Di pagi hari yang cerah mentari kembali menunjukan cahayanya, cahaya yg perlahan semakin bersinar sehingga bisa menembus ke jendela kamar seorang laki laki yg tengah bergulung dengan selimutnya, sepertinya laki laki itu enggan untuk bangun dan ingin lebih dalam menyelami mimpi nya. oh astaga mimpi apa laki laki itu samapi sampai tidak sadar bahwa hari sudah siang.
drtt...drtt..drtt..
benda pipih di atas nakas itu bergetar, hingga mengusik tidur sang pemilik benda pipih itu. pria itu terpaksa bangun dengan nyawa yang belum terkumpul dia mengangkat telfon.
"siapa?" tanya nya tanpa basa basi.
"siapa siapa! lo dimana bego?! sekolah gak lo?!" cerocos orang di sebrang sana. "males" ucap nya. "si anjing! terserah lo lah al. capek gua, jangan salahin gua kalo hari ini absen lo alfa" pasrah nya, memang sulit jika punya teman pemalas seperti Alvaro. Ya laki laki itu bernama Alvaro Danuarta.
"jangan di alfain 15 menit lagi gua sampe" ujar nya pada laki laki di sebrang sana. "Y" ketus laki laki itu.
Tut.
Alvaro memutuskan sambungan telfon sepihak, dia tau sahabatnya itu tidak akan meng alfa kannya. dengan langkah gontai Alvaro beranjak dari kasur empuk nya menuju kamar mandi.
Tak butuh waktu lama Alvaro sudah selesai dengan ritual mandinya, dan sekarang dia sudah siap dengan seragam sekolahnya dengan baju yang tidak di masukan dan dua kancing yang sengaja tidak di kancingkan di bagian atas
uhh urakan sekali orang ini. setelah dirasa penampilan nya sudah ferfect, dia keluar kamar dan menuruni anak tangga, dari atas sudah terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang menyapu lantai.
Dengan senyum yang di buat buat Alvaro menghampiri wanita paruh baya itu. " selamat pagi bi" sapanya. " eh pagi juga den al, mau berangkat sekolah?" tanya wanita paruh baya itu.
" iya bi, al berangkat dulu ya" pamit nya " eh aden gak mau sarapan dulu? padahal bibi masakin nasi goreng ke sukaan den al loh" ucapnya. " mm..gk deh bi udah siang soal nya, bi inah makan aja ya, nanti sekalian kasih mang ujang juga" tolak alvaro sopan
" baiklah kalo gitu, nanti bibi kasih mang ujang". " sip kalo gitu al berangkat dulu ya bi, dadah" pamit nya dan hanya di angguki oleh bi inah.
ya. wanita paruh baya itu bernama Bi Inah, pembantu di rumah nya sekaligus baby sister Alvaro dulu. jadi wajar kalo mereka sudah akrab layaknya ibu dan anak.
jika kalian bertanya tentang di mana orang tua alvaro, ibunya meninggal dunia setelah 1 jam melahirkan alvaro, dan ayahnya sibuk dengan pekerjaan nya, ayahnya adalah salah seorang pembisnis sukses di indonesia, cabang bisnisnya pun ada di mana mana bahkan di luar negri juga ada tepatnya di negri gingseng, yap! korea.
***
Hallo hallo guys!!! ini cerita pertama aku maaf ya kalo penempatan kata katanya salah. mohon bimbingan nya juga ygy.
ini bener bener cerita pertama aku yang di up di wattpad semoga kalian suka ya..😚😊
next..
YOU ARE READING
ALVARO
Teen FictionCerita ini menceritakan kisah hidup seorang remaja laki-laki dan dunia nya. Laki-laki dengan perawakan tinggi yg acuh dengan lingkungan sekitar, orang orang memanggil nya dengan sebutan 'kulkas berjalan' siswa paling dingin di SMA GARUDA. apakah di...
