Prolog

12 3 4
                                        

“Nama kamu siapa?” tanya pemuda di samping Rania.

“Ra-Rania Timur Senja." jawab Rania dengan ragu-ragu.

“Lucu dan unik namanya, hehe.” Si empunya hanya tersenyum samar. Rania menggeser sedikit bokongnya, ia merasa tidak nyaman dengan kehadiran pemuda yang ada di sampingnya. Sungguh, dia sangat mengutuk situasi seperti ini –terjebak dalam situasi awakward dengan orang SKSD–. “eh-eh, by the way kita sedaerah loh.” tambah pemuda itu dengan menunjukkan deretan gigi yang tersusun rapi.

Bedebah!

Malang sekali dirinya hari ini. Kena marah senior BEM, ditinggal Nurul pulang sendirian, dan abang ojol yang telah dipesannya belum menampakkan tanda-tanda keberangkatan. Rasa kesalnya semakin membuncah ketika ia terjebak dengan pemuda aneh yang sedari tadi mulutnya yang tidak bisa diam. Rasanya ingin ia sumpal saja dengan scraft yang mengalung anggun di lehernya. Untung saja hal tersebut urung ia lakukan sebab abang ojol yang dipesannya telah datang.

“Udah ya Ri, aku pulang duluan.” pungkas Rania sebelum mendaratkan bokongnya di jok motor abang ojol.

“Hati-hati di jalan, Raniaaa!” ucap pemuda itu dengan melambaikan tangan.

Belum sempat emosinya reda, Fachri mengekorinya di belakang. Sambil mengendarai motor matic kesayangannya, pandangan serta senyumnya tak berpaling sedikitpun dari Rania. Nurul, awas kamu ya!!!.

*

Terdengar deru suara kendaraan bermotor telah berhenti di depan kos-kosan. Nurul yang awalnya rebahan terjingkat kaget setelah pintu kamar diketuk kasar. Seketika ia tersadar jika sahabatnya ia tinggal sendirian di kampus. Sudah dapat ditebak tindakannya tersebut akan mengundang perang dunia yang kesekian.

Satu…

Dua…

Tiga…

Brakk!

“Kenapa tadi pulang duluan?. Udah tau mau maghrib tega-teganya ninggalin aku sendirian di depan halte!” teriak Rania dengan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai kamar kos.

“Bund, kalem dikit dong. Sumprit aku lupa, beneran.” aku Nurul dengan tatapan tak berdosa. Sementara itu, Rania masih bersungut-sungut dan sesekali ngomel-ngomel karena ditinggal Nurul balik kosan lebih dulu. Nurul yang menyadari hal tersebut lantas menyodorkan segelas air putih.

“Bund, mending kamu bersih-bersih dulu deh. Biar setan kampusnya ilang.”

“Masalahnya, mandi sewaktu maghrib gak baik buat kesehatan, Nurulllll. Kamu mau aku mati gegara mandi maghrib?”

“Kalau kamu mati enak dong kamar kos jadi luas.” pungkas Nurul dengan diiringi kekehan. Lagi-lagi Rania dibuat naik pitam. Kegiatan mereka baru berhenti setelah bunyi notifikasi dari gawai Rania.

Kalau kamu butuh bantuan gausah sungkan, Ran. Dengan senang hati aku akan membantumu☺️

“Astagaaaa dragon, dari mana dia dapat nomerku?” lagi-lagi Rania menghentak-hentakkan kakinya di lantai. Nurul yang melihat hal semacam itu menjadi terhibur. Semenjak pindah indekos dia sering mendapatkan hiburan gratis dari sahabatnya.

“Ada apalagi sih, Ra?”

“Manusia aneh ini chat akuuu.”

“Siapa sih?” tanya Nurul sambil melirik smartphone Rania.

“Sebelum aku nyadar kalau kamu pulang duluan, aku pergi ke halte nunggu abang ojol. Eh gak taunya manusia sok SKSD ini datang. Risih aku, kayak gak ada kerjaan aja gitu loh. Liat mukanya aja rasanya pengen nyakar.”

Dan lagi, Nurul menertawai Rania habis-habisan. Sudah bisa ditebak, penyebab sahabatnya kesal adalah masalah lelaki.

💐💐💐

Semisal kalian ada di posisi Rania, kalian mau apakan si Fachri?🤣

Maap ya ges, Rania agak alergi sama laki-laki SKSD alias buaya.

LeraiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang