HAI SEMUA!!
SELAMAT DATANG DI ASTRO BAND
UNIVERSE-'ღ'-
DAN SEMANGAT MENJALANKAN
IBADAH PUASA BAGI KALIAN YANG
MENJALANKAN
BAGI YANG BERHALANGAN
ATAU MEMANG TIDAK BERPUASA
TETAP SEMANGAT JUGA!!!!
DAN SALAM TOLERANSI:P
CEKI CEKI NIH, AHAHA
HAPPY READING!!-'ღ'-
Angin berhembus kencang. Dedaunan kering berjatuhan tak beraturan, terdengar suara langkah kaki yang diiringi dengan suara klakson dari kendaraan yang saling sahut-menyahut. Seorang gadis berusia 16 tahun sedang berjalan, dengan berlinang air mata yang membasahi pipinya, Agatha Sea. Gadis itu mulai mencoba, mencoba untuk mencari keberadaan Ayahnya, ia berjalan, menulusuri kota Semarang dengan kondisi basah kuyup. Ya, beberapa hari ini, musim hujan sedang melanda kota Lunpia tersebut. Sea menghentikan langkahnya, tubuh yang awalnya berdiri tegak, perlahan mulai jatuh sedikit demi sedikit, bak air hujan yang sejak tadi tidak berhenti mengguyur dirinya.
"Aku harus mencari mu. Di mana lagi, Ayah?," gumamnya dengan badan gemetaran akibat bersentuhan dengan air hujan selama 3 jam lamanya.
Sea menyeka kasar wajahnya. Ia melihat sekeliling, berharap, akan ada malaikat maut yang menjemputnya, sekarang.
"Aku cuma pengen di peluk. Ayah, sekali aja," ucapnya mencoba bermonolog.
"Ayah, Sea di sini. Sea masih simpan bola ungu yang pernah ayah kasih, 15 tahun lalu,"
"Ayah, Sea masih nunggu Ayah. Di sini, dengan penuh cinta. Sea juga bakal kuliah Sastra Inggris, biar bisa jadi jurnalis."
Sea meremas erat baju sekolah nya, yang sudah penuh dibasahi oleh air hujan bercampur air mata itu. Namun, di tengah tengah-tengah rasa sesak yang saat ini sedang melanda nya, terdengar suara motor yang sedikit demi sedikit menurun lajunya, persis di sebelahnya, motor itu berhenti, dengan seorang cowok berstelan jas kulit dengan helm KYT menutupi seluruh wajahnya. Ia berbalik, melihat mahluk apa yang rela berhenti di tengah derasnya hujan demi melihat dirinya bersedih. Cowok itu mencoba membuka helmnya, walau hujan deras sekarang sedang menjatuhi mereka berdua. Ternyata, itu adalah Abangnya, Jaxier Addion Erlangga.
"Pulang lu, Mbak Ruh khawatir," ucapnya mencoba menyuruh Sea ikut bersamanya.
"Gak, gue gamau. Lu aja, sana,"
"Sea,"
"Gue gamau!!,"
"INI JUGA DEMI KESEHATAN LO, AGATHA SEA. GAUSAH EGOIS!!," suara menggelar milik Addion itu berhasil membuat Sea menatap sempurna dirinya. Sea tersenyum simpul, berdiri, mendekatkan dirinya. Sedekat mungkin dengan Addion, tanpa aba-aba, tubuh kecil Sea jatuh begitu saja hingga membuat motor Addion hampir terjatuh. Untung saja, Addion sigap menahan tubuh mungil Sea, dan, menjaga keseimbangan tubuhnya agar motornya tidak terjatuh.
"Lu emang egois, kayak ayah," Addion mengusap rambut adiknya yang sudah basah oleh air hujan yang turun seharian penuh itu.
"Maafin gue, gue belum bisa jadi Abang yang baik. Tapi, gue bakal pastiin. Ayah ga bisa nyentuh lu, Sea," ucapnya dengan senyuman tipis di wajahnya. Saking tipisnya, senyuman itu mendatangkan setetes, dua tetes, hingga tiga tetes cairan bening dari ujung matanya.
Gιɱαɳα?, ƙҽρҽɳԃҽƙαɳ ყα?
Hҽԋҽԋҽ, ɳαɱαɳყα ʝυɠαρɾσʅσɠ
Jαɳɠαɳ ʅυρα ραɳƚҽɳɠιɳ ƚҽɾυʂ ყα!!
ι ԋσρҽ ყσυ ʅιƙҽ ιƚ!!
Tԋαɳƙʂ ϝσɾ ɾҽαԃιɳɠ-!!-'ღ'-
-21-maret-2023.
YOU ARE READING
Agatha Sea
Teen FictionBagaimana jika semesta tak merestui kalian untuk memeluk Ayah kandung kalian?, pasti sedih rasanya. Itulah yang dialami oleh seorang gadis bernama Agatha Sea. Ia tak bisa merasakan kehangatan dan kehadiran dari seorang Ayah sedari dirinya lahir, kep...
