No salty yaw, ini sindiran buat yang paham aja! Minor & homophobic dilarang mampir!
Happy Reading!
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Di dunia ini, ada tiga hal yang membuat seseorang disukai. Pertama, fisiknya. Setiap orang punya mata, dan mata mereka pastinya lebih memilih untuk membidik sesuatu yang enak dipandang. Pria tampan, contohnya. Tetapi, bagi para manusia cabul ... mereka akan memperhatikan dada wanita, atau selangkangan pria.
Kedua, sifatnya. Siapa sangka? Dengan sifat yang baik, ramah, pintar bersosialisasi, mulut manis, bermuka dua-ups, wajah seburuk apa pun akan diterima dengan baik di hati. Tetapi, bagaimana dengan mereka yang tak pandai menggaet hati orang. Tentu saja, jadi orang bua-
Cukup, lanjut saja.
Yang ketiga, dompetnya. Jika ada uang, wajah sejelek apa pun dan watak seburuk apa pun akan diterima dengan baik oleh para penjilat. Ada uang, masalah sebesar apa pun akan beres dengan menyumpal mulut.
Ah, sayangnya Mark Lee tidak memiliki ketiganya.
Jika orang berpapasan dengannya, sudah pasti mereka memalingkan wajah. Siapa yang mau berurusan dengan Mark Lee? Preman jalanan yang hobinya mengumpat, mabuk-mabukan dan beradu argumen dengan anjing jalanan. Orang-orang menganggapnya gila, namun itu kesenangan tersendiri bagi Mark.
Badan kurus, alis camar anehnya, rambut mangkok, dan gaya yang cukup norak menambah nilai minus untuk pemuda itu. Amat sangat jauh dari kata tampan. Dan lagi, Mark tidak punya uang. Mencuri adalah kesukaannya. Kerap sekali ia keluar masuk kantor polisi selama 20 tahun ia menginjakkan kaki di tanah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bekerja? Oh, jauhkan Mark dari kata itu. Setiap tempat yang memberikannya pekerjaan akan menyesal. Mark akan dikeluarkan kurang dari satu jam setelah ia mulai bekerja. Cih, bekerja apanya.
Mark Lee masih perjaka. Biar begini, Mark tidak suka jalang. Sebanyak apa pun uang hasil mencurinya, Mark tidak akan sekali pun menunggangi jalang. Jelek, katanya. Desahnya dibuat-buat, sengaja sok imut biar ditampar pakai uang. Ngocok saja! Tidak perlu susah-susah keluar uang dan lebih sehat.
Lagian, manusia mana yang akan kepincut dengan manusia modelan Mark Lee? No way!
"Ahh ... bangsathh, enak kontol gue! Akh!"
Iya, begitulah opini Mark sebelum bertemu dengan manusia satu ini.
"Enak! Ah! Aahh ... sodok lagi Mell!" desah pemuda yang meliukkan badannya di atas penis Mark. Ia memainkan putingnya yang menegang parah, memilin dua bulatan kecil itu dengan sensual.
Hal itu tentunya tak luput dari mata Mark. Mulut laparnya ikut andil memanjakan dada berisi lawan mainnya. Ia sedot rakus benda itu, sampai-sampai si empu kembali berteriak nikmat di atasnya.
Kurang! Ini masih kurang. Mark tahu jelas bahwa manusia di atasnya begitu serakah. Tangan kirinya yang menganggur ia gunakan untuk mengocok benda mungil yang memantul-mantul di atas perutnya. Sesekali mengusap bagian ujungnya, lalu meremasnya tak karuan. Uh, gemas deh!
"Usaha sendiri dong! Uhh ... keparat aahh."
Sekarang Mark menyesal telah menghina jalang. Bukannya menunggangi, Mark malah ditunggangi oleh manusia binal ini.
Karena sekarang, Mark-lah jalangnya.
TBC!
Jangan terlalu berharap dari book ini. Ini cuman pelampiasan aku doang kalau bingung ngelanjutin book sebelah wkwk