Alzena, seorang gadis berusia remaja yang kini tengah menduduki bangku SMA di kelas 2. Kehidupannya sangatlah berat, iya harus berperan menjadi kakak sekaligus orang tua bagi adiknya. Arav, adik alzena yang kehilangan kedua orang tuanya di usia Arav yang masih sangat-sangat kecil.Orang tua mereka meninggal ketika Arav masih berusia 1 tahun dan ketika Alzena masih berusia 8 tahun.Di usia itulah harusnya seorang anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya bukan?namun berbeda halnya dengan Alzena dan Arav yang hanya merasakan kasih sayang dan perhatian orang tua mereka hanya dalam waktu sesaat.
Masa remaja alzena sangatlah berbeda dengan teman-temannya yang lain, di mana teman-temannya menghabiskan masa remajanya dengan bermain dan bersenang-senang, namun berbeda dengan alzena ia harus menghabiskan masa remaja yang tidak akan pernah terulang lagi ini dengan bekerja,bekerja dan bekerja.Alzena bekerja sebagai seorang pelayan kedai kopi yang gaji nya tidak seberapa.Namun terkadang gaji yang Alzena hasilkan kurang untuk memenuhi kebutuhannya dan adiknya,Ini semua Alzena lakukan hanya demi Arav adiknya, adik kesayangannya, satu-satunya keluarga yang ia punya. Alzena hanya ingin adiknya mendapatkan kehidupan yang layak seperti teman-teman sebayanya.
Suatu hari di tanggal 08 Desember ketika Alzena baru sampai di rumah sehabis pulang kerja.
"Kak Zena,coba tebak besok hari apa?" tanya Arav pada Alzena.
"Em hari apa ya?" jawab Alzena
"Yah kakak,masa lupa." ucap Arav
"Iya Arav Kaka ingat,besok kan adik kesayangan Kaka ini ulang tahun." Ucap Zena
"Yey Kaka ingat,oh iya kak selama aku ulang tahun kan aku belum pernah mendapatkan kue,jadii besok di hari ulang tahun ku,aku ingin meminta kue dan es krim pada Kaka" ucap Arav
"Iya Arav nanti Kaka belikan ya."
'Bagaimana aku membelikan es krim dan kue ulang tahun untuk Arav,aku saja belum gajian bulan ini.' batin Alzena dalam hati.
"Kakak kenapa terlihat seperti orang yang sedang melamun?kakak baik baik saja?" tanya Arav pada Alzena dan semua lamunan Alzena seketika hilang setelah Arav mengejutkan nya.
"Eh iya Arav kenapa?" tanyaku kembali pada Arav karena ucapan yang di ucapkannya dahulu tidak terlalu jelas.
Keesokan harinya tepat di tanggal 09 Desember.
"Selamat ulang tahun Arav adik kesayangan Kaka,panjang umur dan sehat selalu yaa, Kaka sayang Arav."
"Terimakasih Kaka,Arav juga sayang sama Kakak.Oh iya kak jangan lupa ya kue sama es krim nya." Ucap Arav yang membuat Alzena kembali gelisah. Bagaimana tidak gelisah?uang darimana ia harus membeli itu semua?
Arav dan Alzena pun berangkat ke sekolah nya masing masing.Seperti biasa sesudah pulang sekolah sampai pukul 8 malam adalah waktu untuk Alzena bekerja. Di tempat bekerja,Alzena terlihat gelisah dan sering melamun.Ia selalu memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan uang untuk membeli kue dan es krim untuk adiknya.Karena sikap Alzena yang sangat berbeda dengan hari lainnya,ada salah satu teman yang memperhatikannya.
"Alzena,aku perhatikan kamu sangat gelisah hari ini,kamu juga jadi sering melamun.Apa kamu sedang sakit?"
Kak Brian,teman kerja Alzena yang sangat baik padanya,ia adalah orang yang selalu membantu Alzena.
"Eh Kak Brian,ngga kak aku gapapa kok." Jawab Alzena dengan raut wajah yang masih terlihat gelisah.
