Chapter 01 : Tentang aku dan dia

2K 175 16
                                        

( Kim Dokja POV )

Alarm yang seperti suara speaker rusak menganggu tidurku. Dengan keadaan setengah sadar aku meraba-raba sekitar tapi tak lekas menemukan ponsel-ku, aku kesal dan "Aahh-!"

Dengan suara BRUK yang tumpul aku terjatuh dari sofa, otak-ku masih belum bekerja dengan baik ketika bangun tidur di pagi hari, aku tersontak dan BANG kepalaku menatap pinggiran meja kayu dan ponsel-ku jatuh.

Karena benturan itu kesadaranku mulai stabil, aku mengusap kepalaku, sejujurnya sedikit menyakitkan, benar-benar pagi yang sial.

Seseorang datang dan berdiri di depanku, dia mengambil ponsel-ku dan mematikan alarm sialan itu.

"Ayo sarapan." ucapnya lalu menaruh ponsel-ku di meja dan berjalan kembali ke dapur.

Aku berdiri, melihat bahunya yang lurus dan dan kekar, otot punggungnya yang menonjol di balik kaos santainya, sungguh pemandangan pagi hari yang menyegarkan.

Aku menikmatinya namun aku masih belum memahami jenis gaya hidup ini.

Dia keluar dari dapur membawa beberapa hidangan, menatanya dimeja makan, dia benar-benar fokus pada kegiatannya tanpa peduli keberadaan diriku. Aku tidak berkomentar, aku menguap lalu berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah selesai aku kembali ke meja makan, dia duduk di sebrangku, menungguku untuk sarapan bersama.

Menu hari ini adalah favorit-ku, Omurice, dia menggambar ekspresi "(⁠ ̄⁠ヘ⁠ ̄⁠;⁠)" di telur Omurice-ku. Setiap dia memaksan menu sarapan dia akan menggambar ekspresi sesuatu di hidangan miliku, terkadang itu tersenyum, marah, sedih, lesu, pokoknya random. Entah itu menunjukkan mood-nya atau apa aku tidak dapat memahaminya, tapi ini lucu.

Kami makan tanpa suara.

Aku membenci suasana ini, namun aku tak tahu yang harus kulakukan, dia jarang bicara dan aku bingung untuk bicara apa dengannya. Aku menikmati masakannya, Omurice buatannya sekarang menjadi favoritku.

Di tengah kegiatanku makan, aku merasakan sebuah tatapan tajam diarahkan kepadaku, aku meliriknya, dia fokus menikmati makanannya. Mungkin itu hanya halusinasiku saja.

-
-
-

Oh! Aku belum memperkenalkan diri. Aku, Kim Dokja, 28 tahun, pekerja kantoran yang biasa-biasa saja, sebulan lalu aku melepas tittle lajangku... dan kehilangan keperawananku.

Di depanku, mungkin bisa disebut kekasihku, Yoo Joonghyuk. Dia orang yang jarang bicara, gunung es, dan sedikit tidak sabaran. Keahlian memasaknya adalah yang terbaik dari yang terbaik, pekerjaan? Pengangguran.

Bagaimana aku bisa berkahir dengannya? Itu adalah hal yang membuatku bingung saat ini.

Akan ku ceritakan dari awal.

Aku menyukai Yoo Joonghyuk dari saat duduk di bangku SMP. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Di tahun pertama dan kedua kita duduk di kelas yang berbeda, pada tahun ketiga, keberuntungan datang padaku, aku sekelas dengan Yoo Joonghyuk.

Di SMP aku hampir tidak pernah berbicara dengan Yoo Joonghyuk. Dia sangat populer di SMP, dia tampan, mahir dalam olahraga, dan gadis-gadis mengantri untuknya. Sedangkan aku, seorang introvert yang sangat mudah diganggu.

Aku tidak memiliki keberanian untuk berbicara dengannya, yang kulakukan hanya memperhatikannya dari jauh dengan penuh rasa kagum dan rasa iri.

Sosok Yoo Joonghyuk membuatku sadar akan seksualitas-ku yang menyimpang. Walau aku menyukainya Yoo Joonghyuk aku tidak berani berpikir untuk bisa bersama dengannya. Dia pasti sangat jijik padaku.

Aku masih sangat penakut saat itu.

Saat aku sekelas dengannya aku selalu memperhatikannya, aku tidak bisa fokus pada pelajaran, aku tidak bisa beralih darinya sampai-sampai nilai ujianku yang tidak pernah sempurna menjadi setumpuk kotoran.

【BL】Not Just an HallucinationsStories to obsess over. Discover now