi
"Gapapa ya ra?ini bus nya udah sampe kita ketemuan disekolah aja " gadis itupun mematikan sambungan telponnya kala pintu bus itu terbuka dengan seorang pramugara didalamnya dan penumpang yang sudah berdesakan
Setelah menyimpan handphonenya ia mengambil kartu dan menyerahkannya pada pramugara itu untuk melakukan pembayaran
"Turun dimana kak?" Tanya pramugara yang membuatnya mengingat kembali perkataan sang mama kemarin
"E- eh halte da-dayana " setelah berpikir keras akhirnya ia dapat mengingat nama halte itu
"Oke kak" ucap pramugara tersebut sembari mengembalikan kartu miliknya tadi
Beberapa menit berdesakan akhirnya ia tiba dihalte yang dituju dengan beberapa siswa lainnya yang ikut turun bersamaan
Ia melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul 07.02 yang artinya bel sekolah sudah berbunyi 2 menit yang lalu,
Ia memilih jalur kiri tempat ia dan mama lewati kemarin menuju sekolah namun siswa yang ikut turun tadi memilih jalur kanan yang membuatnya mengurungkan niat menempuh jalur kiri itu
"Daripada kesasar mending ikut mereka aja deh jadi kalo dihukum ga malu banget" cicitnya dan mempercepat langkah agar bisa beriiringan dengan segerombolan siswa itu
Namun yang ia dapati malah pagar yang hampir saja ditutup oleh seorang satpam,dan ia menjadi orang terakhir dari semua siswa tadi sebelum pintu itu ditutup
"Pak izinin saya masuk ya" ucapnya memelas memegangi pagar itu
"Kamu ga niat sekolah ya?udah datang telat,baju lain sendiri" omel satpam tersebut yang membuat salah satu guru mendekat
"Kenapa ga pake seragam nak?hari ini kan bukan hari senin" tanya guru tersebut dengan nada yang lembut sehingga membuatnya tidak terlalu takut untuk menjawab
"Saya anak baru pak tadi hampir kesasar makanya telat,izinin saya masuk ya pak" jelasnya yang membuat satpam dan guru itu mengangguk berbarengan dan membuka kan pagar tersebut
"Bilang dong kalo anak baru neng saya kan gatau" ucap sang satpam sembari tersenyum kepadanya
"Maaf ya pak tadi saya panik,bapak kepseknya udah datang ya pak?"tanya gadis itu yang tengah mengedarkan pandangannya pada gedung utama tempat ruang guru berada
YOU ARE READING
syea
Teen FictionIni kisahku,kisah cinta virtual Cinta yg tumbuh tanpa sebuah pertemuan tentang sepasang remaja yang merasakan cinta namun terhalang oleh jarak dia bukan cinta pertamaku dan juga bukan cinta terakhirku namun aku mengabadikannya karna ia mampu membu...
