Awal mula

10 2 0
                                        

"Mengapa hari ini menyebalkan sekali" kata ku sambil mondar mandir

"Mengapa hal penting pun bisa kelupaan" lanjut ku

"Ayokk segera berangkat, kamu sudah terlambat loh!" Teriak seseorang di balik pintu

"Sebentar buk, masih ada yang ketinggalan ini" sahut ku.

Seseorang yang menunggu ku di balik pintu tidak lain dan tidak bukan adalah ibu ku, mungkin sekarang dia sedang kesal karena aku menghabiskan banyak sekali waktu di dalam rumah dan tidak bergegas keluar rumah.
Aku terus mencari barang yang terus terbayang dalam kepala ku, tanpa aku tau barang apa itu. Bagiku barang ini sangat berharga, dan sangat penting untuk membantu aku beraktifitas hari ini. Sudah berusaha ku ingat namun tidak teringat. Aku pun memutuskan untuk keluar rumah dan bergegas untuk langsung berangkat saja.

"Nyari apa kamu?" Tanya ibu ku

"Aku juga lupa, tapi aku yakin barang ini penting buk" sahut ku

"Air minum aman?" Tanya ibu ku

Sontak setelah mendengar aku bergegas masuk rumah dan mengisi botol air minum ku.

"Bisa bisanya barang sepenting ini kelupaan" guman ku sambil berjalan keluar rumah

"Ehhh, permen nya udah masuk belum ya" lanjut ku sambil mengecek isi tas ku.

"Hufttt, untung ngga ketinggalan" kata ku.

Tidak tau mengapa, tanpa memakan permen saya bisa pusing. Tapi tidak perlu lah saya memikirkan hal itu juga, paling juga cuma kecapekan saja.

"Amann?" Tanya ibu ku
Aku menganggukan kepala ku sambil berjalan mendekati ibuku.

"Ayok dang naik" lanjut ibuku

Aku pun naik ke montor, karena hari pertama memasuki bangku sma perasaan ku lumayan campur aduk, bagaimana tidak. Hampir 2 tahun aku tidak bersinggungan dengan orang banyak karena ada covid-19. Boro-boro bersinggungan, keluar rumah aja tidak. Susah nya ini, apalagi kesan pertama itu penting, bagaimana kalau nanti aku memberikan kesan yang kurang menyenangkan, bagaimana kalau nanti aku mengecewakan.
Belum selesai fikiran buruk itu selesai, sudah sampai saja di depan pintu gerbang sekolah.

"Tidak mungkin aku menyerah sekarang, aku  sudah berusaha untuk masuk sini" guman ku sambil turun dari montor

Pikiran tidak baik itu seketika menghilang setelah aku memasuki gerbang masuk sekolah. Belum sampai 10 menit aku sudah mendapatkan teman, sayang sekali dia tidak segugus dengan aku. Sebelum mpls dimulai satu hari sebelum nya sudah ada pembagian gugus, dan sekarang tugas ku  adalah mencari teman satu gugus ku . Hal ini di termudah karena kakak pembimbing memberi tau dimana letak titik berkumpul, jadi tidak memakan banyak waktu untuk menemukan teman teman satu gugus.

"Ayok sekarang baris, yang laki laki depan. " kata salah satu kakak pembimbing nya

Tidak lama, kita mulai berbaris dan acara awal mpls pun dimulai. Di awal dengan sambutan kepala sekolah dan waka kesiswaan . Setelah sambutan selesai dimulai lah awal mula kita bertemu, sebelum nya saya bahkan tidak tau ada sosok mu disana, karena memang fokus saya adalah mencari teman.

"Ini sudah pada kenal?" Kata salah satu kakak

"Belum kak" sahut teman teman ku dangan kompak

Saat pembagian gugus, sekalian dimasukan di dalam grup juga, kelemahan saya disini. Aku  kesulitan menghafal nama anak anak yang berada dalam satu gugus, untung nya aku sempat aktif kemarin dalam grup. Jadi ada beberapa anak yang menghafal aku dan mau tidak mau aku juga hafal. Aku merasa beruntung sekarang.

"Kalau gitu pemilihan ketua sama wakil gugus dulu ya" kata kakak pembimbing

"Nah dari depan kamu tunjuk teman laki laki mu, untuk jadi ketua gugus" lanjut kakak nya sambil menunjuk salah satu teman ku yang di depan.

Você leu todos os capítulos publicados.

⏰ Última atualização: Nov 28, 2022 ⏰

Adicione esta história à sua Biblioteca e seja notificado quando novos capítulos chegarem!

Never EndingHistórias para pegar e não largar. Descubra agora