04 • Tangguh

8.3K 152 8
                                    

Tubuhku terasa segar sekali, suasana di penginapan begitu sejuk. Sehingga setelah sampai di penginapan, aku dan Mas Tangguh segera mandi dan setelahnya kita pun tiduran di kasur. Mas Tangguh terlihat mulai memejamkan matanya dan tertidur lelap.

Aku tidak bisa tidur karena terus memikirkan ucapan Mas Tangguh, dia meminta 3some. Namun saat ini Mas Tangguh nampak kelelahan, aku harus mengerti kondisi Mas Tangguh.

Berbeda dengan Mas Tangguh, penisku justru tetap tegak berdiri. Meminta agar segera dilemaskan oleh lubang anus Mas Tangguh.

Aku perhatikan Mas Tangguh, dia tertidur pulas. Dia terlihat begitu manis sekali, lantas aku cium bibirnya. Mas Tangguh yang tadinya tertidur, kini dia bangun dan membalas ciumanku. Cukup lama juga kita melakukan ciuman manis.

Aku pun bertanya kepada Mas Tangguh perihal ucapannya tentang 3some dengan Radit, karyawan penginapan yang membantu kita tadi sore, "Mas yakin kita mau melakukan 3some?" tanyaku pada Mas Tangguh.

"Yakin, Win. Mas penasaran."

"Okk kalau begitu, Erwin turun ke bawah dulu. Mau cari Radit, Mas Tangguh tunggu disini yah!"

"Sekarang Win?" tanyanya sumringah.

"Iya," jawabku singkat.

"Jangan lama-lama, Mas sudah gak tahan."

Aku pun segera keluar kamar untuk mencari Radit. Sesampainya di lobby, aku melihat seorang pria kekar yang hanya mengenakan celana dalam saja. Aku berniat untuk menghampirinya dan bertanya tentang Radit. Tetapi ketika orang itu melihatku, dia justru yang datang menghampiriku.

"Hmmm... customer baru yah?" tanyanya padaku.

"Ehh...Iya."

"Di basemen ada acara orgy, kamu gak ikutan?" tanyanya lagi.

Aku terkejut karena di penginapan ini juga ada acara orgy. "Ehhh...aku gak tahu kalau ada acara orgy disini."

"Pantesan, terus kamu turun ke lobby mau ngapain?"

"Mau cari orang."

"Siapa?"

"Radit, kamu tahu?" tanyaku.

"Ohh Radit, iya aku tahu. Mau aku antar ke dia tah?" tawarnya.

"Iya boleh."

Dia pun mengantarkanku ke Radit.

"Ngomong-ngomong kenapa kamu cari Radit?"

"Hehehe aku mau ajak dia 3some," jawabku blak-blakan.

Dia hanya tersenyum mendengar rencanaku 3some dengan Radit.

Entah siapa dia, yang jelas dia telah mengantarkanku ke kamar Radit. Dia segera masuk untuk memberitahu Radit.

"Radit, ini ada yang cariin kamu!"

"Siapa Pak Brams?"

"Lihat saja sendiri, aku kurang tahu."

Aku sedikit mendengar percakapan mereka dari dalam kamar. Setelah itu, Radit pun keluar dari kamar dan terkejut melihatku.

"Eh, Pak. Ada apa yah?"

"Kamu kosong gak malam ini?"

"Kosong Pak, emang ada apa?"

"Langsung to the point saja yah, aku ngajakin kamu 3some dengan pacarku."

"Maaf Pak, saya gak bisa. Karena saya tidak masuk golongan karyawan kelas 3. Saya cuma golongan 4," ucapnya.

Aku sama sekali tidak mengerti masuk Radit, "Maksudnya?"

Tiba-tiba orang yang Radit panggil Pak Brams pun menjelaskan maksud omongan Radit, "Jadi gini. Di penginapan ini ada 5 kelas karyawan. Nah Radit, daftar disini cuma di kelas 4, dan untuk karyawan kelas 4 cuma bisa maksimal memberikan servis oral saja. Untuk anal sex sampai orgy itu ada di kelas 1 sampai 3," jelasnya, "Tapi kalau misalkan Radit mau boleh saja kok, tinggal kamu pindah kontrak ke golongan 3," tawarnya pada Radit.

Bottom TangguhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang