BAB 1

5 0 0
                                        

"Assalamualaikum, Rafa."

"Rafa, oh Rafa bukain pintu woy."

"Eh gak sopan Lo."

"Abis nya dari tadi ngetok gak dibukain pintu juga."

Itulah perbincangan antara dua sahabat yang sedang menunggu pemilik rumah membukakan pintu rumahnya.

Tak lama setelah itu, mereka mencoba kembali untuk mengetuk pintu berharap pemilik rumah mendengar nya.

"Tok tok tok, Assalamualaikum Rafa."

"Waalaikumsalam, sebentar."

Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, pintu rumah pun terbuka. Terlihat seorang wanita dengan berpakaian gamis dan hijabnya menyambut Caka dan Marselino.

"Eh, Caka, Lino."

"Umi, Rafa nya ada Mi?". Tanya Caka.

"Rafa masih tidur, semalem dia kehujanan, jadi abis subuhan langsung tidur lagi. Yuk masuk aja, samperin ke kamarnya aja." Ucap -Umi Ratih- ibu Rafa yang mereka panggil dengan sebutan Umi mempersilahkan mereka masuk untuk menemui Rafa dikamarnya.

Caka dan Marselino menaiki tangga yang menghubungkan dengan lantai dua, menuju kamar Rafa berada. Diketuknya pintu berulang kali, tapi si empu belum juga memberi respon untuk menyuruh mereka berdua masuk.

Akibat kesal, mereka mencoba membuka pintu kamar walaupun Rafa belum mempersilahkan. Dan ternyata pintu pun tidak dikunci. Terlihat Rafa yang masih tidur di atas kasur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

"Astaghfirullah, udah siang woy, ngapain masih tidur Lo." Ucap Caka sambil membuka paksa selimut yang membalut tubuh Rafa.

"Apaan sih." Teriak Rafa tak suka. "Ngapain Lo berdua kesini, gue mau lanjut tidur, dingin."

"Ini hari Minggu Fa, jadi bagusnya kia manfaatin dengan baik, bener ga Cak?" Ucap Marselino sambil mencari pembenaran pada Caka.

Caka mengangguk menyetujui. "Bener tu, Lo kan lagi gak enak badan ni, jadi Mending olahraga biar sehat. Ayok cepetan." Caka dan Marselino menarik paksa Rafa untuk duduk dari tidurnya.

Rafa yang diperlakukan seperti itu hanya diam, menatap kesal sahabatnya dengan mata yang sayu. Tanpa sepatah kata, ia pun langsung berdiri menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka.

Marshelino dan Caka menunggu dikamar dengan memainkan ponsel masing-masing. Terlalu lama menunggu Rafa dikamar mandi, Marselino akhirnya berjalan menuju lemari yang terletak dipojok kamar, dan mengambil bola yang terletak diatasnya. Marselino memainkan bola tersebut dengan lihai menggunakan kakinya. Beratraksi layaknya seorang pemain sepak bola yang handal.

Ceklek suara pintu kamar mandi terbuka, terlihat Rafa yang sudah siap dengan kaos dan celana trening nya. "Ayok." Ucapnya sembari berjalan menuju balkon untuk menjemur handuk yang dipakai tadi.

"Kirain Lo gak mau Fa." Ucap Marselino yang masih sibuk dengan bola dikakinya.

"Lo berdua udah kesini, gak mungkin gue gak ikut, kasian." Ucap Rafa sembari memakai sepatu yang berwarna putih itu.

"Yaudah, berangkat." Kata Caka yang mendahului Rafa dan Marselino untuk keluar kamar.

***

Kurang lebih 30 menit mereka berlari mengelilingi taman, Kini mereka beristirahat sejenak. Terlihat Marselino sibuk dengan bola yang diambil dari kamar Rafa tadi. Melakukan berbagai aksi dengan kakinya.

Caka dan Rafa yang melihat itu hanya menggelengkan kepala saja. Marshelino memang tidak tahu tempat jika sudah berurusan dengan bola. Jika ada bola dihadapannya jangan harap dia akan diam.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 07, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

LICAFA THE GENG (On Going)Stories to obsess over. Discover now