Banyak hal di dunia ini yang tanpa disadari memiliki hal bermakna walau terdengar sepele bagi banyak orang ,tak ayal dari banyak nya manusia di dunia ini banyak orang yang sayang nya tidak pernah bersyukur atas apa yang ia punya. contoh nya cwo imut plus tampan yang sedang menikmati angin malam di atas tingginya rodtof sekolah sambil menghembuskan asap dari bibir indah nya itu. Bila ditanya kenapa dia melakukan itu? Jawabannya adalah bosan! Sesimpel itu memang.
Brukkkk
Terlihat 3 orang lelaki tampan menghampiri jisung.
" jabingan lo ya jie bolos kok ga ngajak" Ucap lelaki berambut pirang AKA chenle dirgantara si tampan cerewat dan banyak tingkah.
" Bangs ~"jie tidak melanjutkan umpatannya karena melihat tatapan tajam dari 2 sahabatnya yang tidak lain jaemin Alexandra dan jeno bramasta si kulkas 2 pintu yang memiliki sifat dingin dan sangat protektif terhadap orang tersayang apalagi pada si imut Jisung Abraham.
"Lanjutkan" Ucap jeno dengan tatapan tajamnya.
"Hehehe" Bukanya menjawab jisung malah tertawa canggung .
"Apakah terlihat lucu baby? " Ucap jeno dingin.
" Tidak"
"Lalu? " Tanya chenle menimpali
" La lalu huwaaaaa sorry jie sorry abang hiks"jisung menangis histeris
"Ssttt okey baby don't cry hm nanti sesak" Ucap jaemin sembari memeluk jie dengan erat.
"Eyyyt sini bayii besar cup cup kenapa hm" lalu chenle merebut jisung dan memeluk nya juga.
Tangisan jisung semakin keras tatkala chenle bergerak.
" Napa si lu jie anjir pen gue gigit sumpah"Gemas chenle karena sungguh jisung saat menangis itu adalah hal yang membuat chenle ingin mengurung jisung hanya untuknya, lihatlah hidung memerah bibir mencabik pipi gembul aghgh gemoyy banget pokoknya chenle kan gakuat hiks .
" Hiks hiks kaki jie diinjek lele huwaaa abang sakit hiks"sontak mereka bertiga melihat ke bawah dan betapa terkejut nya mereka melihat itu .
Chenle yang jadi pelaku utama melangkah mundur sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal melihat tatapan 2 kulkas dingin yang menusuk sampai jantung .
"Hehehe maaf jie ga sengaja sumpah" Ucap chenle setengah panik.
Jeno menggendong jisung dan mendudukan jisung diatas pangkuannya sembari mengusap punggungnya dan sesekali mencium bocah imut tapi nakal itu.
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Jaemin mencium kening kedua mata pipi kanan dan kiri dan terakhir ujung hidung jisung yang memerah dengan sayang.
"Sudah berhenti dan tidurlah siapkan dirimu menghadapi keluargamu baby"
Jisung yang mendengar itu sontak berhenti dan melotot terkejut.
'Mampus mati gue' lirih jisung dalam hati.
"Tidur!" Ucap jaemin tajam dan jisung langsung menenggelamkan wajah imut nya pada dada jeno, dan memejamkan mata nya merasakan usapan jeno pada punggung nya, persetan sama keluarganya jisung cape karena menangis salahkan chenle dan muka menyeramkan ke 2 kulkas itu.
Dan tak lama kemudian terdengar dengkuran halus si manis.
