1

23 10 11
                                        

Di pagi yang cerah  matahari yang perlahan mulai menampakkan dirinya membuat semua orang melakukan aktivitas berkat kemunculannya pertanda bahwa mereka harus bekerja.

Begitu juga dengan gadis yang bernama Mia gadis remaja yang saat ini baru menginjak umur 18 tahun. Mia anak dari pasangan Hendra dan aries. Memiliki 2 orang Abang Mia termasuk anak bungsu di keluarganya.

Seperti biasa matahari memancarkan sinarnya tanpa malu hingga membuat  Mia terbangun karena cahaya yang muncul di celah-celah gorden.

"Hoammm sudah pagi" gumam Mia.

Hari ini sekolah libur entah ada perihal apa Mia pun tidak tahu. Mia pun secara perlahan bangun dari tempat tidurnya mulai merenggangkan tubuhnya yang kaku.
Seperti biasa Mia mulai merapikan tempat tidur lalu bersiap untuk mandi. Tidak berselang lama Mia pun telah siap dan pergi turun untuk sarapan pagi.

"Masih jam 07.00 apa semua sudah pergi?." Gumam Mia sambil melihat hpnya.

Mia pun turun seperti dugaannya rumah terasa sepi hanya terlihat maid yang berlalu lalang. Mia hanya bisa menghela nafasnya sudah biasa Mia sarapan sendirian. Sarapan sendirian cukup menyenangkan bukan? Salahnya juga yang telat bangun.

"Selamat makan" ucap Mia. Diapun menikmati makan yang di hidangkan dengan lahap tidak berselang lama Mia pun telah selesai dan diapun duduk di ruang tamu ya hanya sendirian.

Jangan kalian berfikir keluarga Mia seperti keluarga pada umumnya kalian salah orang tua mereka sering bertengkar semenjak Mia menginjak umur 2 tahun hingga sekarang. Mia di hidupkan oleh uang tanpa adanya kasih sayang mereka pikir anaknya akan bahagia dengan uang. Mia hanya mampu terdiam saat orang tuanya bertengkar dan memilih untuk pergi. Ke 2 abangnya yang bernama Revan dan ravin pun mulai jengah dengan sikap kedua orang tuanya. Mereka di sini hanya untuk adiknya mia. Mereka tidak ingin Mia merasakan sendirian.

Di saat Mia sedang melamun tiba-tiba
Pintu di buka dengan sangat kasar Mia yang terkejut pun menoleh saat dia tahu siapa pelakunya Mia langsung mengalihkan perhatiannya muak Melihat tingkah mereka. Siapa lagi jika bukan orang tuanya

"Pah aku ini istrimu kenapa kau bisa melakukan ini kepadaku?." Ucap aries   dengan kesal karena sang suami tidak menanggapinya.

"Apa karena perempuan itu kau bersikap seperti ini kepadaku?." Ucapnya lagi dengan sendu.

Hendra pun seketika terdiam mendengar ucapan sang istri apa istrinya tahu selama ini dia selingkuh.

"Apa maksud mu aries?." Tanya Hendra

Mereka berdebat tanpa tahu akan kehadiran Mia di situ Mia hanya bisa tersenyum kecut melihatnya. Para maid yang melihat nona mereka pun. Hanya bisa tertunduk sedih melihat kejadian ini mereka tau apa yang nona mereka rasakan semenjak kecil hingga sekarang.

Mia yang muak pun lantas menggebrak meja yang ada di depannya.

"APA KALIAN TIDAK PUNYA MALU HA!!!" teriak Mia dengan penuh emosi.

Orang tua Mia yang sedang berdebat pun terdiam sejenak melihat bahwa anak bungsu mereka ada di sana.

"MANA SOPAN SANTUN MIA!" Teriak Hendra.

"Hahaha sopan santun apa itu sopan santun? Apa kalian ada mengajarkan ku? Yang kalian ajarkan kepadaku hanyalah makian dan perdebatan kalian" ucap Mia emosi.

"Mia sayang nak kembali ke kamar ya papa sama mama mau menyelesaikan sesuatu" ucap aries dengan lembut. Dia tidak menyangka putrinya seperti ini yang selama ini diam melihatnya bertengkar dengan sang suami tapi entah mengapa sekarang dia mulai bersuara.

"Kenapa aku harus kembali ke kamar ma? Lanjutkan saja aku sudah terbiasa dari kecil melihat pertengkaran bodoh kalian" ucap Mia dengan nada dingin.

Hendra yang mendengar itupun emosi dan menyusul Mia ke ruang tamu dan

PLAKKK.

tanpa pikir panjang Hendra menampar mia. Mia yang sudah terbiasa akan tamparan sang papa pun hanya tersenyum.

"Kenapa hanya sekali? Tidak 2 atau 3 kali seperti biasanya?." Tanya Mia dengan senyuman

Hendra yang mendengar itupun emosi tetapi saat akan melayangkan tamparannya tangannya sudah di tahan oleh sang anak sulung bernama Revan atau mungkin Revin entah lah dia pun tidak tahu.

"Hentikan sikap bodohmu itu pa jangan sesekali kau memukul adik ku kau selama ini hanya bisa memarahi memukul dan memakinya" ucap Revan dingin.

Dia sengaja pulang awal karena perasaannya yang tidak menentu akan sang adik kan ke khawatiran nya pun terjadi orang tua mereka bertengkar lagi dan melampiaskan amarahnya ke sang adik.

"Revan" ucap Hendra pelan.

"Kenapa kau bisa memukul anak mu sendiri ha!?. Ucap Revan emosi.

"Apa karena selingkuhan mu mulai mencari lelaki lain?. Ucapnya lagi.

Semua tahu jika papa mereka bermain belakang dan karena hal ini lah mereka sering melihat orang tua mereka bertengkar.

"Abang bawa adiknya ke kamar ya biar mama sama papa menyelesaikan urusan kami" ucap aries lembut.

Tanpa pikir panjang Revan pun membawa Mia ke kamarnya dengan penuh perasaan yang kesal.

Mia hanya bisa berucap dalam hati.

"Apa aku mampu menjalankan ini semua?." Ucap Mia dalam hati.




Thanks yang udh baca segini dulu ya kan wkwkwk mohon maaf jika dan kesamaan nama ini real dari cerita sendiri yang di tambah sedikit bumbu" wkwk

MiaLa tua prossima ossessione. Scoprilo ora