Tooru Igasaki adalah seorang murid SMA yang bekerja sambilan menjadi seorang programmer untuk sebuah perusahaan game ternama di jepang.
Pekerjaannya tak diketahui oleh siapapun, nilainya biasa-biasa saja, tak memiliki keterampilan yang mencolok di sekolah.
Dia sebenarnya bisa saja membuat dirinya mencolok, namun hal itu hanya akan membuatnya kerepotan.
Izumi Tomori, adalah teman masa kecil Tooru. Mereka sudah berteman sejak kecil dikarenakan ibunya yang berteman dekat dengan ibu Tooru.
Dia adalah gadis populer di sekolah dan sangat berkebalikan dengan Tooru.
Dia memiliki nilai yang bagus, baik dalam akademik maupun pelajaran. Tak hanya itu, dia juga memiliki banyak bakat termasuk dalam bela diri.
Izumi sudah menganggap Tooru sebagai keluarganya sejak kematian Ibu Tooru 9 tahun yang lalu karena di bunuh oleh orang yang tak diketahui wajahnya itu. Bahkan sampai sekarang, polisi masih belum bisa menemukan orang itu.
.....
Suatu hari ketika mereka pulang bersama dari sekolah, mereka tak sengaja mendengar ada suara gaduh di dalam suatu gang.
Mendatangi gang itu, mereka lalu melihat ada seseorang yang mengenakan jubah sedang terlibat perkelahian.
Awalnya Tooru ingin memperhatikan dulu, namun karena Izumi bertingkah bar-bar dan langsung maju membantu orang yang dikeroyok itu, Tooru terpaksa ikut maju membantu Izumi.
"Hei, tunggu!" ucap Tooru yang ingin menahan Izumi yang sudah berlari meninggalkannya.
Namun sebelum Tooru menolongnya, Izumi dapat dengan mudah mengalahkan semua orang itu sendirian dengan cepat.
Ketika semua orang sudah dibuat pingsan dan beberapa ada yang kabur. Dia merasa sudah selesai berurusan dengan mereka.
Karena merasa sudah aman, dia lengah dan tak tahu bahwa ada seseorang yang ingin memukulnya dari belakang menggunakan sebuah kayu.
Melihat hal itu, Tooru langsung menarik bahu kanan orang itu dan langsung memukul rahangnya dengan sangat keras sehingga membuat orang itu pingsan.
"Tooru?!" Izumi terkejut.
"Lain kali lihatlah sekitar dan jangan pernah lengah ketika sedang bertarung." Tegur Tooru.
"Berisik...! Ah, apa paman baik-baik saja?" Tanya Izumi pada orang itu.
"Aku tidak apa-apa...." ucap orang itu yang nampaknya kelelahan dan terduduk sambil bersender di tembok.
"... Terima kasih karena sudah menolongku." ucapnya sambil mencoba mengatur nafasnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa paman tadi berkelahi dengan mereka?" Tanya Izumi.
"Mereka semua... Mencoba untuk mencuri dua buah permata ini dariku... Ini adalah permata yang sangat berharga. Jika sampai permata ini jatuh ke tangan yang salah, aku tak tahu hal buruk apa yang akan terjadi." ucapnya sambil memperlihatkan dua buah permata berwarna ungu dan juga hijau.
"Begitu, ya...? Apa paman ingin di antar ke rumah sakit? Paman tadi sepertinya sempat terkena beberapa pukulan. Pembekuan darah akibat pukulan bisa saja terjadi."
Mencoba berdiri, paman itu kemudian menyahut, "Tidak perlu, aku tidak apa-apa... Kalian berdua, kemarilah."
Mendekat pada paman itu, dia kemudian mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam jubahnya.
Membuka kedua tangannya, tangan paman itu tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya yang sangat silau yang kemudian dia letakkan tangannya di kepala Tooru dan juga Izumi.
YOU ARE READING
Nana-ri no eiyū (The Seven Hero)
FantasySebuah kisah yang menceritakan dua orang yang terlempar ke dunia lain setelah mereka membantu seorang pria misterius yang sedang dipukuli di dalam sebuah gang sempit. Dua orang yang terlempar ke dunia lain itu adalah Tooru Igasaki dan Izumi Tomori...
