001

892 336 678
                                        

Hai semuanya, selamat datang di cerita kedua aku...

Jangan lupa tinggalkan jejek kalian ya, satu vote sangat berharga untuk pengembangan cerita ini. Terimakasih sudah membaca~

Happy Reading
________________

001: Novel Gila

***

Aku hanyalah seorang gadis biasa, yang kini masih berada dibangku sekolah menengah atas. Perkenalkan namaku ialah karasta violanze.

Walau aku memiliki sebuat nama yang begitu indah, tapi orang-orang kerap kali memanggilku dengan sebutan 'gadis cupu bangku belakang yang sangat maniac novel'.

Julukan aneh itu, aku dapatkan dari orang-orang dikelasku. Alasannya karena aku sering kali menyendiri dibangku belakang, dengan banyak novel selalu menemaniku.

Mungkin ini terdengar aneh, tapi sebelum ini aku sangat tidak menyukai yang namanya novel. Dan jika hari ini aku ditanya, mengapa aku menyukai novel? Maka aku akan menjawab, karena novel membuatku hidup.

Jauh-jauh hari sebelum hari ini, tepatnya tiga belas tahun tahun lalu. Kedua orangtuaku bercerai. Ayahku menikahi selingkuhannya, sedangkan ibuku memilih untuk hidup bersamaku dan kakak ku yunda.

Lima tahun setelahnya, ibuku memejamkan matanya untuk yang terakhir kali. Saat itu aku sangat terpikul, begitupun dengan kak yunda. Tapi setelah semua yang terjadi, kami memutuskan kan untuk mengikhlaskan semuanya.

Kak yunda bekerja untuk kehidupan kami, begitupun denganku. Kami bekerja keras untuk mencukupi segala kebutuhan.

Dari sanalah aku mulai membaca novel. Karena seringkali bekerja paruh waktu, membuatku mendapatkan uang yang cukup untuk membeli buku-buku itu. Tanpa novel, rasanya seperti ada yang kurang dari diriku.

***

"Ras? Karasta?" Panggil seseorang dari ruang tengah, yang membuatku bergerak untuk menghampirinya.

Aku yang saat ini sedang berada didalam kamarku, sesegera mungkin menghampirinya kesana.

"Iya kak kenapa?" Tanyaku seraya berjalan kearah sofa diruangan itu.

"Aku mau berangkat kerja ras. Tapi novel yang ku beli dionline, sebentar lagi sampai" Kata yunda yang kini tengah bergerak gelisah, ia berjalan kesana-kemari sangking gelisahnya.

"Hari ini kamu jangan kemana-mana ya? Ambil barangnya kalo udah sampai"

Aku mengerutkan keningku, sembari memperhatikan kak yunda yang sedari tadi tengah panik sendiri.

"Kakak beli novel baru?"

Dengan antusias kak Yunda menganggukkan kepalanya. Ia meloncat kesofa sebelahku, sembari menarik-narik lengan kiriku. Mirip seperti anak kecil yang membujuk untuk dibelikan eskrim.

"Ambilin novel aku ya? Ya?"

"Alurnya bagus banget ras, romance sekolahan. Cowoknya ganteng, cool, baik, berdemage. Terus yang paling penting, effortnya sama female lead itu lohhh"

Mendengar cerita dari kak yunda, mataku seolah binar dibuatnya. Aku menoleh kearahnya, dengan sangat antusias.

"Serius kak? Mau baca juga dong!!"

"Ishhh, novelnya belum datang tau. Makanya jaga rumah kalo penasaran sama alurnya"

Aku mengangguk cepat sebelum berseru "siap kakak cantik!!"

***

"Kak novelnya udah sampai nih, aku boleh bacakan?" Tanyaku pada kak yunda, dari ponsel yang ku himpit diantara telinga dan bahu.

IM NOT AGATA KATRINEStories to obsess over. Discover now