"Kamu jangan berbohong Alzena,aku tau kalau kamu sedang tidak baik baik saja,ceritalah,siapa tau aku bisa membantu kamu." Ucap kak Brian
"Em jadi gini kak,hari ini adalah hari dimana Arav adikku ulang tahun,ia minta di belikan es krim dan kue ulang tahun.Aku bingung harus bagaimana,aku tidak punya uang,uang pun pas-pasan untuk kami makan,jika aku membelikan Arav kue dan es krim,maka kami makan darimana? Aku juga belum gajian bulan ini.Aku sangat kasihan pada adikku,karena selama ulang tahunnya ia tidak pernah mendapatkan kue ulang tahun." Jawab Alzena dengan raut muka yang sedih.
"Oh jadi begitu,kamu pakai saja uang ini dulu,kebetulan aku masih punya simpanan uang di rumah." Ucap Kak Brian sambil memberikan beberapa lembar uang.
"Kak tidak usah,ini untuk Kaka saja,aku tidak mau merepotkan Kaka lagi untuk yang ke sekian kalinya." Tolak Alzena terhada uang pemberian Kak Brian.
"Sudah Alzena tidak apa-apa,pakai saja uang ini untuk membeli kue dan es krim untuk adikmu,ini adalah hari ulang tahunnya,buatlah dia senang.Aku ikhlas membantumu dan aku juga tidak merasa direpotkan sama sekali."Ucap Kak Brian dengan kembali memberikan uang itu pada Alzena
"Ini serius Kak?" Ucap Alzena
"Iya serius Alzena,sangat serius." Ucap Kak Brian
"Terimakasih banyak ya ka,aku janji ketika aku nanti sudah punya uang,aku akan ganti uang Kaka ini,terimakasih banyak Kaka selalu membantuku." Ucap Alzena senang.Ia pun mengambil uang tersebut dari kak Brian.
"Iya Alzena sama sama."
Pukul 8 malam pun tiba,saatnya Alzena untuk pulang,sebelum pulang,ia pergi terlebih dahulu ke toko kue dan es krim.
"Selamat ulang tahun Arav sayang " ucap Alzena membawa kue ulang tahun yang memiliki lilin angka sesuai dengan umur Arav yaitu 9 dan es krim sesuai dengan permintaan adiknya.
"Wah Kak Zena." Arav berlari ke arah Alzena dan memeluknya
"Terimakasih Kak sudah membelikan Arav kue dan es krim.Akhirnya di hari ulang tahun Arav ini,Arav bisa mendapatkan kue ulang tahun.Terimakasih banyak ya kak.Arav sayang sama kakak." Ucap Arav
"Iya Arav sama-sama,apasih yang ngga buat adik kesayangan Kakak ini.Ya susah nih,tiup dulu dong lilinnya." Ucap Alzena
'Terimakasih Ya Allah,engkau sudah memberikan jalan keluar untuk aku,aku sangat sangat ber terimakasih padamu' batin Alzena dalam hati
'tiup lilinnya,tiup lilinnya,tiup lilinnya sekarang juga,sekarang juga,sekarang juga' begitulah nyanyian yang memenuhi seisi ruangan pada malam itu.Malam itu adalah malam yang sangat berkesan bagi Arav karena malam itu adalah hari ulang tahunnya dimana ia juga pertama kali mendapatkan kue ulang tahun.Alzena merasa sangat senang ketika melihat adiknya juga sangat senang pada saat itu.
~Kak Zena, terimakasih kak,aku sangat mengucapkan terimakasih pada kaka, terimakasih kakak sudah berusaha untuk membahagiakan akuu,aku sangat berterimakasih pada kakak, terimakasih karena kakak sudah mengabulkan permintaan ku dan akhirnya setelah sekian lama di hari ulang tahunku aku bisa mendapatkan kue ulang tahun dan es krim seperti yang aku bayang bayangkan.Aku sangat sayang pada Kak Zena~
~Arav
~suatu hal yang tidak bisa dibayar oleh apapun adalah ketika melihat adikku senang,selamat ulang tahun Arav adikku,Kakak akan selalu sayang padamu.~
~Alzena.
ESTÁS LEYENDO
Kasih Sayang seorang Kakak
Historia CortaSeorang Kaka yang sangat menyayangi adiknya.
