part 1

5 1 0
                                        


HAPPY READING♡♡♡
.
.
.
.
.

hiruk pikuk suasana kantin tak mampu mengusik seorang gadis dari kegiatan melamunnya, seolah tak ada lagi gairah untuk beraktivitas. tak berselang lama datang beberapa orang gadis lainnya datang menghampiri, sejenak mereka saling memandang lalu menghela nafas bersamaan, sebenarnya mereka kasihan meliat nasib temannya yang habis patah hati.

"raa.. udahh gausah dipikirin lagi, lo bukan kayak nadira yang gue kenal deh kalo gini." ucap salah satu dari ke 4 gadis yang ada disana.

gadis yang bernama nadira menghela nafasnya perlahan.

"hah.. iyaa gue tau, tapi kasih gue waktu hari ini buat gamonin dia. besok gue jamin gue udah lupa!!"

lantas yang lain tersenyum, dan memeluk nadira bersamaan. sebenarnya sudah sebulan sejak kejadian itu, namun rasanya seperti baru kemarin. yaa.. namanya juga patah hati, yang lama jadi sebentar dan yang sebentar jadi lama.

setelah selesai makan, mereka beranjak menuju kelas masing masing. sebenarnya mereka berbeda jurusan, yaa meskipun begitu mereka masih bisa meluangkan waktunya untuk sekedar makan siang bersama.

saat sampai dikelas, nadira menududukkan dirinya di bagian tengah, tempat favoritnya. tak lama terdengar suara tarikan kursi yang membuatnya menoleh, orang tersebut melemparkan senyum yang dibalas anggukan oleh nadira.

"kosong kan?" ucap pria bermata sipit itu.

"iya.." nadira menjawab singkat.

setelahnya dosen masuk dan kelas pun dimulai.

"baik lah sekian materi dari saya, dipertemuan selanjutnya kumpul kan tugas yang saya berikan tadi, berkelompok maksimal 3 orang."

"baik pak" serempak semua mahasiswa dikelas itu menjawab, setalahnya mereka berbondong-bondong keluar dari kelas.

"emm ra, gue satu kelompok sama lo boleh?"
sebuah suara memecahkan keheningan, ah ngomong-omong mereka sudah berkenalan ternyata pria tadi bernama hafizh.

"boleh, ajak siapa lagi?" nadira menolehkan kepalanya, mencari orang yang sekirannya bisa mereka ajak.

"kalo ngga ada berdua aja ra"

lantas nadira melirik ke arah hafizh dan mengangguk, dengan cepat dia membereskan barang-barangnya.

"oke deh nanti bagi aja tugasnya, gue duiuan ya" nadira berjalan meninggalkan kelasnya, menyisakan hafizh yang memandangnya penuh arti.

tbc

JANGAN LUPA VOTMEN!!

seutas lukaWhere stories live. Discover now