Elandra Sky Cristopher, bocah 7 tahun dengan segala tingkah nya yang menggemaskan namun dibalik itu ada satu keinginan yang sangat ia dambakan..
"El ingin disayang abang Laskal"
"Diamlah, kau penyebab mama meninggal"
entahlah, El tak mengerti mengap...
bocah laki-laki berusia 7 tahun, hidup tanpa pernah merasakan kasih sayang seorang mama, ia tak pernah tau bagaimana wajah mama nya..
selama ini ia hidup sederhana bersama papa dan ke tiga abangnya
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
keluarganya harmonis, apalagi ditambah bocah menggemaskan ditengah-tengah mereka yang memiliki kepribadian yang dingin dan tak pernah berekspresi
kehadiran nya sangat berharga, peninggalan mendiang istrinya, adalah suatu yang sangat amat harus dijaga
El.. Elandra Sky Christopher
anak laki-laki dengan segala tingkah menggemaskannya mampu membuat siapa saja menjadi tertarik.
_Kelahiran El _
didepan ruangan bercat putih, terdapat remaja laki-laki dan kedua adiknya yang senantiasa berdoa untuk keselamatan sang mama, yang berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan adik kecil mereka.
"Abang, bagaimana kalau mama meninggal" lirihnya
ucapannya terdengar oleh sang abang, walaupun samar-samar ia tetap bisa mendengarnya.
ia berjongkok dan menyamakan tingginya pada adik keduanya, sambil ia usap pipi adiknya
"Sagar ga boleh bilang begitu.. mama pasti selamat"
"Tapi bang.. perasaan ku ga enak"
si kecil, adik ketiga mereka langsung memeluk Abang sulung nya
"Enggak, mama ga boleh pergi biar dedek bayi nya aja"
"Raskal, ga boleh seperti itu.. mama dan dedek bayi pasti akan selamat"
"Bang gala yakin?"
si sulung Galaxy mengangguk meyakinkan kedua adiknya, jujur dia juga tak yakin jika mama nya akan selamat.. pasalnya sebelum dilarikan kerumah sakit, mama nya mengalami pendarahan yang sangat hebat.
"Yakin, kita harus yakin bahwa mama akan selamat dan dedek bayi nya juga"
"Sekarang kita berdoa untuk keselamatan mama dan adik kecil kita"
kedua adiknya mengangguk dan berdoa, mencoba yakin atas apa yang dikatakan abangnya.
2 jam berlalu, akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah tiba.
oeekk..oee..kk
tangisan bayi menggelegar membuat Galaxy, Sagara, dan juga Raskal tersenyum lega.
"Abang, adek bayi sudah lahir"
senyum terbit dari kedua adiknya, terlihat pancaran bahagia.
tak lama, papa mereka keluar bersama dokter dan mama mereka.. tapi bukan ini yang diharapkan..
"Papa.. kenapa mama ditutup pakai kain? nanti tidak bisa bernafas papa" ucap Raskal sambil memegang sisi brankar mama nya
papa nya tersenyum, matanya mengarah pada si sulung, Galaxy yang paham menganggukkan kepalanya
"Mama istirahat sayang, mama mau pergi menuju langit yang indah" ucap papa nya sambil tersenyum getir
tak lama kedua adiknya menangis sejadi-jadinya, mereka kehilangan sosok ibu yang sangat mereka sayangi.. Galaxy hanya bisa menahan tangisnya mencoba kuat didepan adik-adiknya
"Enggak!! papa bohong, mama ga mungkin pergi tinggalin Raskal! mama masih punya janji mau nemenin aku beli ikan koi"
Raskal, ia paling tepukul.. Raskal paling dekat dengan mama nya, bagaimana tidak dia sangat tersakiti
"Ini.. hikss.. semua gara-gara dedek bayi, seharusnya dedek bayi aja yang pergi ke langit!"
"Raskal, semua ini takdir nak.. adek bayi ga salah" ucap papa nya sambil memeluk anak ketiganya, ia paham Raskal sangat kehilangan tapi tidak seharusnya menyalahkan bayi yang sama sekali tak bersalah
"Enggak hiks.." lirihnya
"Galaxy, tolong urus pemakaman mama, papa mau menenangkan Raskal dulu"
"Iya pa"
"Ayo saga ikut abang"
Sagara mengangguk, ia juga sedih tapi benar apa kata papa nya.. ini semua takdir, bukan kesalahan adek bayi, ia paham jika adik nya sangat terpukul. ia harus bisa lebih dewasa dibandingkan adiknya.
🍼🍼🍼
satu minggu setelah kehilangan sang mama, Raskal menjadi sangat pendiam tak seceria dulu.. selama itu juga ia tak pernah mau melihat wajah adik bungsunya bahkan menyentuh nya pun ia tak sudi
"seharusnya anak itu tidak lahir, mama pasti akan bersama ku" ucapnya geram menatap adiknya yang sedang digendong sang papa
Galaxy mendekati Raskal dan mengusap puncuk kepala adiknya, Raskal hanya memandang datar abangnya
"Jangan membenci El, dia tidak salah"
"Dia salah! kehadirannya membuat mama ku tiada" ketusnya
Galaxy menghela nafas lelah, sudah berkali-kali ia menasehati Raskal namun anak ini tak pernah mau mengerti
"Semua ini takdir, tidak seharusnya kau menyalahkan kehadiran El"
"Abang yakin bahwa suatu saat nanti kau akan menyayangi El mungkin kau akan sangat posesif terhadap nya"
Raskal berdecih memandang El yang sudah tertidur digendongan papa nya, tepatnya berjarak 5 meter dari sofa yang ia duduki
"Itu tidak akan terjadi"
Raskal pergi setelah mengatakan itu
"Sudahlah bang biarkan saja dia, kita lihat beberapa tahun kedepan seberapa tahan anak itu dengan ego nya" sahut Sagara yang diangguki Galaxy
🍼🍼🍼
saya ga tau kalian bakalan suka atau engga?, tapi gapapa itu semua sesuai selera kalian✨